Filipina
Filipina,[c] dengan nama resmi Republik Filipina (bahasa Inggris: Republic of the Philippines)[d] adalah sebuah negara kepulauan berbentuk republik konstitusional dengan sistem presidensial di Asia Tenggara. Negara ini memiliki sekitar 7.641 pulau, dengan luas total daratannya sekitar 300.000 kilometer persegi. Kepulauan tersebut dibagi dalam 3 kelompok pulau: Luzon, Visayas, dan Mindanao. Dengan populasi mencapai lebih dari 110 juta penduduk, negara ini menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.
Filipina berbatasan dengan perairan Laut Tiongkok Selatan di sebelah barat dan utara, Laut Filipina (yang menyatu dengan Samudra Pasifik) di sebelah timur, dan Laut Sulawesi di sebelah selatan. Negara ini memiliki perbatasan laut dengan Taiwan di utara, Jepang di timur laut, Palau di sebelah tenggara dan timur, Indonesia (tepatnya Pulau Sulawesi) di selatan, Malaysia (tepatnya Sabah) di barat daya, Vietnam di barat, dan Tiongkok di barat laut. Ibukota negara ini adalah Manila dan kota terbesarnya ialah Quezon City, kedua kota tersebut merupakan bagian dari Metro Manila.
Penghuni pertama kepulauan Filipina adalah orang Negrito, yang kemudian diikuti oleh orang Austronesia. Penerapan dan pengaruh animisme, Hinduisme dan Buddhisme, serta Islam telah membentuk berbagai kerajaan di setiap pulaunya. Selain itu, kepulauan ini juga mendapat pengaruh dari kedatangan orang Tionghoa sejak Dinasti Tang akhir dan Dinasti Song yang menetap dan berbaur dengan penduduk setempat. Kedatangan bangsa Eropa ke kepulauan tersebut pertama kali dilakukan oleh Fernando de Magelhaens, menandai awal dari Kolonisasi Spanyol. Pada masa itulah kepulauan tersebut diberi nama "Kepulauan Filipina" (bahasa Spanyol: las Islas Filipinas) oleh penjelajah Ruy López de Villalobos sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Felipe II dari Spanyol. Kekristenan, khususnya Gereja Katolik Roma, kemudian menjadi agama yang dominan di koloni tersebut dan Manila menjadi salah pusat perdagangan trans-Pasifik bagi Spanyol. Orang Spanyol dari Amerika Latin dan Iberia juga mulai menetap di kepulauan tersebut. Pada tahun 1896, terjadi revolusi di kepulauan tersebut pada waktu yang bersamaan dengan Perang Spanyol–Amerika Serikat, yang terjadi tiga tahun setelahnya. Spanyol kemudian menyerahkan koloni Filipina ke Amerika Serikat, sementara kaum revolusioner Filipina mendirikan Republik Pertama. Hal ini mengakibatkan Perang Filipina–Amerika Serikat, yang berakhir dengan kemenangan Amerika Serikat dan kontrol penuh atas wilayah tersebut hingga diinvasi Jepang selama Perang Dunia II. Setelah Filipina direbut kembali, Filipina memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1946. Sejak saat itu, negara tersebut telah mengalami periode darurat militer pada tahun 1972 hingga 1981 di bawah pemerintahan Ferdinand Marcos, yang kemudian berakibat pada kejatuhannya dalam Revolusi EDSA pada tahun 1986, mengembalikan demokrasi di Filipina.
Filipina merupakan negara pasar berkembang dan negara industri baru, yang perekonomiannya bertransisi dari sektor pertanian menjadi sektor jasa dan manufaktur. Negara ini juga memiliki sumber daya alam dan merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Negara ini juga merupakan anggota dari berbagai organisasi dan forum internasional, terutama Perbara. Meski pertumbuhan ekonomi negara ini relatif cepat, tetapi Filipina masih mengalami masalah yang berkaitan dengan kesenjangan ekonomi dan korupsi yang merajalela. Filipina adalah salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Indeks Risiko Dunia (WRI) 2023 menempatkan Filipina pada peringkat pertama, dengan risiko negara paling rawan bencana alam tertinggi di dunia. Terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik, negara ini sangat rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi. Selain itu, negara ini sering kali dilanda 20 angin topan setiap tahunnya.
Etimologi
Filipina pertama kali dinamai demikian pada tahun 1542 oleh penjelajah asal Spanyol Ruy López de Villalobos yang kala itu menamai kepulauan Leyte dan Samar "Felipinas" untuk menghormati Putra Mahkota Felipe, yang kemudian menjadi Raja Felipe II dari Spanyol. Setelah beberapa waktu, nama "Las Islas Filipinas" kemudian menjadi nama yang merujuk kepada kepulauan yang dikuasai oleh Spanyol.[13]: 6 Nama lain juga diberikan kepada kepulauan ini seperti "Islas del Poniente" (Kepulauan Barat), "Islas del Oriente" (Kepulauan Timur), dan "San Lázaro" (Kepulauan Santo Lazarus).[14][15]
Selama Revolusi Filipina, Kongres Malolos mengumumkan nama negara yang mereka dirikan sebagai República Filipina (Republik Filipina).[16] Pada masa pendudukan Amerika Serikat, nama yang digunakan untuk kepulauan tersebut adalah the Philippine Islands (Kepulauan Filipina), yang merupakan terjemahan langsung dari nama resmi bahasa Spanyol.[17] Nama tersebut kemudian menjadi the Philippines (Filipina) melalui Undang-Undang Otonomi Filipina dan Hukum Jones.[18] Nama resmi Republic of the Philippines (Republik Filipina) kemudian diresmikan dalam konstitusi tahun 1935 sebagai nama negara merdeka Filipina di masa depan.[19] Nama tersebut masih digunakan hingga konstitusi saat ini.[20]
Sejarah
Prasejarah (sebelum 900 M)
Terdapat berbagai bukti arkeologis yang menandakan keberadaan Hominin di Kepulauan Filipina sekitar 709.000 tahun lalu.[21] Sementara bukti fosil nenek moyang manusia, yaitu Homo luzonensis, ditemukan di Gua Callao, yang diperkirakan hidup sekitar 50.000 hingga 67.000 tahun lalu.[22] Sementara itu, bukti tertua keberadaan manusia modern ditemukan di Gua Tabon, Pulau Palawan, yang menurut penanggalan uranium–torium berasal dari 47.000 ± 11.000 atau 10.000 tahun lalu.[23] Fosil yang ditemukan dikenal sebagai Manusia Tabon, dan diduga merupakan manusia ras Negrito, salah satu penghuni paling awal kepulauan tersebut. Diketahui bahwa ia berasal dari keturunan migrasi manusia pertama keluar dari Afrika melalui jalur pesisir di sepanjang Asia Selatan ke dangkalan Sunda dan Sahul yang masih kering.[24]
Orang Austronesia pertama kali mencapai Kepulauan Filipina dari Taiwan sekitar tahun 2200 SM. Mereka pada awalnya menetap di Kepulauan Batanes (di mana mereka membangun benteng batu yang dikenal sebagai ijang)[25] dan Pulau Luzon bagian utara. Artefak berupa giok yang ditemukan di kawasan tersebut diketahui berasal dari tahun 2000 SM,[26] dengan giok lingling-o yang ditemukan di Luzon memanfaatkan bahan baku yang berasal dari Taiwan.[27] Pada tahun 1000 SM, penduduk kepulauan tersebut telah berkembang menjadi empat kelompok masyarakat: suku pemburu-pengumpul, masyarakat ksatria, plutokrasi di dataran tinggi, dan kerajaan maritim.[28]
Filipina prakolonial (900–1565)
Peninggalan catatan tertulis paling awal mengenai Filipina adalah Prasasti Keping Tembaga Laguna yang berasal dari abad ke-10 Masehi, ditulis dengan menggunakan aksara Kawi dalam bahasa Melayu Kuno.[29] Sejak abad ke-14, berbagai pemukiman pesisir mulai dibangun dan menjadi pusat perdagangan, menyebabkan perubahan struktur masyarakat di dalamnya.[30] Berbagai pemerintahan juga telah menjalin hubungan dagang dengan negara lain di Asia,[31]: 3 termasuk Tiongkok pada masa dinasti Tang akhir dan dinasti Song.[32] Beberapa pemerintahan di Filipina juga diketahui memberikan upeti kepada Tiongkok.[13]: 177–178 [31]: 3 Hubungan diplomasi dan perdagangan tersebut membawa serta pedagang dari Tiongkok dan migran dari Fujian Selatan untuk bermukim dan menjadi penduduk Filipina.[33][34] Selain Tiongkok, pengaruh budaya India juga berkembang di kepulauan tersebut, di mana ajaran agamanya mulai menyebar pada abad ke-14 oleh pengaruh Majapahit.[35] Pada abad ke-15, agama Islam mulai tersebar di Filipina melalui Kepulauan Sulu.[30]
Dari abad ke-10 hingga abad ke-16, berbagai pemerintahan telah berdiri di Filipina, seperti Manila,[36] Tondo, Namayan, Pangasinan, Caboloan, Cebu, Butuan, Maguindanao, Lanao, Sulu, dan Ma-i.[37] Pemerintah-pemerintahan tersebut pada dasarnya memiliki tiga kelas masyarakat, yakni bangsawan, orang merdeka, dan budak yang bekerja untuk debitur.[31]: 3 [38]: 672 Di antara para bangsawan terdapat pemimpin yang dikenal sebagai "datu", yang bertanggung jawab akan pemerintahan otonom yang dikenal sebagai barangay atau dulohan.[39] Ketika barangay bergabung dengan barangay lain untuk membentuk pemukiman yang lebih besar atau untuk aliansi,[31]: 3 maka anggota bangsawan yang paling terhormat akan memegang jabatan sebagai "datu tertinggi",[40]: 58 [28] "raja", atau "sultan",[41] yang akan pemimpin komunitas tersebut.[42] Kepadatan populasi di Filipina pada saat itu masih sangat rendah,[40]: 18 yang diakibatkan oleh bencana berupa topan dan letusan gunung berapi, mengingat letaknya kepulauan tersebut di Cincin Api Pasifik.[43] Pada tahun 1521, bangsa Eropa pertama kali mencapai Kepulauan Filipina ketika Fernando de Magelhaens tiba di sana dan mengklaim kepulauan tersebut sebagai milik Kerajaan Spanyol. Ia sendiri terbunuh dalam Pertempuran Mactan oleh pasukan yang dipimpin oleh Lapulapu.[44]: 21 [45]: 261
Pemerintah kolonial Spanyol (1565–1899)
Kepulauan Filipina kemudian ditetapkan sebagai koloni Mahkota Kastilia oleh penjelajah Spanyol, Miguel López de Legazpi, yang datang dari Spanyol Baru pada tahun 1565.[46][47]: 20–23 Banyak penduduk Filipina yang kemudian diangkut oleh Spanyol sebagai budak, sementara penduduk Spanyol Baru menetap di Filipina sebagai tentara atau pemukim baru.[48] Pada tahun 1571, pemerintah kolonial mendirikan ibu kota koloni di Manila, yang saat ini merupakan distrik Intramuros, yang sekaligus menjadi ibu kota Imperium Spanyol di Asia-Pasifik[49] yaitu Kekaptenjenderalan Filipina dan Hindia Timur Spanyol.[50] Dalam proses kolonisasi tersebut, Spanyol menguasai berbagai negara kecil menggunakan taktik politik pecah belah,[45]: 374 yang pada akhirnya menyatukan sebagian besar wilayah kepulauan tersebut di bawah satu pemerintahan kolonial terpadu.[51][52]
Sistem barangay di kepulauan tersebut kemudian direduksi secara administratif menjadi kota-kota, di mana para misionaris Katolik dapat dengan mudah mengonversi penduduk Filipina,[53]: 53, 68 yang pada mulanya masih bersifat sinkretis.[54] Kristenisasi oleh biarawan Spanyol sebagian besar dilakukan di pemukiman dataran rendah dan berkembang seiring berjalannya waktu. Dari tahun 1565 hingga 1821, Filipina merupakan bagian dari Wizurai Spanyol Baru, yang beribukota di Kota Meksiko. Setelah Perang Kemerdekaan Meksiko, pengelolaan koloni ini dipusatkan di Madrid.[55]: 81 Manila sendiri berkembang menjadi pusat perdagangan trans-Pasifik di bagian barat samudra tersebut,[56] di mana galiung Manila banyak dibangun di Bikol dan Cavite.[57][58]
Selama masa kolonial Spanyol, penduduk asli Filipina sering kali melakukan pemberontakan, yang menguras sebagian besar pendanaan kolonialnya.[55]: 111–122 Selain itu, Spanyol juga berurusan dengan ancaman militer dari luar kepulauan,[59]: 1077 seperti perompak Moro[60] dan berbagai kesultanan di Mindanao, Belanda, serta Britania Raya.[61]: 4 Britania Raya sendiri sempat menduduki Manila selama 2 tahun pada waktu Perang Tujuh Tahun dan dikembalikan kepada Spanyol melalui Perjanjian Paris tahun 1763.[47]: 81–83 Adapun urusan dengan masyarakat Muslim di Mindanao dan Sulu dianggap oleh Spanyol sebagai perpanjangan dari Reconquista.[62] Konflik tersebut, terutama konflik Spanyol dengan Bangsa Moro, berlangsung selama beberapa ratus tahun sampai akhirnya Spanyol menguasai sebagian besar wilayah mereka pada akhir abad ke-19[63] dan Kesultanan Sulu mengakui kekuasaan Spanyol atas Sulu.[64]
Akibatnya, Filipina dianggap telah menguras sebagian besar perekonomian Spanyol Baru,[59]: 1077 dan Imperium Spanyol mempertimbangkan untuk meninggalkan koloni tersebut atau menukarkannya dengan wilayah koloni lain. Pertimbangan ini ditentang karena potensi ekonomi, keamanan, keinginan untuk melanjutkan proses konversi agama di wilayah tersebut.[40]: 7–8 [65] Pada akhirnya, koloni tersebut dibiayai dengan subsidi dari monarki Spanyol[59]: 1077 dengan pembiayaan rata-rata sebesar 250.000 peso per tahun,[40]: 8 yang dibayar dalam bentuk 75 ton perak batangan dari Amerika.[66]

Seiring berjalannya waktu, dan setelah seluruh pelabuhan di Filipina terbuka bagi perdagangan internasional, masyarakat Filipina mulai mengalami transformasi.[67] Identitas orang Filipina, yang sebelumnya hanya diperuntukkan untuk orang Spanyol yang lahir di Filipina, mulai digunakan untuk merujuk kepada masyarakat Filipina secara keseluruhan.[68] Sentimen revolusioner mulai tumbuh pada tahun 1872, ketika 200 buruh dan tentara kolonial lokal bersama dengan tiga pendeta Katolik dieksekusi oleh pemerintah kolonial dengan alasan yang dipertanyakan.[69] Hal ini memicu Gerakan Propaganda, yang dipimpin oleh Marcelo H. del Pilar, José Rizal, Graciano López Jaena, dan Mariano Ponce, yang mendorong pemerintah kolonial untuk melakukan reformasi.[70] Sementara itu, Andres Bonifacio mendirikan perkumpulan rahasia Katipunan pada tahun 1892 yang mendorong kemerdekaan Filipina dari Spanyol.[55]: 137 Pada tanggal 30 Desember 1896, Rizal dieksekusi atas dakwaan pemberontakan, dan kematiannya mendorong banyak yang masih setia kepada Spanyol untuk menuntut kemerdekaan.[71]
Revolusi Filipina dimulai dengan Seruan Pugad Lawin oleh Katipunan pada tahun 1986.[72] Selama berjalannya revolusi, terjadi pertikaian internal kaum revolusioner dalam Konvensi Tejeros, di mana Bonifacio kehilangan posisinya sebagai pemimpin revolusi dan digantikan oleh Emilio Aguinaldo.[73]: 145–147 Pada tahun 1897, pemerintah revolusioner menyetujui gencatan senjata melalui Pakta Biak-na-Bato, yang membuat pemerintahan tersebut mengasingkan diri ke Hong Kong. Setahun kemudian, Perang Spanyol–Amerika Serikat dimulai dan kabarnya tersiar Filipina. Mengetahui hal itu, Aguinaldo kembali dari pengasingan, memulai kembali revolusi, dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol pada tanggal 12 Juni 1898.[74]: 26 Spanyol yang mengalami kekalahan menyetujui Perjanjian Paris di tahun yang sama, dengan memberikan Filipina, Puerto Riko, dan Guam kepada Amerika Serikat.[75] Hal tersebut mengakhiri kekuasaan Spanyol di Filipina yang berlangsung selama 333 tahun.[76]
Pemerintah kolonial Amerika Serikat (1898–1946)

Republik Filipina Pertama kemudian dideklarasikan pada tanggal 21 Januari 1899.[77] Amerika Serikat, yang memulai pendudukan kepulauan Filipina, tidak mengakui republik tersebut. Hal tersebut menimbulkan pecahnya perlawanan yang, setelah penolakan komandan militer AS atas proposal gencatan senjata di tempat dan deklarasi perang oleh Republik Filipina,[e] berkembang menjadi Perang Filipina–Amerika Serikat.[78][79][80]
Perang tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 250.000 hingga 1 juta rakyat sipil, sebagian besar diakibatkan oleh bencana kelaparan dan wabah penyakit.[81] Orang Filipina yang tertangkap banyak yang diangkut ke kamp konsentrasi, di mana ribuan di antaranya meninggal di sana.[82] Republik Filipina Pertama kemudian jatuh pada tahun 1902 dan pemerintahan sipil Amerika Serikat didirikan dengan disahkannya Undang-Undang Organik Filipina.[83] Pasukan AS menetap di wilayah tersebut untuk menegakkan kendali atas kepulauan tersebut dan menumpas pemberontakan pascaperang, seperti pendirian Republik Tagalog oleh Macario Sakay.[73]: 200–202 [81] AS juga mengamankan perjanjian damai dengan Kesultanan Sulu,[84] membangun kendali di wilayah Orang Ifugao yang telah menghalau penaklukan Spanyol,[85] serta mendorong pemukiman penduduk Kristen berskala besar di Pulau Mindanao, yang dulunya ditempati oleh mayoritas Muslim.[86]
Selama masa kolonial AS, perkembangan budaya di Filipina memperkuat identitas nasional,[87] dan bahasa Tagalog kemudian berkembang menjadi bahasa yang umum digunakan di Filipina melebihi bahasa lokal lainnya.[53]: 121 Pemerintahan Filipina secara bertahap diberikan kepada orang Filipina melalui Komisi Taft,[59]: 1081, 1117 dan pada tahun 1934, Undang-Undang Tydings–McDuffie menyetujui masa transisi sepuluh tahun menuju kemerdekaan penuh Filipina melalui pembentukan Persemakmuran Filipina setahun kemudian,[88] dengan Manuel L. Quezon dan Sergio Osmeña ditunjuk sebagai presiden dan wakil presiden.[89] Pemerintahan Quezon memfokuskan diri pada pertahanan, kesenjangan sosial, diversifikasi ekonomi, dan pembentukan identitas nasional.[59]: 1081, 1117 Bahasa Filipino, yang merupakan bahasa Tagalog yang terstandardisasi, diangkat menjadi bahasa nasional.[90]: 27–29 Selain itu, hak suara perempuan diterapkan di Filipina pada tahun 1937[45]: 416 dan reformasi pertanahan sempat dipertimbangkan untuk diterapkan.[91]

Ketika Perang Dunia II pecah, Imperium Jepang yang berperang melawan Amerika Serikat menginvasi Filipina di bulan Desember 1941.[92] Jepang kemudian menduduki kepulauan tersebut dan mendirikan negara boneka Republik Filipina Kedua yang dipimpin oleh Jose P. Laurel.[93] Pendudukan tersebut ditentang oleh berbagai gerakan perlawanan gerilya bawah tanah.[94][95] Sejumlah kejahatan perang dilakukan selama pendudukan tersebut, termasuk Pawai Kematian Bataan dan Pembantaian Manila.[96] Pasukan sekutu dan perlawanan Filipina berhasil mengalahkan Jepang pada tahun 1944 dan 1945. Diperkirakan satu juta rakyat Filipina tewas selama perang dunia berlangsung.[97] Pada tanggal 11 Oktober 1945, Filipina menjadi anggota pendiri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,[98] dan pada tanggal 4 Juli 1946, kemerdekaan negara tersebut diakui oleh Amerika Serikat melalui Perjanjian Manila, di mana Manuel Roxas ditunjuk sebagai presidennya.[99]: 38–41
Filipina merdeka (1946–saat ini)
Pemerintahan Manuel Roxas diteruskan oleh Ramon Magsaysay, di mana ia melanjutkan rekonstruksi pascaperang dan mengakhiri Pemberontakan Hukbalahap,[100] meski konflik bersenjata dengan komunis di Filipina masih berlangsung secara sporadis.[101] Carlos P. Garcia meneruskan pemerintahan Magsaysay dengan menginisasi kebijakan Pilipino Muna, yang memprioritaskan bisnis asli Filipina.[53]: 182 Diosdado Macapagal, presiden selanjutnya, memindahkan perayaan Hari Kemerdekaan Filipina dari tanggal 4 Juli ke 12 Juni, sesuai dengan tanggal deklarasi kemerdekaan Aguinaldo.[102] Macapagal juga memulai klaim Filipina atas Sabah bagian timur.[103]
Pada tahun 1965, Ferdinand Marcos terpilih sebagai presiden Filipina setelah memenangkan pemilihan umum. Pada masa awal pemerintahannya, Marcos memulai proyek infrastruktur yang didanai oleh pinjaman dari luar negeri, yang meningkatkan perekonomian Filipina sekaligus membuat ia terpilih kembali dalam pemilu 1969.[104]: 58 Pada akhir masa jabatannya, Marcos mendeklarasikan darurat militer pada tanggal 21 September 1972,[105] dengan alasan pemberontakan komunisme dan separatisme Moro di negara tersebut[106] dan memulai pemerintahan melalui dekret[107] dan ditandai dengan penindasan lawan politik, penyensoran, dan pelanggaran hak asasi manusia.[108] Kroni Marcos berperan dalam memonopoli berbagai industri negara,[109] termasuk industri penebangan kayu,[110] penyiaran,[45]: 120 dan bahan pokok seperti gula, yang secara tidak langsung menyebabkan bencana kelaparan di Pulau Negros.[111] Marcos bersama istrinya, Imelda, dituduh melakukan korupsi dan menggelapkan dana negara hingga mencapai miliaran dolar.[112] Peminjaman besar-besaran Marcos pada masa awal pemerintahannya menyebabkan ekonomi Filipina jatuh, yang diperburuk oleh resesi awal 1980-an.[113]: 212
Pada tanggal 21 Agustus 1983, pemimpin oposisi sekaligus rival politik Marcos, Benigno Aquino Jr., dibunuh di Bandara Internasional Manila.[114] Menanggapi protes akibat pembunuhan tersebut, Marcos kemudian mengadakan pemilu presiden awal pada tahun 1986,[115] yang menetapkan dirinya sebagai pemenang. Pemilu tersebut dianggap telah dicurangi[116] dan pada tanggal 22 Februari 1986, protes kecurangan pemilu berkembang menjadi Revolusi EDSA, yang memaksa Marcos dan sekutunya mengasingkan diri ke Hawaii. Corazon Aquino, yang merupakan istri mendiang Benigno, dilantik menjadi presiden[117] dan konstitusi baru kemudian disahkan.[118]

Upaya reformasi pemerintahan dan demokratisasi Filipina pada tahun 1986 sempat dihambat oleh besarnya utang negara, korupsi di pemerintahan, dan upaya kudeta.[104]: xii, xiii [119] Konflik bersenjata dengan komunis[120] dan separatisme Moro juga masih berlanjut.[121] Selain itu, masa pemerintahan Aquino Filipina juga menghadapi berbagai bencana alam, termasuk letusan Gunung Pinatubo di bulan Juni 1991.[122] Fidel Ramos kemudian meneruskan pemerintahan Aquino, yang meliberalisasi perekonomian nasional dengan privatisasi dan deregulasi.[123] Penerusnya, Joseph Estrada, memprioritaskan pembangunan perumahan umum,[124] tetapi ia menghadapi dakwaan korupsi,[125] yang membuatnya lengser melalui Revolusi EDSA II dan digantikan oleh wakil presidennya, Gloria Macapagal-Arroyo, pada tanggal 20 Januari 2001.[126]
Pemerintahan Arroyo ditandai dengan perkembangan perekonomian,[127] tetapi diwarnai oleh korupsi dan skandal politik,[128] termasuk dugaan kecurangan pemilu pada tahun 2004.[129] Ekonomi terus berkembang pada masa pemerintahan penerusnya, Benigno Aquino III, yang mendorong perbaikan tata kelola dan transparansi.[130]: 1, 3 [131] Pemerintahannya juga menandatangani perjanjian damai dengan Front Pembebasan Islam Moro, yang menetapkan hukum organik untuk Region Otonom Bangsamoro. Meski demikian, baku tembak dengan pemberontak Moro di Mamasapano menunda penetapan hukum tersebut.[132][133]
Rodrigo Duterte meneruskan kepresidenan setelah memenangkan pemilu tahun 2016[134] yang pada masa pemerintahannya ditandai dengan menurunnya liberalisme di Filipina, meski negara tersebut masih mempertahankan kebijakan perekonomian liberal.[135] Pemerintahan Duterte juga ditandai dengan peningkatan pembiayaan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara,[136] penerapan Hukum Organik Bangsamoro,[137] meningkatnya tindakan keras terhadap kejahatan dan komunis,[138] serta kampanye antinarkoba untuk mengurangi angka penggunaan narkoba,[139] tetapi juga meningkatkan jumlah pembunuhan di luar hukum.[140] Pemerintahannya juga mengalami Pandemi Covid-19 yang mencapai Filipina pada bulan Januari 2020,[141] yang menyebabkan perekonomian negara tersendat.[142] Putra Marcos, Bongbong Marcos, melanjutkan kepemimpinan Duterte setelah memenangkan pemilu 2022 bersama dengan wakilnya Sara Duterte, yang merupakan anak pendahulunya.[143]. Pada masa kepresidenannya, Marcos memutar haluan kebijakan luar negeri dari Tiongkok ke Amerika Serikat, menyebabkan peningkatan ketegangan sengketa di Laut Tiongkok Selatan.[144] Pada masa pemerintahannya, ia menangkap mantan presiden Duterte dan membawanya ke Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan kemanusiaan, yang menyebabkan aliansi Marcos dengan wakil presidennya menjadi pecah. Selain itu, berbagai tuduhan korupsi dan penyimpangan pengelolaan dalam proyek pengendalian banjir menyebabkan aksi unjuk rasa yang berlangsung di seluruh negara.
Geografi

Filipina merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 7.641 pulau[145] dengan luas total daratan (termasuk badan air daratan) diperkirakan 300.000 km2.[127][146]: 15 [f] Negara ini berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan di barat, Laut Sulawesi di selatan, Laut Filipina di timur, dan Laut Sulu di barat daya.[148] Sebelas pulau terbesar di negara ini adalah Luzon, Mindanao, Samar, Negros, Palawan, Panay, Mindoro, Leyte, Cebu, Bohol dan Masbate, yang mencakup sekitar 95 persen dari total luas daratan negara tersebut.[149] Garis pantai negara ini adalah 36.289 kilometer, menjadikan Filipina negara dengan garis pantai terpanjang kelima di dunia.[150] Filipina juga memiliki zona ekonomi eksklusif seluas 2.263.816 km2.[151]
Puncak tertinggi di Filipina ialah Gunung Apo, yang terletak di Pulau Mindanao, dengan ketinggian 2.954 mdpl.[127] Sementara itu, sungai terpanjang di Filipina ialah Sungai Cagayan di utara Pulau Luzon, yang panjangnya mencapai 520 kilometer.[152] Adapun danau terbesarnya ialah Laguna de Bay,[153] yang terhubung dengan Teluk Manila melalui Sungai Pasig[154] yang melintasi ibu kota negara tersebut, Manila.[155]

Filipina terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik, sehingga sering dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi.[157]: 4 Negara ini sangat aktif secara seismik, mengingat kepulauan tersebut dibentuk oleh lempeng-lempeng yang menyatu satu sama lain dari berbagai arah.[158] Sekitar lima gempa bumi tercatat setiap hari, meski sebagian besar terlalu lemah untuk dirasakan.[159] Gempa bumi besar terakhir terjadi pada tahun 1976 di Teluk Moro dan pada tahun 1990 di Luzon.[160] Filipina memiliki 23 gunung berapi aktif. Beberapa di antaranya, seperti Gunung Mayon, Taal, Kanlaon, dan Bulusan, mempunyai jumlah letusan terbesar yang pernah tercatat.[161][146]: 26
Keanekaragaman hayati
Filipina merupakan salah satu dari negara megadiversitas,[162][163] di mana sekitar 67% flora dan faunanya merupakan spesies endemik.[164] Hutan hujan negara ini merupakan rumah bagi lebih dari 13.500 spesies flora, di mana 3.500 spesies di antaranya merupakan spesies endemik.[165] Spesies yang telah teridentifikasi tersebut terdiri dari 8.000 spesies tumbuhan berbunga, , 33 spesies tumbuhan biji terbuka, dan 1.100 spesies tumbuhan paku.[166] Filipina juga merupakan rumah bagi berbagai macam spesies fauna, di mana 167 mamalia darat (102 spesies endemik), 235 reptil (160 spesies endemik), 99 amfibi (74 spesies endemik), 686 burung (224 spesies endemik),[167] dan lebih dari 20.000 spesies serangga tinggal di dalamnya.[166]
Filipina juga merupakan bagian dari ekoregion Segitiga Terumbu Karang,[168] yang menyimpan kehidupan laut dengan keanekaragaman hayati tinggi[169] dan merupakan kawasan dengan ikan pantai paling beragam di dunia.[170] Negara tersebut memiliki lebih dari 3.200 spesies ikan di mana 121 di antaranya merupakan spesies endemik.[171] Penduduk Filipina juga memanfaatkan perairan untuk melakukan budi daya perairan bagi berbagai jenis ikan, udang-udangan, tiram, dan rumput laut.[172]
Hutan di Filipina umumnya dikategorikan menjadi delapan jenis: hutan meranti, hutan pantai, hutan pinus, hutan molave, hutan montana rendah, hutan lumut, hutan mangrove, dan hutan ultrasa.[173] Menurut perhitungan resmi pemerintah, Filipina memiliki luas tutupan hutan sekitar 7.000.000 hektar pada tahun 2023.[174] Penebangan hutan umum dilakukan sejak masa kolonial Amerika Serikat[175] dan terus berlanjut setelah kemerdekaan, yang kemudian digalakkan pada masa kepresidenan Marcos, yang diakibatkan oleh konsesi hutan yang tidak diregulasi.[176] Akibatnya, tutupan hutan berkurang secara drastis dari 70 persen luas total daratan pada tahun 1900 menjadi 18,3 persen pada tahun 1999.[177] Meski demikian, berbagai upaya reboisasi telah dilakukan dan mencapai keberhasilan sedikit demi sedikit.[178]
Filipina juga merupakan salah satu titik panas keanekaragaman hayati,[162] yang memiliki lebih dari 200 kawasan lindung,[179] dengan luas total mencapai 7.790.000 hektar pada tahun 2023.[180] Tiga situs alam di Filipina telah dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, yakni Karang Tubbataha di Laut Sulu,[181] Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa,[182] dan Gunung Hamiguitan.[183]
Iklim

Filipina memiliki iklim tropis maritim yang umumnya panas dan lembap. Musim di Filipina sendiri dapat dibagi menjadi tiga: musim kemarau panas pada bulan Maret hingga Mei, musim hujan pada bulan Juni hingga November, dan musim kemarau sejuk dari bulan Desember hingga Februari.[185] Angin monsun dari barat daya (yang dikenal sebagai habangat) berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober, sementara monsun timur laut (dikenal sebagai amihan) bertiup pada bulan November hingga April.[186]: 24–25
Bulan terdingin terjadi di bulan Januari, sementara bulan terpanas terjadi di bulan Mei. Suhu permukaan laut di penjuru Filipina umumnya sama, terlepas dari posisinya pada lintang. Suhu rata-rata tahunan terukur adalah sekitar 26,6 °C (79,9 °F). Suhu rata-rata tahunan terdingin adalah 18,3 °C (64,9 °F), yang diukur di Kota Baguio, 1.500 meter di atas permukaan laut.[187] Kelembapan rata-rata negara ini adalah 82 persen.[186]: 24–25 Curah hujan tahunan negara ini beragam, di mana di pegunungan pesisir timur dilanda hujan sebanyak 5.000 milimeter per tahun, sementara lembah terlindungnya dilanda hujan sebanyak 1.000 milimeter per tahun.[185]
Filipina dikenal sebagai negara yang rentan terhadap topan dan siklon tropis. Wilayah perairan negara tersebut diketahui dilanda 19 topan setiap tahunnya,[188] umumnya terjadi di bulan Juli hingga Oktober.[185] Delapan atau sembilan di antaranya mendarat di daratan Filipina.[189] Rekor topan terbasah yang melanda Filipina terjadi pada tanggal 14 hingga 18 Juli 1911, di mana curah hujan di Kota Baguio tercatat mencapai 2.210 milimeter.[190] Negara tersebut merupakan salah satu dari sepuluh negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim.[191]
Politik dan pemerintahan

Filipina merupakan negara republik konstitusional dengan pemerintahan demokratik yang menerapkan sistem presidensial.[192] Presiden berfungsi sebagai kepala negara, kepala pemerintahan,[193] dan panglima tertinggi angkatan bersenjata.[192] Presiden dipilih secara langsung oleh warga negara Filipina dalam pemilihan umum untuk masa jabatan 6 tahun,[194] yang berhak untuk memilih menteri dalam kabinetnya serta pejabat di berbagai badan dan institusi pemerintah.[195]: 213–214 Sementara itu, wakil presidennya, dipilih secara terpisah dari presiden dan masa jabatannya dibatasi sampai dua masa jabatan enam tahun berturut-turut.[196] Hal ini berarti presiden dan wakil presiden dapat berasal dari partai politik yang berbeda.
Kongres Filipina berperan sebagai lembaga legislatif di negara tersebut, yang memiliki dua kamar: Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Senat merupakan majelis tinggi yang terdiri atas 24 senator, yang dipilih melalui pemilihan umum untuk masa jabatan enam tahun. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat merupakan majelis rendah yang saat ini terdiri dari 318 anggota yang dipilih untuk masa jabatan tiga tahun.[197] Senator dipilih secara umum,[197] sementara anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih dari lembaga legislatif tiap distrik dan daftar partai.[195]: 162–163 Adapun lembaga yudikatif Filipina dikepalai oleh Mahkamah Agung, yang memiliki seorang Ketua Mahkamah Agung sebagai kepalanya, dan 14 hakim pembantu.[198] Semuanya ditunjuk oleh presiden melalui nominasi yang diberikan oleh Dewan Peradilan dan Pengacara.[192]
Sejak pemerintah Fidel Ramos, terdapat berbagai wacana pengubahan sistem pemerintahan menjadi pemerintahan federal, unikameral, atau parlementer.[199] Politik Filipina sendiri cenderung didominasi oleh keluarga politik terkenal seperti selebriti atau dinasti politik,[200][201] dan perpindahan partai umum dilakukan.[202] Korupsi di negara ini cukup signifikan,[203][204] yang oleh sejarawan dikaitkan dengan sistem padrino pada masa kolonial Spanyol.[205] Gereja Katolik Roma memiliki pengaruh besar di Filipina di bidang politik meski memudar seiring berjalannya waktu.[206] Filipina sendiri memiliki ketentuan konstitusi yang memisahkan agama dari negara.[207]
Hubungan luar negeri

Filipina merupakan anggota pendiri dan anggota aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa[99]: 37–38 dan pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.[208] Filipina berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian, terutama di Timor Leste.[209] Selain itu, Filipina juga merupakan negara pendiri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.[210] Negara ini juga merupakan anggota berbagai organisasi internasional seperti Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur,[211] Grup 24,[212] dan Gerakan Nonblok.[213] Negara ini juga telah berupaya untuk mendapatkan status pengamat di Organisasi Kerja Sama Islam sejak tahun 2003[214] dan dahulu merupakan anggota dari Pakta Pertahanan Asia Tenggara.[215] Saat ini, lebih dari 10 juta warga Filipina tinggal dan bekerja di 200 negara,[216] yang memberikan negara tersebut kekuasaan lunak.[113]: 207
Pada tahun 1990-an, Filipina memulai liberalisasi ekonomi dan menerapkan perdagangan bebas[217]: 7–8 untuk meningkatkan investasi asing langsung.[218] Negara ini merupakan anggota Organisasi Perdagangan Dunia[217]: 8 dan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik.[219] Filipina juga merupakan bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas Perbara pada tahun 2010[220] dan menyetujui perjanjian perdagangan bebas Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional pada tahun 2023.[221] Melalui Perbara, Filipina juga menyetujui perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.[217] Negara ini juga memiliki perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan Jepang, Korea Selatan,[222] dan empat negara Eropa, yakni Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.[217]: 9–10, 15

Filipina memiliki hubungan yang panjang dengan Amerika Serikat. Kedua negara telah menjalin kerja sama ekonomi, keamanan, dan interpersonal.[223] Lokasi Filipina yang strategis menjadikan negara tersebut memiliki peran penting dalam strategi untaian pulau AS di Samudra Pasifik Barat.[224][225] Kedua negara juga telah menandatangani Perjanjian Pertahanan Timbal Balik pada tahun 1951 dan didukung oleh Perjanjian Pasukan Kunjungan tahun 1999 dan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan tahun 2016.[226] Hal ini membuat Filipina sangat bergantung pada Amerika Serikat untuk pertahanan eksternalnya.[130]: 11 AS telah memberikan jaminan secara berkala untuk mempertahankan Filipina,[227] termasuk wilayah Laut Tiongkok Selatan.[228] Filipina sendiri telah mendukung kebijakan Amerika Serikat selama Perang Dingin dan berpartisipasi dalam Perang Korea dan Perang Vietnam.[229][230] Pada tahun 2003, Filipina ditetapkan menjadi sekutu utama non-NATO.[231] Pada masa pemerintahan Duterte, hubungan Filipina dan Amerika Serikat merenggang karena ia ingin meningkatkan hubungan negara tersebut dengan Tiongkok dan Rusia.[232][233]
Sejak tahun 1975, Filipina telah menjalin hubungan dengan Tiongkok,[234] yang merupakan mitra dagang terbesarnya,[235] dan telah mengusahakan kerja sama dengan dampak signifikan bagi negara tersebut.[232] Hubungan Filipina dengan Jepang juga terjalin dengan Jepang memberi bantuan pembangunan resmi bilateral terbesar bagi Filipina.[236][237] Kendati terdapat berbagai ketegangan akibat Perang Dunia II, permusuhan di antara kedua negara berangsur memudar.[61]: 93 Filipina juga menjalin hubungan dengan Spanyol, termasuk dalam hal sejarah dan budaya.[238] Hubungan Filipina dengan Timur Tengah terbentuk dari tingginya jumlah orang Filipina yang bekerja di negara-negara tersebut[239] dan oleh isu-isu berkaitan dengan minoritas Muslim di Filipina.[240] Filipina sendiri memiliki kekhawatiran terkait kekerasan terhadap pekerjanya dan perang yang memengaruhi sekitar 2,5 juta pekerja Filipina perantauan di wilayah tersebut.[241][242]
Filipina bersengketa dengan Tiongkok, Taiwan, Vietnam, dan Malaysia atas kepemilikan Kepulauan Spratly.[243] Dalam sengketa tersebut, Filipina memiliki kendali atas Pulau Thitu, yang mencakup kota terkecil di Filipina, dan beberapa pulau lain di kepulauan tersebut.[244] Filipina juga bersengketa dengan Tiongkok terkait kepemilikan Gosong Scarborough dan terlibat dalam ketegangan pada tahun 2012, berujung pada kasus arbitrase internasional,[245] yang dimenangkan oleh Filipina.[246] Tiongkok menolak hasil tersebut,[247] dan menjadikan gosong pasir tersebut sebagai simbol sengketa yang lebih luas.[248] Filipina juga pernah terlibat dengan sengketa Sabah bagian timur dengan Malaysia.[butuh rujukan]
Militer

Angkatan Bersenjata Filipina terdiri dari tiga cabang, yakni Angkatan Darat Filipina, Angkatan Laut Filipina, dan Angkatan Udara Filipina.[249][250] Keamanan sipil dipegang oleh Kepolisian Nasional Filipina, yang berada di bawah Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.[251] Angkatan Bersenjata Filipina sendiri memiliki 280.000 personel pada tahun 2022, di mana 130.000 di antaranya merupakan personel militer aktif, 100.000 merupakan personel cadangan, dan sisanya adalah personel paramiliter.[252]
Sebanyak US$477 juta (atau 1,4 persen PDB) dianggarkan bagi Angkatan Bersenjata Filipina pada tahun 2023.[253][254] Anggaran tersebut sebagian besar dihabiskan oleh Angkatan Darat, yang diperuntukkan untuk mengatasi ancaman dalam negeri seperti pemberontakan separatis komunis dan Muslim. Akibat hal tersebut, kemampuan Angkatan Lautnya menjadi menurun, terutama pada tahun 1970-an.[255] Program modernisasi militer pada akhirnya dicanangkan pada tahun 1995[256] dan diperluas pada tahun 2012 untuk membangun sistem pertahanan yang mumpuni.[257]
Filipina sendiri telah lama menghadapi pemberontakan lokal, separatisme, dan terorisme.[258][259][260] Organisasi separatis terbesar Bangsamoro, yakni Front Pembebasan Nasional Moro dan Front Pembebasan Islam Moro, telah berturut-turut menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Filipina pada tahun 1996 dan 2004.[261][262] Sementara itu, kelompok yang lebih militan seperti Abu Sayyaf dan Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro[263] telah melakukan penculikan warga negara asing di Kepulauan Sulu[264][265] dan Maguindanao[263] dengan meminta tebusan. Seiring berjalannya waktu, keberadaan mereka kian menyusut.[266][267]
Adapun pemberontakan komunis di Filipina merupakan konflik bersenjata yang telah terjadi sejak tahun 1970-an. Konflik tersebut digencarkan oleh Partai Komunis Filipina dan sayap militernya, Tentara Rakyat Baru, yang melancarkan perang gerilya, penyergapan, pengeboman, dan pembunuhan berbagai pejabat pemerintah dan militer.[268] Pemberontakan komunis mulai berangsur menyusut setelah kembalinya demokrasi di Filipina pada tahun 1986,[259][269] meski Partai Komunis Filipina dan sayap militernya terus mendapat dukungan publik di perkotaan melalui Front Nasional Demokratik Filipina.[270] Menurut Indeks Perdamaian Global, Filipina sendiri berada di peringkat 104 dari 163 negara pada tahun 2024.[271]
Pembagian administratif
Secara geografis, Filipina dibagi menjadi 3 kelompok kepulauan utama, yakni Luzon, Bisaya, dan Mindanao. Secara administratif, Filipina dibagi menjadi 18 region, 82 provinsi, 149 kota, 1.493 munisipalitas, dan 42.011 barangay.[272] Selain Bangsamoro, pembagian region tersebut dilakukan untuk kemudahan administratif.[273] Region dengan penduduk terbanyak adalah Calabarzon, sementara region dengan penduduk terpadat adalah Metro Manila.[274] Adapun region yang berada di Filipina dapat dilihat pada tabel dan peta berikut.
| Daerah | Region | Pusat region |
|---|---|---|
| Ilocos | Region I | San Fernando, La Union |
| Lembah Cagayan | Region II | Tuguegarao, Cagayan |
| Luzon Tengah | Region III | San Fernando, Pampanga |
| Calabarzon | Region IV-A | Calamba, Laguna |
| Mimaropa | Mimaropa | Calapan, Mindoro Timur |
| Region Bikol | Region V | Legazpi, Albay |
| Visayas Barat | Region VI | Kota Iloilo, Iloilo |
| Visayas Tengah | Region VII | Kota Cebu, Cebu |
| Visayas Timur | Region VIII | Tacloban, Leyte |
| Semenanjung Zamboanga | Region IX | Pagadian, Zamboanga Selatan |
| Mindanao Utara | Region X | Cagayan de Oro, Misamis Timur |
| Region Davao | Region XI | Davao, Davao Selatan |
| Soccsksargen | Region XII | Koronadal, Cotabato Selatan |
| Caraga | Region XIII | Butuan, Agusan Utara |
| Bangsamoro | BARMM | Cotabato, Maguindanao del Norte |
| Region Administratif Cordillera | CAR | Baguio, Benguet |
| Metro Manila | NCR | Manila |
| Region Pulau Negros | NIR | Bacolod, Negros Barat dan Dumaguete, Negros Timur (de facto/sementara) |
Filipina merupakan negara kesatuan, dengan pengecualian di Region Otonomi Bangsamoro, yang memiliki hukum dasarnya sendiri.[275] Desentralisasi telah diterapkan oleh pemerintah Filipina secara bertahap, meski ada pula dorongan untuk melakukan desentralisasi lebih jauh.[276][277] Pada tahun 1991, pemerintah pusat telah mendevolusi beberapa kewenangan kepada pemerintah daerah.[278]
Ekonomi
Filipina merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-34 di dunia, dengan perkiraan produk domestik brutonya mencapai US$507,7 miliar pada tahun 2025.[279] Sebagai negara industri baru,[280][281] Filipina telah mengalami transisi dari berbasis pada agrikultur menjadi berbasis jasa dan manufaktur.[280][282] Angkatan kerja negara ini mencapai 50 miliar pada tahun 2023, dengan tingkat pengangguran sebesar 3,1 persen.[283][butuh pemutakhiran] Cadangan devisa bruto negara ini berjumlah US$103,406 miliar pada bulan Januari 2024,[284][butuh pemutakhiran] sementara rasio hutang dengan PDBnya berkurang menjadi 60,2 persen pada akhir tahun 2024, dari level tertinggi dalam 17 tahun terakhir, yaitu 63,7 persen pada akhir kuartal ketiga tahun tersebut.[285][butuh pemutakhiran] Adapun mata uang negara tersebut adalah peso Filipina,[286] yang disimbolkan sebagai ₱[287] atau PHP.[288]
Filipina merupakan pengimpor neto[217]: 55–56, 61–65, 77, 83, 111 [289] dan negara debitur.[290] Hingga tahun 2020, mitra ekspor negara ini adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, dan Singapura,[291][butuh pemutakhiran] di mana ekspor utamanya mencakup sirkuit terpadu, mesin kantor dan suku cadangnya, transformator listrik, kabel berisolasi, dan semikonduktor.[291][butuh pemutakhiran] Sementara itu, mitra impor negara ini di tahun yang sama adalah Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Indonesia.[291][butuh pemutakhiran] Filipina merupakan negara pengekspor hasil tani seperti kelapa, pisang, dan nanas. Filipina sendiri merupakan negara penghasil pisang abaka terbesar di dunia.[146]: 226–242 Selain itu, negara ini merupakan pengekspor bijih nikel terbesar kedua pada tahun 2022,[292] juga eksportir logam berlapis emas dan kopra terbesar di dunia pada tahun 2020.[291]
Filipina merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, di mana pertumbuhan rata-rata ekonominya mencapai enam hingga tujuh persen sejak tahun 2010.[293] Hal ini didorong oleh peningkatan sektor jasa di negara tersebut.[294] Pertumbuhan ekonomi daerah di dalam negeri tidak begitu merata, sementara wilayah urban, khususnya Manila, memperoleh manfaat pertumbuhan ekonomi tersebut.[295][296] Remitansi dari orang Filipina di perantauan telah berpengaruh signifikan terhadap ekonomi negara,[294][297] di mana remitansi menyusun sekitar 8,5 persen dari PDB Filipina (sekitar US$37,20 miliar) pada tahun 2023.[298] Filipina juga merupakan pusat pengalihdayaan proses bisnis di dunia,[299][300] di mana sekitar 1,3 jutamasyarakatnya bekerja di sektor tersebut, termasuk yang bekerja di layanan pelanggan.[301]
Sains dan teknologi
Filipina merupakan negara yang memiliki sistem penelitian terkait dengan pertanian terbesar di Asia, meski anggaran untuk penelitian dan pengembangan pertanian relatif rendah.[302][303] Negara tersebut telah mengembangkan berbagai varietas hasil tani, seperti padi,[304][305] kelapa,[306] dan pisang.[307] Lembaga organisasi yang berperan dalam penelitian tersebut adalah Institut Penelitian Padi Filipina[308] dan Lembaga Penelitian Padi Internasional.[309]
Filipina memiliki program antariksa yang dikelola oleh Badan Antariksa Filipina.[310][311] Program tersebut berhasil meluncurkan satelit pertama milik negara tersebut, yakni Agila-2, pada tahun 1996.[312] Mikrosatelit pertamanya, Diwata-1, diluncurkan bersamaan dengan wahana antariksa Cygnus pada tahun 2016.[313]
Filipina memiliki jumlah pengguna telepon genggam yang tinggi,[314] dengan tingkat perdagangan seluler yang tinggi pula.[315] Masyarakat Filipina umumnya melakukan komunikasi melalui pesan teks, di mana negara tersebut tercatat mengirim rata-rata satu miliar pesan SMS per hari pada tahun 2007.[316] Industri telekomunikasi di Filipina sendiri didominasi oleh dua perusahaan PLDT dan Globe Telecom hingga tahun 2021,[317] ketika Dito Telecommunity berdiri dan meningkatkan layanan telekomunikasi di negara tersebut.[318]
Pariwisata

Filipina merupakan negara destinasi wisata populer, terutama bagi wisatawan asing pensiunan yang menikmati iklim dan biaya hidup yang relatif rendah.[319] Negara ini memiliki beragam jenis pantai,[44]: 109 [320] yang menjadikannya destinasi utama bagi penyelam.[321][322] Objek wisata negara ini dapat ditemukan di Pulau Boracay (yang menurut majalah Travel + Leisure merupakan pulau terbaik di dunia pada tahun 2012),[323] Coron dan El Nido di Pulau Palawan, Pulau Cebu, Pulau Siargao, dan Pulau Bohol.[324]
Pariwisata menyumbang 5,2 persen PDB Filipina pada tahun 2021, meski angka ini lebih rendah dari tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19,[325][butuh pemutakhiran] dan menyediakan 5,7 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2019.[326][butuh pemutakhiran] Filipina sendiri telah menarik kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 5,45 juta pada tahun 2023, meski angka ini lebih rendah dari pada tahun 2019, yang mencapai 8,26 juta. Kebanyakan wisatawan mancanegara ini berasal dari Kore Selatan (26,4 persen), Amerika Serikat (16,5 persen), Jepang (5,6 persen), Australia (4,89 persen), dan Tiongkok (4,84 persen).[327][butuh pemutakhiran]
Infrastruktur
Transportasi

Moda transportasi darat, terutama jalan raya, merupakan moda transportasi yang dominan di Filipina, yang mengangkut 98 persen orang dan 58 persen kargo.[329] Pada bulan Desember 2018, terdapat lebih dari 210.528 kilometer jalan di negara ini.[330][butuh pemutakhiran] Tulang punggung transportasi darat di Filipina adalah Pan-Philippine Highway, yang menghubungkan pulau Luzon, Samar, Leyte, dan Mindanao.[331] Transportasi antar pulau dihubungkan melalui Philippine Nautical Highway System, yang merupakan sistem jalan raya dan rute feri terintegrasi sepanjang 919 kilometer yang menghubungkan 17 kota.[332][333] Filipina sendiri memiliki masalah kemacetan yang signifikan, khususnya di Manila dan di jalan-jalan arteri menuju ibu kota.[334][335] Transportasi umum di Filipina tersedia sebagai alternatif dari kendaraan pribadi, seperti jeepney (yang merupakan kendaraan umum terpopuler dan ikonik di negara tersebut),[146]: 496–497 bus, UV Express, TNVS, Filcab, taksi, dan traysikel.[336][337]
Transportasi rel di Filipina masih terbatas,[146]: 491 meski moda transportasi tersebut umum digunakan di masa kolonial.[338] Rute kereta api yang ada di Filipina hanya melayani penumpang di Metro Manila serta provinsi Laguna[339] dan Quezon,[340] ditambah dengan jalur rel pendek di Region Bikol.[146]: 491 Total jalur rel di Filipina sejak tahun 2019 adalah 79 kilometer.[341][butuh pemutakhiran] Pemerintah telah merencanakan penambahan jalur menjadi 214 kilometer,[341][butuh pemutakhiran] terutama jalur kereta api barang, yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan jalan raya.[342][343]
Filipina memiliki 90 bandar udara nasional yang dimiliki pemerintah pada tahun 2022, di mana delapan di antaranya berstatus bandar udara internasional.[344] Bandar udara tersibuk di negara ini adalah Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino.[344] Pada tahun 2017, maskapai penerbangan domestik yang mendominasi Filipina adalah Philippine Airlines, yang merupakan maskapai penerbangan nasional sekaligus maskapai penerbangan komersial tertua di Asia,[345][346] dan Cebu Pacific (yang merupakan maskapai penerbangan bertarif rendah).[347][348]
Transportasi laut yang ada di Filipina umumnya dapat berupa perahu tradisional seperti perahu cadik (yang dikenal sebagai banca[349] atau bangka)[350] atau kapal modern yang menggunakan mesin motor dan kayu lapis.[349][351] Keduanya umum digunakan untuk penangkapan ikan dan perjalanan antar pulau.[350] Filipina sendiri memiliki lebih dari 1.800 pelabuhan laut,[352] di mana pelabuhan utama seperti pelabuhan Manila (yang merupakan pelabuhan tersibuk di negara tersebut),[353] Batangas, Teluk Subic, Cebu, Iloilo, Davao, Cagayan de Oro, General Santos, dan Zamboanga, merupakan bagian dari Jaringan Transportasi Perbara.[354][355]
Energi
Pada tahun 2021, Filipina memiliki total kapasitas daya terpasang sebesar 26.882 MW. Dari total kapasitas dayanya, 43 persen dihasilkan dari batu bara, 14 persen dari minyak bumi, 14 persen dari tenaga air, 12 persen dari gas alam, dan tujuh persen dari sumber panas bumi.[356] Negara ini merupakan produsen energi panas bumi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Indonesia.[357] Bendungan terbesar di negara ini adalah Bendungan San Roque, yang membentang sepanjang 1,2 kilometer membendung Sungai Agno di Pangasinan.[358] Sumber utama minyak dan gas negara tersebut berada di ladang gas Malampaya, yang ditemukan pada tahun 1990-an di lepas pantai Palawan. Penemuan ladang gas ini mengurangi impor minyak Filipina sekaligus menyediakan keperluan energi negara sebanyak 30 persen.[146]: 347 [359]
Filipina memiliki tiga jaringan listrik untuk setiap kelompok pulaunya.[360] Perusahaan yang mengelola jaringan listrik ini sejak tahun 2009 adalah Perusahaan Jaringan Listrik Nasional Filipina,[361] yang juga menyediakan saluran listrik udara di seluruh negara. Distribusi listrik kepada konsumen disediakan oleh perusahaan distribusi swasta dan perusahaan koperasi listrik milik negara.[360] Pada akhir tahun 2021, 95,41 persen rumah tangga telah menerima aliran listrik.[362]
Filipina pernah merencanakan penerapan energi nuklir pada tahun 1970-an pada masa pemerintahan Ferdinand Marcos sebagai tanggapan terhadap krisis minyak 1973.[363] Pada waktu itu, Filipina berhasil membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Asia Tenggara di Provinsi Bataan pada tahun 1984.[364] Namun, masalah politik yang terjadi pasca-Revolusi EDSA dan masalah keamanan nuklir setelah bencana Chernobyl pada tahun 1986 telah menghalangi pembangkit listrik untuk beroperasi.[363][365] Saat ini, upaya untuk menerapkan tenaga nuklir masih menjadi bahasan kontroversial.[364][366]
Penyediaan air dan sanitasi

Penyediaan air dan sanitasi di luar Metro Manila disediakan oleh pemerintah melalui kantor distrik air lokal di berbagai kota.[367][368][369] Adapun penyediaan air dan sanitasi di Metro Manila disediakan oleh Manila Water dan Maynilad Water Services. Penggunaan air tanah di kawasan tersebut membutuhkan izin tertulis dari Dewan Sumber Daya Air Nasional, kecuali untuk sumur dangkal yang digunakan untuk penggunaan domestik.[368] Pada tahun 2022, jumlah air yang diambil meningkat menjadi 91 miliar meter kubik dari jumlah di tahun sebelumnya, yakni 89 miliar meter kubik. Total pengeluaran untuk air pada tahun tersebut adalah ₱144,81 miliar.[370]
Sebagian besar limbah di Filipina dialirkan melalui tangki septik.[368] Pada tahun 2015, Program Pemantauan Bersama untuk Penyediaan Air dan Sanitasi mencatat bahwa 74 persen penduduk Filipina memiliki akses ke sanitasi yang lebih baik dan telah mendapat peningkatan kualitas sanitasi dari tahun 1990 hingga 2015.[371] Sekitar 96 persen rumah tangga di Filipina memiliki sumber air minum yang baik dan 92 persen rumah tangga memiliki fasilitas toilet sanitasi yang baik pada tahun 2016. Meski demikian, sambungan fasilitas toilet ke sistem pembuangan limbah yang layak sebagian besar masih belum memadai, terutama bagi masyarakat pedesaan dan masyarakat miskin di perkotaan.[372]: 46
Demografi
Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan di bulan Juli 2024, Filipina memiliki populasi sebanyak 112.729.484 penduduk.[8] Lebih dari 60 persen penduduknya berada di kawasan pesisir.[373] Sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa 54 persen penduduk hidup di kawasan perkotaan,[374] terutama Metro Manila. Region tersebut memiliki penduduk sebanyak 13,48 juta (sekitar 12 persen dari jumlah seluruh penduduk Filipina), di mana sebagian besar tinggal di Kota Quezon dan Manila.[374] Hal ini menjadikan Metro Manila sebagai kawasan metropolitan terbesar di Filipina[375] sekaligus kelima terbesar di dunia.[376] Pertumbuhan penduduk di negara ini meningkat pesat dari 19 juta penduduk pada tahun 1948 hingga mencapai 92 juta pada tahun 2010.[377]
Median umur penduduk negara ini adalah 25,3 tahun, dan 63,9 persen populasinya berada dalam rentang usia 15 hingga 64 tahun.[378] Tingkat pertumbuhan penduduk tahunan rata-rata di Filipina mulai menunjukkan tren penurunan,[379] meskipun upaya pemerintah untuk terus mengurangi pertumbuhan penduduk masih kontroversial.[380] Tingkat kemiskinan di negara ini menurun dari 49,2 persen di tahun 1985[381] menjadi 18,1 persen pada tahun 2021.[382] Kesenjangan pendapatan di Filipina juga mulai menunjukkan penurunan sejak tahun 2012.[381]
Kota-kota besar di Filipina
| ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kota | Region | Populasi | Kota | Region | Populasi | |||||
| 1 | Kota Quezon | Metro Manila | 3.084.270 | Metro Manila |
7 | Kota Cebu | Visayas Tengah | 965.332 | ||
| 2 | Manila | Metro Manila | 1.902.590 | 8 | Antipolo | Calabarzon | 913.712 | |||
| 3 | Kota Davao | Region Davao | 1.848.947 | 9 | Pasig | Metro Manila | 853.050 | |||
| 4 | Caloocan | Metro Manila | 1.712.945 | 10 | Dasmariñas | Calabarzon | 744.511 | |||
| 5 | Taguig | Metro Manila | 1.308.085 | 11 | Cagayan de Oro | Mindanao Utara | 741.617 | |||
| 6 | Kota Zamboanga | Semenanjung Zamboanga | 1.018.894 | 12 | Valenzuela | Metro Manila | 725.173 | |||
| Sumber: Otoritas Statistik Filipina, 2024 | ||||||||||
Kelompok etnik
Filipina merupakan negara yang memiliki beragam etnis, baik karena faktor topografi dan lautan maupun karena pengaruh asing.[193] Dalam sensus penduduk tahun 2020, kelompok etnik terbesar di Filipina adalah Orang Tagalog, yaitu 26 persen. Jumlah ini diikuti oleh Orang Bisayak (tidak termasuk Orang Cebu, Orang Hiligaynon, dan Orang Waray; 14,3 persen), Orang Ilokan (8 persen), Orang Cebu (8 persen), Orang Hiligaynon (7,9 persen), Orang Bikolano (6,5 persen), dan Orang Waray (3,8 persen).[4] Masyarakat adat di negara tersebut terbagi dalam 110 kelompok etnolinguistik,[383] dengan populasi gabungan mencapai 15,56 juta pada tahun 2020.[4] Kelompok masyarakat adat ini termasuk suku Igorot, Lumad, Mangyan, dan masyarakat adat Palawan.[384]
Penghuni awal Kepulauan Filipina diketahui merupakan orang Negrito.[61]: 35 Mereka merupakan bagian dari kelompok ras Australoid, yakni sisa migrasi manusia awal dari Afrika ke Australia yang mungkin tergusur oleh gelombang migrasi manusia berikutnya.[385] Beberapa orang Negrito di Filipina diketahui memiliki campuran Denisova dalam genom mereka.[386][387] Sementara itu, orang Filipina saat ini umumnya termasuk dalam salah satu kelompok etnik Asia Tenggara, yang secara linguistik diklasifikasikan sebagai suku Austronesia yang berbicara rumpun bahasa Melayu-Polinesia.[388]
Asal usul suku-suku Austronesia di Filipina tidak dapat ditentukan secara pasti, tetapi kerabat penduduk asli Taiwan kemungkinan membawa bahasa mereka dan bercampur dengan penduduk di kepulauan tersebut.[389][390] Beberapa kelompok etnik seperti Lumad dan Bajau memiliki hubungan leluhur dengan orang Htin yang berbahasa Mlabri dan Austroasia, yang berasal dari daratan Asia Tenggara. Ekspansi orang berbahasa Papua ke arah barat dari Papua Nugini ke Indonesia timur dan Mindanao kemungkinan menurunkan orang Blaan. Sementara itu, beberapa penduduk India yang bermigrasi ke kerajaan-kerajaan pra-kolonial di kepulauan tersebut menurunkan penduduk Filipina keturunan India.[391]
Ketika Spanyol berkuasa atas Kepulauan Filipina, imigran yang datang dari daerah lain, terutama dari Amerika Spanyol, datang ke kepulauan tersebut.[392][393]: Chpt. 6 [394] Sebuah proyek yang dicanangkan oleh National Geographic mengungkapkan bahwa orang Filipina umumnya membawa penanda genetik dengan persentase berikut: 53 persen berasal dari Asia Tenggara dan Oseania, 36 persen dari Asia Timur, 5 persen dari Eropa Selatan, 3 persen dari Asia Selatan, dan 2 persen dari penduduk asli Amerika, yang terutama dari Amerika Latin.[393]: Chpt. 6 [395]
Di Filipina, keturunan dari pasangan ras campuran dikenal sebagai Mestizo, yang juga dikenal sebagai tisoy.[396] Pada masa penjajahan Spanyol, sebagian besar mestizo terdiri dari mestizo Tionghoa (Mestizos de Sangley), mestizo Spanyol (Mestizos de Español) dan campuran keduanya (tornatrás).[397][398][399] Sensus upeti pada akhir abad ke-18 menunjukkan bahwa orang Spanyol Filipina hanya sekitar 5 persen dari semua penduduk di Filipina.[400]: 539 [401]: 31, 54, 113 Sementara itu, proporsi yang lebih kecil (2,33 persen) dari populasi tersebut merupakan orang Filipina keturunan orang Meksiko.[394]: 100 Tionghoa Filipina merupakan masyarakat imigran yang terintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat Filipina modern.[193][402] Pada masa kolonial Amerika Serikat, Tionghoa di Filipina, terutama keturunan imigran dari Fujian konon, berjumlah sekitar 1,35 juta penduduk.[403] Saat ini, sekitar 22,8 juta (sekitar 20 persen) orang Filipina memiliki setengah atau sebagian keturunan Tionghoa dari imigran Tionghoa, baik yang datang sebelum masa kolonial, pada masa kolonial, maupun pada abad ke-20.[404][405]
Pada tahun 2023, sekitar 300.000 warga negara Amerika Serikat tinggal Filipina,[406] jumlah ini meningkat menjadi 750.000 pada tahun 2025[407] (membentuk 0,75% dari demografi),[407] ditambah dengan sekitar 250.000 orang Amerasia (0,25% dari demografi).[408] Sebagian besar dari demografi tersebut berada di kota Clark, Angeles, Manila, dan Olongapo.[408][409] Minoritas non-pribumi signifikan lainnya termasuk orang India[410] dan Arab.[411] Orang Jepang juga banyak yang bermigrasi ke Filipina, terutama bagi pemeluk agama Kristen (Kirishitan) yang melarikan diri dari penganiayaan oleh Shogun Tokugawa Ieyasu.[412]
Bahasa
Basis data Ethnologue mencatat terdapat 186 bahasa di Filipina. Dari jumlah tersebut 182 di antaranya masih dituturkan hingga saat ini, sementara empat lainnya tidak memiliki penutur yang masih hidup. Kebanyakan bahasa asli di Filipina merupakan bagian rumpun bahasa Filipina, cabang dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia, yang juga merupakan cabang dari rumpun bahasa Austronesia.[388] Selain itu, terdapat variasi bahasa kreol yang diturunkan dari bahasa Spanyol, yang dikenal sebagai bahasa Chavacano.[413] Filipina juga memiliki bahasa-bahasa Negrito, yang memiliki kosa kota unik dan asli yang masih lestari hingga saat ini.[414]
Bahasa resmi di Filipina adalah bahasa Filipino dan bahasa Inggris.[415] Bahasa Filipino merupakan bahasa Tagalog yang telah dibakukan, dan umumnya dipakai di Region Metro Manila.[416] Bahasa Filipino dan bahasa Inggris, bersama dengan bahasa lokal sebagai bahasa ketiga, digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pemerintahan, pendidikan, media, dan bisnis.[417] Orang Filipina umum melakukan alih kode bahasa Inggris dengan bahasa lokal yang mereka kuasai, khususnya bahasa Tagalog.[418] Selain bahasa Filipino dan Inggris, Konstitusi Filipina juga mencatat bahasa Spanyol dan bahasa Arab sebagai bahasa opsional di negara tersebut.[415] Bahasa Spanyol sendiri merupakan basantara selama masa penjajahan Spanyol yang saat ini telah mengalami penurunan penggunaan yang signifikan.[419][420] Meski demikian, kata serapan dari bahasa Spanyol masih banyak terdapat dalam bahasa-bahasa di Filipina.[421][422][423] Sementara itu, bahasa Arab umum digunakan sebagai bahasa pengantar dalam sekolah Islam, khususnya di Mindanao.[424]
Menurut sensus pada tahun 2020, bahasa yang paling sering dituturkan di rumah adalah bahasa Tagalog, bahasa-bahasa Bisayak, Hiligaynon, Iloko, Cebu, dan bahasa-bahasa Bikol.[425] Sementara itu, terdapat sembilan belas bahasa daerah yang diterapkan sebagai bahasa resmi tambahan untuk media pengajaran:[3]
- Aklanon
- Bikol
- Cebu
- Chavacano
- Hiligaynon
- Ibanag
- Iloko
- Ivatan
- Kapampangan
- Karay-a
- Maguindanao
- Maranao
- Pangasinan
- Sambal
- Surigaonon
- Suluk
- Tagalog
- Waray
- Yakan
Bahasa daerah lainnya, seperti bahasa Cuyonon, Ifugao, Itbayat, Kalinga, Kamayo, Kankanaey, Masbatenyo, Romblomanon, bahasa-bahasa Manobo, dan bahasa-bahasa Bisayak, umum digunakan di provinsinya dan munisipalitasnya masing-masing.[388] Sementara itu, bahasa Isyarat Filipina merupakan bahasa isyarat nasional yang digunakan sebagai bahasa pengantar bagi penderita tuli.[426]
Agama

Meskipun Filipina merupakan negara sekuler dengan jaminan kebebasan beragama, mayoritas penduduk Filipina menganggap agama sebagai satu hal yang penting,[427] dengan sedikit jumlah penduduk yang menganggap dirinya ateis.[428][429][430] Sekitar 89 persen[431] penduduk Filipina menganut Kekristenan.[432][433] Pada tahun 2013, Filipina merupakan negara ketiga dengan populasi umat Katolik terbesar di dunia dan merupakan negara dengan penganut agama Kristen terbanyak di Asia.[434]
Sensus penduduk pada tahun 2020 menunjukkan bahwa 78.8 persen penduduk Filipina merupakan umat Gereja Katolik Roma.[b][435] Denominasi Kristen lainnya yang berada di Filipina termasuk Gereja Kristus Filipina, Gereja Independen Filipina, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.[436] Umat Protestan di Filipina mencakup sekitar 5% hingga 7% dari keseluruhan populasi pada tahun 2010.[437][438] Filipina sendiri merupakan negara penghasil misionaris Kristen yang membantu penyebaran Kekristenan di seluruh dunia dan merupakan pusat pelatihan bagi imam dan biarawati mancanegara.[439][440]

Islam merupakan agama kedua terbesar di Filipina. Menurut sensus penduduk 2020, Islam dianut oleh sekitar 6,4 persen penduduk,[436] khususnya di daerah Mindanao dan pulau-pulau sekitarnya.[433] Kebanyakan penganut Islam di negara tersebut merupakan bagian dari denominasi Sunni dan mengikuti mazhab Syafi'i.[441]
Sekitar 0,2 persen penduduk Filipina mengikuti agama asli Filipina,[436] yang praktiknya terkadang menyinkretiskan ajaran agama Kekristenan atau Islam.[157]: 29–30 [442] Selain itu, orang Filipina, khususnya keturunan Tionghoa,[443] menganut Buddhisme, dengan jumlah penganut sekitar 0,04 persen dari populasi.[436]
Kesehatan
Layanan kesehatan di Filipina disediakan oleh pemerintah pusat dan daerah, meskipun sebagian besar pengeluaran layanan kesehatan disumbangkan oleh pembayaran swasta.[372]: 25–27 [444] Pada tahun 2024, setiap kepala keluarga membiayai sekitar ₱12.751 untuk pengeluaran berkaitan dengan kesehatan, sementara negara tersebut menyisihkan 5,9 persen PDB-nya untuk pengeluaran kesehatan.[445] Pada tahun 2023, alokasi anggaran pemerintah Filipina untuk layanan kesehatan adalah ₱334,9 miliar.[446] Pemberlakuan Undang-Undang Cakupan Kesehatan Semesta tahun 2019 oleh Presiden Duterte memfasilitasi pendaftaran otomatis semua warga Filipina dalam program asuransi kesehatan nasional.[447][448] Sejak tahun 2018, pusat layanan kesehatan terpadu di negara tersebut telah didirikan di berbagai rumah sakit yang dikelola pemerintah untuk menyediakan bantuan medis kepada pasien kurang mampu.[449]
Angka harapan hidup di Filipina pada tahun 2023 adalah 70,48 tahun (66,97 tahun untuk pria dan 74,15 tahun untuk wanita).[127] Akses terhadap obat-obatan telah meningkat, seiring dengan diterimanya obat generik oleh masyarakat Filipina.[372]: 58 Pada tahun 2021, penyebab kematian utama di negara ini mencakup penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, Covid-19, neoplasma, dan diabetes.[450] Penyakit menular berkolerasi terhadap bencana alam, terutama pada waktu banjir.[451] Filipina sendiri merupakan negara dengan tingkat prevalensi tuberkulosis keempat terbesar di dunia, di mana sekitar satu juta orang Filipina merupakan pengidap aktif.[452]
Filipina memiliki 1.387 rumah sakit (33 persen di antaranya miliki negara), 23.381 pusat kesehatan di tiap barangay, 2.592 unit kesehatan pedesaan, 2.411 rumah bersalin, dan 659 klinik yang aktif memberikan layanan kesehatan di penjuru negara.[453] Sejak tahun 1967, Filipina merupakan negara dengan penyuplai perawat terbanyak di dunia,[454] di mana 70 persen lulusan keperawatan bekerja di luar negeri, sehingga menimbulkan masalah dalam mempertahankan praktisi terampil di dalam negeri.[455]
Pendidikan

Di Filipina, pendidikan dasar dan menengah terdiri dari enam tahun periode sekolah dasar, empat tahun sekolah menengah pertama, dan dua tahun sekolah menengah atas.[457] Sekolah negeri, yang disediakan oleh pemerintah, tidak memungut biaya pendidikan di semua tingkat dasar dan menegah dan di sebagian besar lembaga pendidikan tinggi negeri.[458][459] Siswa yang berbakat dapat memasuki sekolah menengah sains, yang pertama kali didirikan pada tahun 1963.[460] Pemerintah juga menyediakan lembaga pelatihan dan pengembangan teknis atau kejuruan melalui Otoritas Pendidikan Teknis dan Pengembangan Keterampilan.[461] Pada tahun 2004, pemerintah mulai menawarkan pendidikan alternatif kepada masyarakat Filipina yang mengalami putus sekolah untuk meningkatkan literasi.[462][463] Pada tahun yang sama, pemerintah juga mulai mendirikan berbagai madrasah, terutama di Bangsamoro, yang dikelola oleh Departemen Pendidikan.[464] Sekolah Katolik, yang jumlahnya lebih dari 1.500,[465] dan lembaga pendidikan tinggi juga merupakan bagian integral dari sistem pendidikan di negara tersebut.[466]
Pada tahun 2019, Filipina memiliki 1.975 lembaga perguruan tinggi, di mana 246 merupakan perguruan tinggi negeri dan 1.729 lainnya merupakan perguruan tinggi swasta.[467] Universitas negeri pada umumnya dikelola oleh negara atau didanai oleh pemerintah, dan bersifat nonsektarian.[468][469] Universitas nasional negara ini merupakan sistem Universitas Filipina, yang terdiri dari delapan sekolah.[470] Adapun universitas dengan peringkat tertinggi di negara tersebut adalah Universitas Filipina Diliman, Universitas Ateneo de Manila, Universitas De La Salle, dan Universitas Santo Tomas.[471][472][473]
Pada tahun 2019, sekitar 93,8 persen masyarakat Filipina berusia lima tahun ke atas melek aksara dengan kemampuan literasi dasar,[474] sementara angka literasi fungsionalnya adalah 91,6 persen untuk masyarakat berusia 10 sampai 64 tahun.[475] Alokasi anggaran pemerintah untuk pendidikan adalah ₱900,9 miliar pada tahun 2023.[446] Pada tahun 2023, negara tersebut memiliki 1.640 perpustakaan umum, yang terafiliasi dengan Perpustakaan Nasional Filipina.[476]
Budaya

Filipina merupakan negara dengan keanekaragaman budaya yang tinggi, diperkuat oleh fragmentasi geografinya.[31]: 61 [477] Budaya warisan kolonial Spanyol dan Amerika Serikat sangat mempengaruhi budaya Filipina.[478][193] Beberapa kebudayaan, seperti kebudayaan Suku Lumad di Mindanao dan Kepulauan Sulu berkembang secara berbeda karena memiliki pengaruh kolonial Spanyol yang terbatas dan lebih dipengaruhi oleh wilayah Muslim di dekatnya.[38]: 503 Sementara itu, kelompok pribumi lainnya seperti Suku Igorot tetap melestarikan adat dan tradisi prakolonial dengan terus-menerus melawan Spanyol.[479][480] Namun demikian, perbedaan pengaruh budaya tersebut tidak menghalangi identitas nasional untuk terbentuk pada abad ke-19, dengan simbol-simbol nasional serta adanya kesamaan nilai-nilai budaya dan sejarah di kepulauan tersebut.[477]
Warisan budaya kolonial Spanyol di Filipina meliputi agama mayoritasnya,[45]: 5 [478] sebuah bahasa kreol,[481] berbagai kata serapan,[422] bahasa Spanyol Filipina,[482] kesenian,[483] arsitektur,[484] kesusastraan,[485] drama,[486] hidangan,[487] musik,[488] tarian,[489] mode,[490] keberadaan nama dan nama keluarga yang mengikuti tradisi penamaan dari Spanyol,[146]: 75 [44]: 237 dan nama-nama tempat yang berasal dari bahasa Spanyol.[491] Sementara itu, warisan budaya kolonial Amerika Serikat[193] meliputi penggunaan bahasa Inggris[492]: 12 dan lumrahnya rumah makan siap saji serta film dan musik dari Amerika di Filipina.[478]
Hari libur di Filipina dapat diklasifikasikan sebagai hari libur biasa dan hari libur khusus.[493] Festival-festival umum dilakukan di berbagai kota dan desa dan umumnya bersifat keagamaan (biasanya untuk menghormati santo pelindung).[494][495] Festival-festival yang terkenal di Filipina meliputi Ati-Atihan,[496] Dinagyang,[497] Moriones,[498] Sinulog,[499] dan Flores de Mayo.[500] Negara ini juga dikenal memulai musim Natal paling awal, yakni pada tanggal 1 September.[501]: 149 Selain Natal, Pekan Suci juga merupakan perayaan yang paling diantisipasi oleh masyarakat, khususnya umat Kristen, Filipina, dan diikuti secara khidmat.[502][501]: 149
Nilai
Nilai-nilai Filipina merupakan jenis budaya yang berakar pada aliansi pribadi, terutama yang didasarkan pada hubungan kekerabatan, kewajiban, persahabatan, agama (terutama Kristen), dan perdagangan.[61]: 41 Nilai-nilai tersebut berpusat pada keharmonisan sosial melalui pakikisama (persahabatan),[503]: 74 yang terutama dimotivasi oleh keinginan untuk diterima oleh suatu kelompok sosial.[504][505][492]: 47 Timbal balik melalui utang na loob (utang budi) merupakan ciri budaya Filipina yang signifikan, dan utang budi yang terinternalisasi tidak akan pernah dapat dilunasi sepenuhnya.[503]: 76 [506] Sanksi utama atas penyimpangan dari nilai-nilai ini adalah konsep hiya (rasa malu)[507] dan hilangnya amor propio (harga diri).[505]
Keluarga merupakan pusat masyarakat Filipina, di mana norma-norma yang berpusat pada keluarga seperti kesetiaan, menjaga hubungan dekat, dan merawat orang tua yang lanjut usia telah tertanam di dalam masyarakat Filipina.[508][509] Rasa hormat terhadap otoritas dan orang tua dihargai, dan ditunjukkan dengan gestur seperti mano dan gelar kehormatan seperti po, opo, dan kuya (khusus untuk kakak laki-laki) atau ate (khusus untuk kakak perempuan).[510][511] Nilai-nilai Filipina lainnya adalah optimisme memikirkan masa depan, pesimisme tentang masa kini, kepedulian terhadap orang lain, persahabatan, kesantunan, religiusitas, rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain (terutama wanita), dan integritas.[512]
Musik dan tarian

Tari rakyat di Filipina umumnya berupa tarian yang dipengaruhi adat tradisional atau tarian yang dipengaruhi budaya Spanyol.[157]: 173 Salah satu tarian yang dipengaruhi budaya Spanyol adalah Cariñosa, yang secara tidak resmi menjadi tarian nasional negara tersebut.[514] Meskipun tarian tradisional tidak banyak dimainkan kembali pada masa kolonial Spanyol,[515]: 77 tarian tersebut mulai dipopulerkan kembali pada tahun 1920-an.[515]: 82 Berbagai tarian tradisional tersebut termasuk Tininkling dan Singkil, yang mengikuti ritme tiang bambu.[516][517] Tarian modern di Filipina bervariasi, mulai dari balet yang halus[518] hingga tari kejang jalanan.[519][520]
Adapun musik tradisional seperti musik rondalla (yang menggunakan instrumen tradisional sejenis mandolin), populer bahkan selama masa kolonial Spanyol.[113]: 327 [521] Musik yang dipengaruhi budaya Spanyol juga populer di Filipina, seperti penerapan band yang menggunakan bandurria.[522][521] Genre musik kundiman berkembang selama periode 1920-an dan 1930-an.[523] Masa kolonial Amerika Serikat memperkenalkan banyak orang Filipina dengan budayanya dan musik pop.[523] Musik rok diperkenalkan di Filipina pada tahun 1960-an, yang berkembang menjadi varian genrenya sendiri, yakni rok Filipina (atau Pinoy rock), yang mencakup pop rok, rok alternatif, heavy metal, punk rok, new wave, ska, dan reggae. Pada masa darurat militer tahun 1970-an, skena musik di Filipina menghasilkan grup musik dan artis rok rakyat Filipina, yang berada di garis depan demonstrasi politik menentang Ferdinand Marcos.[524]: 38–41 Dekade tersebut juga menyaksikan lahirnya Manila sound dan Original Pilipino Music (OPM).[525][44]: 171 Hip-hop Filipina, yang mulai terbentuk sejak tahun 1979, memasuki arus utama musik pada tahun 1990.[526][524]: 38–41 Pada masa itu juga, karaoke menjadi populer di negara tersebut.[527] Pada tahun 2010 hingga 2020, Pinoy pop muncul yang mendapat pengaruh dari K-pop dan J-pop.[528]
Teater drama produksi lokal mulai berkembang pada masa kolonial di akhir tahun 1870-an dan meningkat pesat sejak saat itu. Pengaruh budaya Spanyol pada masa itu memperkenalkan teatrikal zarzuela (yang diriingi musik)[529] dan comedia (yang diiringi tarian). Drama-drama tersebut menjadi populer di seluruh negeri[515]: 69–70 dan ditulis dalam berbagai bahasa lokal.[529] Sementara itu, pengaruh budaya Amerika Serikat memperkenalkan balet dan vaudeville.[515]: 69–70 Teater realisme menjadi dominan pada abad ke-20, dengan drama-drama yang berfokus pada isu-isu politik dan sosial masa kini.[529]
Lihat pula
Catatan
- ^ Meskipun Manila telah ditunjuk sebagai ibu kota negara, pusat pemerintahannya ditetapkan berada di Region Ibu Kota Nasional, yang mana Manila merupakan salah satu bagiannya.[2] Berbagai kantor lembaga pemerintah nasional berlokasi di berbagai bagian di Metro Manila, sementara Istana Malacañang berlokasi di Manila.
- ^ a b Tidak termasuk umat Katolik Karismatik yang berjumlah 74.096 orang (0,07% dari populasi Filipina pada tahun 2020)[5]
- ^ bahasa Inggris: Philippines /ˈfilɪpiːnz/ ⓘ; bahasa Filipino: Pilipinas, pelafalan dalam bahasa Tagalog: [pɪ.lɪˈpiː.nɐs]
- ^ Di berbagai bahasa daerah yang diakui di Filipina:
- bahasa Aklanon: Republika it Pilipinas
- bahasa Bikol: Republika kan Filipinas
- bahasa Cebu: Republika sa Pilipinas
- bahasa Chavacano: República de Filipinas
- bahasa Hiligaynon: Republika sang Filipinas
- bahasa Ibanag: Republika nat Filipinas
- bahasa Iloko: Republika ti Filipinas
- bahasa Ivatan: Republika nu Filipinas
- bahasa Kapampangan: Republika ning Filipinas
- bahasa Karay-a: Republika kang Pilipinas
- bahasa Maguindanao: Republika nu Pilipinas
- bahasa Maranao: Republika a Pilipinas
- bahasa Pangasinan: Republika na Filipinas
- bahasa Sambal: Republika nin Pilipinas
- bahasa Surigaonon: Republika nan Pilipinas
- bahasa Tagalog: Republika ng Pilipinas
- bahasa Suluk: Republika sin Pilipinas
- bahasa Waray-waray: Republika han Pilipinas
- bahasa Yakan: Republika si Pilipinas
Di berbagai bahasa opsional di Filipina:
- bahasa Spanyol: República de las Filipinas
- bahasa Arab: جمهورية الفلبين, translit. Jumhūriyyat al-Filibbīn
- ^ Untuk detail lebih lanjut, lihat Komisi Schurman.
- ^ Menurut beberapa sumber, luas daratan Filipina sebenarnya adalah 343.448 km2.[147]
Referensi
- ^ Republic Act No. 8491 (12 Februari 1998), Flag and Heraldic Code of the Philippines Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Presidential Decree No. 940, s. 1976 (29 Mei 1976), Establishing Manila as the Capital of the Philippines and as the Permanent Seat of the National Government Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ a b "DepEd adds 7 languages to mother tongue-based education for Kinder to Grade 3". GMA News Online (dalam bahasa Inggris). 13 Juli 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Desember 2013. Diakses tanggal 8 Februari 2023.
- ^ a b c "Ethnicity in the Philippines (2020 Census of Population and Housing)". Otoritas Statistik Filipina (Press release). Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2023. Diakses tanggal 11 Mei 2024.
- ^ a b Mapa, Dennis (21 Februari 2023). "Religious Affiliation in the Philippines (2020 Census of Population and Housing)" (PDF). Otoritas Statistik Filipina (Press release). hlm. 2. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 12 Agustus 2023. Diakses tanggal 11 Mei 2024.
- ^ "Philippines country profile". BBC News. 19 Desember 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Desemebr 2023. Diakses tanggal 10 Januari 2024.
- ^ [url=https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/philippines/ "Philippines"]. CIA World Factbook. Washington, DC: Badan Intelijen Pusat. 7 Juni 2023. Diakses tanggal 19 Juni 2023. ;
- ^ a b Mapa, Dennis. "2024 Census of Population (POPCEN) Population Counts Declared Official by the President" (Press release). Otoritas Statistik Filipina. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Juli 2025.
- ^ a b c d "World Economic Outlook Database, April 2025" (dalam bahasa Inggris).
- ^ GINI Report - Philippines (Report). Grup Bank Dunia.
- ^ "Human Development Report 2025" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 6 Mei 2025. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 6 Mei 2025. Diakses tanggal 6 Mei 2025.
- ^ Lucas, Brian (Agustus 2005). "Which side of the road do they drive on?". Diakses tanggal 22 Februari 2009.
- ^ a b Scott, William Henry (1994). Barangay: Sixteenth-century Philippine Culture and Society. Kota Quezon, Filipina: Ateneo de Manila University Press. ISBN 978-971-550-135-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 18 Oktober 2015.
- ^ Malcolm, George A. (1916). The Government of the Philippine Islands: Its Development and Fundamentals. Philippine Law Collection (dalam bahasa Inggris). Rochester, N.Y.: Lawyers Co-operative Publishing Company. hlm. 3. OCLC 578245510. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Februari 2023. Diakses tanggal 12 Februari.
- ^ Spate, Oskar H.K. (November 2004) [1979]. "Chapter 4. Magellan's Successors: Loaysa to Urdaneta. Two failures: Grijalva and Villalobos". The Spanish Lake. The Pacific since Magellan. Vol. I. London: Taylor & Francis. hlm. 97. doi:10.22459/SL.11.2004. ISBN 978-0-7099-0049-8. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Agustus 2008. Diakses tanggal 6 Juli 2020.
- ^ "The 1899 Malolos Constitution". Berita Negara Republik Filipina (dalam bahasa Spanyol and Inggris). Título I – De la República; Articulo 1. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Juni 2017. Diakses tanggal 11 Februari 2023.
- ^ Constantino, Renato (1975). The Philippines: A Past Revisited. Kota Quezon, Filipina: Tala Pub. Services. ISBN 978-971-8958-00-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 3 Februari 2024.
- ^ "The Jones Law of 1916". Berita Negara Republik Filipina. 29 Agustus 1916. Section 1.―The Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Agustus 2017. Diakses tanggal 12 Maret 2021.
- ^ "The 1935 Constitution". Berita Negara Republik Filipina. Article XVII, Section 1. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juni 2017. Diakses tanggal 11 Februari 2023.
- ^ "The Constitution of the Republic of the Philippines". Berita Negara Republik Filipina. 11 Februari 1987. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Juni 2017. Diakses tanggal 14 Maret 2021.
- ^ Ingicco, T.; van den Bergh, G. D.; Jago-on, C.; Bahain, J.; Chacón, M. G.; Amano, N.; Forestier, H.; King, C.; Manalo, K.; Nomade, S.; Pereira, A.; Reyes, M. C.; Sémah, A.; Shao, Q.; Voinchet, P.; Falguères, C.; Albers, P.C.H.; Lising, M.; Lyras, G.; Yurnaldi, D.; Rochette, P.; Bautista, A.; de Vos, J. (1 Mei 2018). "Earliest known hominin activity in the Philippines by 709 thousand years ago". Nature. 557 (7704). Universitas Wollongong: 233–237. Bibcode:2018Natur.557..233I. doi:10.1038/s41586-018-0072-8. ISSN 0028-0836. PMID 29720661. S2CID 256771231. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2019.
- ^ Greshko, Michael; Wei-Haas, Maya (10 April 2019). "New species of ancient human discovered in the Philippines". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal 10 April 2019. Diakses tanggal 24 Oktober 2020.
- ^ Détroit, Florent; Dizon, Eusebio; Falguères, Christophe; Hameau, Sébastien; Ronquillo, Wilfredo; Sémah, François (2004). "Upper Pleistocene Homo sapiens from the Tabon cave (Palawan, The Philippines): description and dating of new discoveries" (PDF). Human Palaeontology and Prehistory. 3 (2004). Elsevier: 705–712. Bibcode:2004CRPal...3..705D. doi:10.1016/j.crpv.2004.06.004. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 Februari 2015.
- ^ Jett, Stephen C. (2017). Ancient Ocean Crossings: Reconsidering the Case for Contacts with the Pre-Columbian Americas. Tuscaloosa, Ala.: University of Alabama Press. hlm. 168–171. ISBN 978-0-8173-1939-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 23 Mei 2020.
- ^ Brown, Jessica; Mitchell, Nora J.; Beresford, Michael, ed. (2005). The Protected Landscape Approach: Linking Nature, Culture and Community (PDF) (dalam bahasa Inggris). Gland, Switzerland and Cambridge, England: IUCN. hlm. 101–102. ISBN 978-2-8317-0797-6. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 April 2018. Diakses tanggal 19 Maret 2023.
- ^ Scott, William Henry (1984). Prehispanic Source Materials for the Study of Philippine History. Quezon City, Philippines: New Day Publishers. hlm. 17. ISBN 978-971-10-0227-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 20 April 2023.
- ^ Hung, Hsiao-Chun; Iizuka, Yoshiyuki; Bellwood, Peter; Nguyen, Kim Dung; Bellina, Bérénice; Silapanth, Praon; Dizon, Eusebio; Santiago, Rey; Datan, Ipoi; Manton, Jonathan H. (11 Desember 2007). "Ancient jades map 3,000 years of prehistoric exchange in Southeast Asia". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 104 (50). Akademi Sains Nasional: 19745–19750. doi:10.1073/pnas.0707304104. PMC 2148369. PMID 18048347.
- ^ a b Legarda, Benito Jr. (2001). "Cultural Landmarks and their Interactions with Economic Factors in the Second Millennium in the Philippines". Kinaadman (Wisdom): A Journal of the Southern Philippines. 23. Universitas Xavier – Ateneo de Cagayan]]: 40.
- ^ Postma, Antoon (1992). "The Laguna Copper-Plate Inscription: Text and Commentary". Philippine Studies. 40 (2). Kota Quezon, Filipina: Universitas Ateneo de Manila: 182–203. ISSN 0031-7837. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Desember 2015.
- ^ a b de Graaf, Hermanus Johannes; Kennedy, Joseph; Scott, William Henry (1977). Geschichte: Lieferung 2 (dalam bahasa Inggris). Leiden, Swiss: Brill. hlm. 198. ISBN 978-90-04-04859-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ a b c d e Junker, Laura Lee (1999). Raiding, Trading, and Feasting: The Political Economy of Philippine Chiefdoms. Honolulu, Hawaii: University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-2035-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 3, 2024. Diakses tanggal August 22, 2020.
- ^ Fox, Robert B. (2015). "The Archaeological Record of Chinese Influences in the Philippines". Dalam Chu, Richard T. (ed.). More Tsinoy Than We Admit: Chinese-Filipino Interactions Over the Centuries. Kota Quezon: Vibal Foundation, Inc. hlm. 10–13. ISBN 978-971-97-0682-3.
- ^ San Buena Ventura, Fr. Pedro de (1613). de Silva, Juan (Don.) (ed.). Vocabulario de lengua tagala: El romance castellano puesto primero (dalam bahasa Tagalog and Spanyol Modern Awal). La Noble Villa de Pila. hlm. 545.
Sangley) Langlang (pc) anſi llamauan los viejos deſtos [a los] ſangleyes cuando venian [a tratar] con ellos
[Sangley) Langlang (pc) ini adalah sebutan bagi para tetua Sangleyes ketika mereka datang [untuk berurusan] dengan mereka] Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ^ Boxer Codex (Manila Manuscript) (dalam bahasa Spanyol Modern Awal & Hokkien Manila Awal). Kodeks Boxer, yang pernah disimpan oleh C. R. Boxer. Manila. 1590s. hlm. 415 [PDF] / 204 [pada naskah asli]. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Maret 2024. Diakses tanggal 24 Maret 2024 – via Perpusatakaan Digital Universitas Indiana, digitisasi oleh Lilly Library. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- ^ Evangelista, Alfredo E. (1965). "Identifying Some Intrusive Archaeological Materials Found in Philippine Proto-historic Sites" (PDF). Asian Studies: Journal of Critical Perspectives on Asia. 3 (1). Asian Center, Universitas Filipina: 87–88. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 April 2023. Diakses tanggal 29 April 2023.
- ^ Ring, Trudy; Salkin, Robert M. & La Boda, Sharon (1996). International Dictionary of Historic Places: Asia and Oceania. Chicago, Ill.: Taylor & Francis. hlm. 565–569. ISBN 978-1-884964-04-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 22 Agustus 2020.
- ^ Quezon, Manuel L. III; Goitia, Pocholo, ed. (2016). Historical Atlas of the Republic. Manila, Filipina: Kantor Pengembangan Komunikasi Kepresidenan dan Perencanaan Strategis. hlm. 64. ISBN 978-971-95551-6-2.
- ^ a b c Wernstedt, Frederick L.; Spencer, Joseph Earle (January 1967). The Philippine Island World: A Physical, Cultural, and Regional Geography. Berkeley, Calif.: University of California Press. ISBN 978-0-520-03513-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 3, 2024. Diakses tanggal August 22, 2020.
- ^ Arcilla, José S. (1998). An Introduction to Philippine History (Edisi Fourth enlarged). Kota Quezon, Filipina: Ateneo de Manila University Press. hlm. 15. ISBN 978-971-550-261-0.
- ^ a b c d Newson, Linda A. (16 April 2009). Conquest and Pestilence in the Early Spanish Philippines. Honolulu, Hawaii: University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-6197-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Maret 2023. Diakses tanggal 5 Februari 2021.
- ^ Carley, Michael; Jenkins, Paul; Smith, Harry, ed. (2013) [2001]. "Chapter 7". Urban Development and Civil Society: The Role of Communities in Sustainable Cities. Sterling, Va.: Routledge. hlm. 108. ISBN 978-1-134-20050-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Maret 2023. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ Tan, Samuel K. (2008). A History of the Philippines. Kota Quezon, Filipina: University of the Philippines Press. hlm. 37. ISBN 978-971-542-568-1.
- ^ Bankoff, Greg (1 Januari 2007). "Storms of history: Water, hazard and society in the Philippines: 1565-1930". Dalam Boomgaard, Peter (ed.). A World of Water: Rain, Rivers and Seas in Southeast Asian Histories. Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde. Vol. 240. Leiden, Netherlands: KITLV Press. hlm. 153–184. ISBN 978-90-04-25401-5. JSTOR 10.1163/j.ctt1w76vd0.9.
- ^ a b c d Woods, Damon L. (2006). The Philippines: A Global Studies Handbook (dalam bahasa Inggris). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. ISBN 978-1-85109-675-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 6 Desember 2020.
- ^ a b c d e Guillermo, Artemio R. (2012). Historical Dictionary of the Philippines. Historical Dictionaries of Asia, Oceania, and the Middle East (Edisi Third). Lanham, Md.: The Scarecrow Press. ISBN 978-0-8108-7246-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ Wing, J.T. (2015). Roots of Empire: Forests and State Power in Early Modern Spain, c.1500–1750. Brill's Series in the History of the Environment. Brill. hlm. 109. ISBN 978-90-04-26137-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Januari 2024. Diakses tanggal 3 Februari 2024.
At the time of Miguel López de Legazpi's voyage in 1564-5, the Philippines were not a unified polity or nation.
[Pada saat pelayaran Miguel López de Legazpi tahun 1564-5, Filipina belum menjadi negara atau pemerintahan yang bersatu.] - ^ a b de Borja, Marciano R. (2005). Basques In The Philippines. The Basque Series. Reno, Nev.: University of Nevada Press. ISBN 978-0-87417-590-5. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Maret 2022. Diakses tanggal 25 April 2023.
- ^ Seijas, Tatiana (2014). "The Diversity and Reach of the Manila Slave Market". Asian Slaves in Colonial Mexico: From Chinos to Indians. Cambridge Latin American Studies. New York: Cambridge University Press. hlm. 36. ISBN 978-1-107-06312-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Februari 2023. Diakses tanggal 19 Maret 2023.
- ^ Andrade, Tonio (2005). "Chapter 4: La Isla Hermosa: The Rise of the Spanish Colony in Northern Taiwan". How Taiwan Became Chinese: Dutch, Spanish and Han colonialization in the Seventeenth Century. New York: Columbia University Press. ISBN 978-0-231-12855-1. Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2007 – via Gutenberg-e.
- ^ Beaule, Christine; Douglass, John G., ed. (21 April 2020). The Global Spanish Empire: Five Hundred Years of Place Making and Pluralism (dalam bahasa Inggris). Tucson, Ariz.: University of Arizona Press. hlm. 204. ISBN 978-0-8165-4084-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2023. Diakses tanggal 21 Maret 2023.
- ^ Giráldez, Arturo (19 Maret 2015). The Age of Trade: The Manila Galleons and the Dawn of the Global Economy (dalam bahasa Inggris). Lanham, Md.: Rowman & Littlefield. hlm. 2. ISBN 978-1-4422-4352-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 April 2023. Diakses tanggal 2 April 2023.
- ^ Acabado, Stephen (1 Maret 2017). "The Archaeology of Pericolonialism: Responses of the "Unconquered" to Spanish Conquest and Colonialism in Ifugao, Philippines" (PDF). International Journal of Historical Archaeology. 21 (1). Springer New York: 1–26. doi:10.1007/s10761-016-0342-9. S2CID 254541436. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 November 2020 – via Springer Link.
- ^ a b c Abinales, Patricio N.; Amoroso, Donna J. (2005). State and Society in the Philippines. Lanham, Md.: Rowman & Littlefield. ISBN 978-0-7425-1024-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ Schumacher, John N. (1984). "Syncretism in Philippine Catholicism: Its Historical Causes". Philippine Studies. 32 (3). Kota Quezon, Filipina: Ateneo de Manila University Press: 254. ISSN 2244-1093. JSTOR 42632710. OCLC 6015358201. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2023. Diakses tanggal 5 Oktober 2023.
- ^ a b c Halili, Maria Christine N. (2004). Philippine History (Edisi First). Manila, Filipina: REX Book Store, Inc. ISBN 978-971-23-3934-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Desember 2023. Diakses tanggal 23 Mei 2020.
- ^ Kane, Herb Kawainui (1996). "The Manila Galleons". Dalam Bob Dye (ed.). Hawaiʻ Chronicles: Island History from the Pages of Honolulu Magazine. Vol. I. Honolulu, Hawaii: University of Hawaii Press. hlm. 25–32. ISBN 978-0-8248-1829-6.
- ^ Bolunia, Mary Jane Louise A. "Astilleros: the Spanish shipyards of Sorsogon" (PDF). Proceedings of the 2014 Asia-Pacific Regional Conference on Underwater Cultural Heritage Conference; Session 5: Early Modern Colonialism in the Asia-Pacific Region (Prosiding konferensi). Honolulu, Hawaii: Asia-Pacific Regional Conference on Underwater Cultural Heritage Planning Committee. hlm. 1. OCLC 892536655. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 April 2015. Diakses tanggal 26 Oktober 2015 – via The Museum of Underwater Archaeology.
- ^ McCarthy, William J. (1 Desember 1995). "The Yards at Cavite: Shipbuilding in the Early Colonial Philippines". International Journal of Maritime History. 7 (2). SAGE Publications: 149–162. doi:10.1177/084387149500700208. S2CID 163709949.
- ^ a b c d e Ooi, Keat Gin, ed. (2004). Southeast Asia: A Historical Encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor. Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. ISBN 978-1-57607-770-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Januari 2023. Diakses tanggal 29 Januari 2021.
- ^ Klein, Bernhard; Mackenthun, Gesa, ed. (21 Agustus 2012). Sea Changes: Historicizing the Ocean (dalam bahasa Inggris). New York: Routledge. hlm. 63–66. ISBN 978-1-135-94046-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Agustus 2023. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
- ^ a b c d Dolan, Ronald E., ed. (1991). Philippines. Country Studies/Area Handbook Series. Washington, D.C.: GPO untuk Perpustakaan Kongres. Diarsipkan dari asli tanggal 9 November 2005. Diakses tanggal 13 Februari 2023 – via Country Studies.
- ^ Hoadley, Stephen; Ruland, Jurgen, ed. (2006). Asian Security Reassessed (dalam bahasa Inggris). Singapura: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 215. ISBN 978-981-230-400-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Maret 2023. Diakses tanggal 19 Maret 2023.
- ^ Kementerian Perang Amerika Serikat (1903). Annual Report of the Secretary of War (Report). Vol. III. Washington, D.C.: Kantor Penerbitan Pemerintah Amerika Serikat. hlm. 379–398.
- ^ Warren, James Francis (2007). The Sulu Zone, 1768–1898: The Dynamics of External Trade, Slavery, and Ethnicity in the Transformation of a Southeast Asian Maritime State (Edisi Second). Singapura: NUS Press. hlm. 124. ISBN 978-9971-69-386-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 22 Agustus 2020.
- ^ Crossley, John Newsome (28 Juli 2013). Hernando de los Ríos Coronel and the Spanish Philippines in the Golden Age. London: Ashgate Publishing, Ltd. hlm. 168–169. ISBN 978-1-4094-8242-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2023. Diakses tanggal 13 Januari 2021.
- ^ Cole, Jeffrey A. (1985). The Potosí Mita, 1573–1700: Compulsory Indian Labor in the Andes. Stanford, Calif.: Stanford University Press. hlm. 20. ISBN 978-0-8047-1256-9.
- ^ Castro, Amado A. (1982). "Foreign Trade and Economic Welfare in the Last Half-Century of Spanish Rule". Philippine Review of Economics. 19 (1 & 2). Fakultas Ekonomi Universitas Filipina: 97–98. ISSN 1655-1516. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Februari 2023. Diakses tanggal 11 Februari 2023.
- ^ Hedman, Eva-Lotta; Sidel, John (2005). Leifer, Michael (ed.). Philippine Politics and Society in the Twentieth Century: Colonial Legacies, Post-Colonial Trajectories. Politics in Asia. London: Routledge. hlm. 71. ISBN 978-1-134-75421-2.
- ^ Schumacher, John N. (1998). Revolutionary Clergy: The Filipino Clergy and the Nationalist Movement, 1850–1903. Kota Quezon, Filipina: Ateneo de Manila University Press. hlm. 23–30. ISBN 978-971-550-121-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 15 Januari 2021.
- ^ Acibo, Libert Amorganda; Galicano-Adanza, Estela (1995). Jose P. Rizal: His Life, Works, and Role in the Philippine Revolution (dalam bahasa Inggris). Manila, Philippines: REX Book Store, Inc. hlm. 46–47. ISBN 978-971-23-1837-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Februari 2023. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Owen, Norman G., ed. (1 Januari 2005). The Emergence of Modern Southeast Asia: A New History (dalam bahasa Inggris). Honolulu, Hawaii: University of Hawaii Press. hlm. 156. ISBN 978-0-8248-2841-7.
- ^ Borromeo-Buehler, Soledad (1998). The Cry of Balintawak: A Contrived Controversy: A Textual Analysis with Appended Documents. Quezon City, Philippines: Ateneo de Manila University Press. hlm. 7. ISBN 978-971-550-278-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 16 Januari 2021.
- ^ a b Duka, Cecilio D. (2008). Struggle for Freedom: A Textbook on Philippine History. Manila, Philippines: REX Book Store, Inc. ISBN 978-971-23-5045-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 September 2023. Diakses tanggal 16 Januari 2021.
- ^ Abinales, Patricio N. (8 Juli 2022). Modern Philippines. Understanding Modern Nations (dalam bahasa Inggris). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. ISBN 978-1-4408-6005-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Februari 2023. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Draper, Andrew Sloan (1899). The Rescue of Cuba: An Episode in the Growth of Free Government. New York: Silver Burdett. hlm. 170–172. OCLC 9764656. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2023. Diakses tanggal 10 Februari 2021.
- ^ Novesteras, Arsenio P. (2002). Isang Lahi... Isang Mithi [Satu Bangsa... Satu Keinginan] (dalam bahasa Filipino). Makati, Filipina: Salesiana Publishers, Inc. hlm. 28, 137, 184. ISBN 971-522-427-X.
- ^ Starr, J. Barton, ed. (September 1988). The United States Constitution: Its Birth, Growth, and Influence in Asia. Hong Kong, Tiongkok: Hong Kong University Press. hlm. 260. ISBN 978-962-209-201-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2023. Diakses tanggal 19 Januari 2021.
- ^ "The week". The Nation. Vol. 68, no. 1766. 4 Mei 1899. hlm. 323.
- ^ Linn, Brian McAllister (2000). The Philippine War, 1899–1902. Lawrence, Kans.: University Press of Kansas. hlm. 75–76. ISBN 978-0-7006-1225-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 25 Desember 2018.
- ^ Paterno, Pedro Alejandro (2 Juni 1899). "Pedro Paterno's Proclamation of War". The Philippine-American War Documents. Kota San Pablo, Filipina: MSC Institute of Technology, Inc. Diakses tanggal 25 Desember 2016.
- ^ a b Tucker, Spencer, ed. (20 Mei 2009). "Philippine-American War". The Encyclopedia of the Spanish-American and Philippine-American Wars: A Political, Social, and Military History (dalam bahasa Inggris). Vol. I: A–L (Edisi Illustrated). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 478. ISBN 978-1-85109-951-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 September 2023. Diakses tanggal 25 Juli 2021.
- ^ Cocks, Catherine; Holloran, Peter C.; Lessoff, Alan (13 Maret 2009). "Philippine-American War (1899–1902)". Historical Dictionary of the Progressive Era. Historical Dictionaries of U.S. Historical Eras. Vol. 12. Lanham, Md.: The Scarecrow Press. hlm. 332. ISBN 978-0-8108-6293-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2023. Diakses tanggal 27 Desember 2022.
- ^ Gates, John M. (November 2002). "Chapter 3: The Pacification of the Philippines". The U.S. Army and Irregular Warfare. OCLC 49327571. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Agustus 2010. Diakses tanggal 20 Februari 2010 – via College of Wooster.
- ^ Federspiel, Howard M. (31 Januari 2007). Sultans, Shamans, and Saints: Islam and Muslims in Southeast Asia (dalam bahasa Inggris). Honolulu, Hawaii: University of Hawaii Press. hlm. 120. ISBN 978-0-8248-3052-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Aguilar-Cariño, Ma. Luisa (1994). "The Igorot as Other: Four Discourses from the Colonial Period". Philippine Studies. 42 (2). Universitas Ateneo de Manila: 194–209. ISSN 0031-7837. JSTOR 42633435.
- ^ Rogers, Mark M.; Bamat, Tom; Ideh, Julie, ed. (24 Maret 2008). Pursuing Just Peace: An Overview and Case Studies for Faith-Based Peacebuilders (dalam bahasa Inggris). Baltimore, Md.: Catholic Relief Services. hlm. 119. ISBN 978-1-61492-030-4. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Februari 2009. Diakses tanggal 25 April 2023.
- ^ Armes, Roy (29 Juli 1987). Third World Film Making and the West (dalam bahasa Inggris). Berkeley, Calif.: University of California Press. hlm. 152. ISBN 978-0-520-90801-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 18 Oktober 2015.
- ^ Nadeau, Kathleen (3 April 2020). The History of the Philippines. The Greenwood Histories of the Modern Nations (dalam bahasa Inggris) (Edisi Second). Santa Barbara, Calif.: Greenwood. hlm. 76. ISBN 978-1-4408-7359-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Oktober 2023. Diakses tanggal 12 Oktober 2023.
- ^ Lai To, Lee; Othman, Zarina, ed. (1 September 2016). Regional Community Building in East Asia: Countries in Focus. Politics in Asia. New York: Routledge. hlm. 145. ISBN 978-1-317-26556-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2023. Diakses tanggal 29 Januari 2021.
- ^ Thompson, Roger M. (16 Oktober 2003). Filipino English and Taglish: Language Switching From Multiple Perspectives. Varieties of English Around the World. Amsterdam, Belanda: John Benjamins Publishing Company. ISBN 978-90-272-9607-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 November 2020. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ Riedinger, Jeffrey M. (1995). Agrarian Reform in the Philippines: Democratic Transitions and Redistributive Reform (dalam bahasa Inggris). Stanford, Calif.: Stanford University Press. hlm. 87. ISBN 978-0-8047-2530-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 April 2023. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Chamberlain, Sharon W. (5 Maret 2019). A Reckoning: Philippine Trials of Japanese War Criminals. New Perspectives in Southeast Asian Studies. Madison, Wis.: University of Wisconsin Press. hlm. 11. ISBN 978-0-299-31860-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 16 Februari 2021.
- ^ Rankin, Karl L. (25 November 1943). "Introduction". Document 984 (Report). Foreign Relations of the United States: Diplomatic Papers, 1943, The British Commonwealth, Eastern Europe, the Far East. Vol. III. Office of the Historian. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Juni 2017. Diakses tanggal 16 Februari 2021.
- ^ Minor, Colin (4 Maret 2019). "Filipino Guerilla Resistance to Japanese Invasion in World War II". Legacy. 15 (1). Diarsipkan dari asli tanggal 20 Maret 2020. Diakses tanggal 11 Februari 2023 – via Universitas Illinois Selatan (Carbondale).
- ^ Sandler, Stanley, ed. (2001). "Philippines, Anti-Japanese Guerrillas in". World War II in the Pacific: An Encyclopedia. New York: Garland Publishing. hlm. 819–825. ISBN 978-0-8153-1883-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 18 Februari 2021.
- ^ Jones, Jeffrey Frank. Japanese War Crimes and Related Topics: A Guide to Records at the National Archives (PDF). Washington, D.C.: Arsip Nasional Amerika Serikat. hlm. 1031–1037. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 14 April 2010 – via ibiblio.
- ^ Rottman, Gordon L. (2002). World War II Pacific Island Guide: A Geo-Military Study. Westport, Conn.: Greenwood Press. hlm. 318. ISBN 978-0-313-31395-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Oktober 2023. Diakses tanggal 18 Oktober 2015.
- ^ "Founding Member States". Perserikatan Bangsa-Bangsa. 28 September 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2009.
- ^ a b Bühler, Konrad G. (8 Februari 2001). State Succession and Membership in International Organizations: Legal Theories versus Political Pragmatism. Legal Aspects of International Organization. Den Haag, Belanda: Kluwer Law International. ISBN 978-90-411-1553-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 April 2023. Diakses tanggal 22 Agustus 2020.
- ^ Goodwin, Jeff (2001). No Other Way Out: States and Revolutionary Movements, 1945–1991. Cambridge Studies in Comparative Politics. Cambridge, England: Cambridge University Press. hlm. 118. ISBN 978-0-521-62069-7.
- ^ Tucker, Spencer C., ed. (29 Oktober 2013). "Hukbalahap Rebellion". Encyclopedia of Insurgency and Counterinsurgency: A New Era of Modern Warfare (dalam bahasa Inggris). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 244. ISBN 978-1-61069-280-9.
- ^ "Republic Day". Berita Negara Republik Filipina. II. Independence Day moved from July 4 to June 12. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Februari 2018. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Dobbs, Charles M. (19 Februari 2010). Trade and Security: The United States and East Asia, 1961–1969 (dalam bahasa Inggris). Newcastle upon Tyne, Inggris: Cambridge Scholars Publishing. hlm. 222. ISBN 978-1-4438-1995-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ a b Timberman, David G. (1991). A Changeless Land: Continuity and Change in Philippine Politics. Armonk, N.Y.: M.E. Sharpe. ISBN 978-981-3035-86-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Februari 2023. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ "Declaration of Martial Law". Berita Negara Republik Filipina. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juli 2017. Diakses tanggal 1 September 2020.
- ^ Martin, Gus, ed. (15 Juni 2011). "New People's Army". The SAGE Encyclopedia of Terrorism (dalam bahasa Inggris) (Edisi Second). Thousand Oaks, Calif.: SAGE Publications. hlm. 427. ISBN 978-1-4522-6638-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 17 Maret 2023.
- ^ The Europa World Year: Kazakhstan – Zimbabwe (dalam bahasa Inggris). Vol. II (Edisi 45th). London: Europa Publications. 2004. hlm. 3408. ISBN 978-1-85743-255-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Januari 2023. Diakses tanggal 22 Maret 2023.
- ^ Leary, Virginia A.; Ellis, A. A.; Madlener, Kurt (1984). "Chapter 1: An Overview of Human Rights". The Philippines: Human Rights After Martial Law: Report of a Mission (PDF) (Report). Jenewa, Swiss: Komisi Juri Internasional. ISBN 978-92-9037-023-9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 Maret 2014. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Kang, David C. (24 Januari 2002). Crony Capitalism: Corruption and Development in South Korea and the Philippines (dalam bahasa Inggris). Cambridge, Inggris: Cambridge University Press. hlm. 140. ISBN 978-0-521-00408-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ Inoue, M.; Isozaki, H., ed. (11 November 2013). People and Forest — Policy and Local Reality in Southeast Asia, the Russian Far East, and Japan (dalam bahasa Inggris). Dordrecht, Belanda: Springer Science+Business Media. hlm. 142. ISBN 978-94-017-2554-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ "UCAN Special Report: What's Behind the Negros Famine Crisis". Union of Catholic Asian News (dalam bahasa Inggris). 10 September 1985. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Maret 2016. Diakses tanggal 14 Februari 2023.
- ^ Vogl, Frank (September 2016). Waging War on Corruption: Inside the Movement Fighting the Abuse of Power (dalam bahasa Inggris). Boulder, Colo.: Rowman & Littlefield. hlm. 60. ISBN 978-1-4422-1853-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ a b c Thompson, Mark R.; Batalla, Eric Vincent C., ed. (19 Februari 2018). Routledge Handbook of the Contemporary Philippines. Routledge Handbooks (dalam bahasa Inggris). London: Routledge. ISBN 978-1-317-48526-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ Quinn-Judge, Paul (7 September 1983). "Assassination of Aquino linked to power struggle for successor to Marcos". The Christian Science Monitor. Diarsipkan dari asli tanggal 8 September 2015. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Hermida, Ranilo Balaguer (19 November 2014). Imagining Modern Democracy: A Habermasian Assessment of the Philippine Experiment (dalam bahasa Inggris). Albany, N.Y.: SUNY Press. hlm. 12. ISBN 978-1-4384-5387-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ Atwood, J. Brian; Schuette, Keith E. A Path to Democratic Renewal (PDF) (Report). hlm. 350. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal May 12, 2014 – via National Democratic Institute for International Affairs dan International Republican Institute.
- ^ Fineman, Mark (27 Februari 1986). "The 3-Day Revolution: How Marcos Was Toppled". Los Angeles Times. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Agustus 2020. Diakses tanggal February 12, 2023.
- ^ Atienza, Maria Ela L., ed. (2019). Chronology of the 1987 Philippine Constitution (PDF). Public Policy Monographs. Quezon City, Philippines: University of the Philippines Center for Integrative and Development Studies. hlm. 4–11. ISBN 978-971-742-119-3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2020. Diakses tanggal 19 Oktober 2024.
- ^ Kingsbury, Damien (September 13, 2016). Politics in Contemporary Southeast Asia: Authority, Democracy and Political Change. London: Routledge. hlm. 132. ISBN 978-1-317-49628-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2023. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ "The Communist Insurgency in the Philippines: Tactics and Talks" (PDF). Asia Report (202). International Crisis Group: 5–7. 14 Februari 2011. OCLC 905388916. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 Agustus 2020. Diakses tanggal 2 September 2020 – via Refworld.
- ^ Mydans, Seth (14 September 1986). "Philippine Communists Are Spread Widely, but Not Thinly". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Mei 2015. Diakses tanggal 2 September 2020.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamausgs - ^ Ortega, Arnisson Andre (9 September 2016). Neoliberalizing Spaces in the Philippines: Suburbanization, Transnational Migration, and Dispossession (dalam bahasa Inggris). Lanham, Md.: Rowman & Littlefield. hlm. 51–52. ISBN 978-1-4985-3052-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Maret 2023. Diakses tanggal 22 Maret 2023.
- ^ Rebullida, Ma. Lourdes G. (Desember 2003). "The Politics of Urban Poor Housing: State and Civil Society Dynamics" (PDF). Philippine Political Science Journal. 24 (47). Philippine Political Science Association: 56. doi:10.1080/01154451.2003.9754247. S2CID 154441392. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 Mei 2021. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Bhargava, Vinay Kumar; Bolongaita, Emil P. (2004). Challenging Corruption in Asia: Case Studies and a Framework for Action. Directions in Development (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C.: World Bank Publications. hlm. 78. ISBN 978-0-8213-5683-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Maret 2023. Diakses tanggal 22 Maret 2023.
- ^ Landler, Mark (9 Februari 2001). "In Philippines, The Economy As Casualty; The President Ousted, a Credibility Repair Job". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Januari 2010. Diakses tanggal 8 Februari 2023.
- ^ a b c d "Philippines". The World Factbook. Central Intelligence Agency. 7 Juni 2023. Diakses tanggal 19 Juni 2023.
- ^ Dizon, David (4 Agustus 2010). "Corruption was Gloria's biggest mistake: survey". ABS-CBN News. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Agustus 2010. Diakses tanggal 15 April 2012.
- ^ McCoy, Alfred W. (15 Oktober 2009). Policing America's Empire: The United States, the Philippines, and the Rise of the Surveillance State (dalam bahasa Inggris). Madison, Wis.: University of Wisconsin Press. hlm. 498. ISBN 978-0-299-23413-3. Diakses tanggal 21 Oktober 2023.
- ^ a b Lum, Thomas; Dolven, Ben (15 Mei 2014). The Republic of the Philippines and U.S. Interests—2014. CRS Reports (Report). Congressional Research Service. OCLC 1121453557. Diarsipkan dari asli tanggal 17 April 2022. Diakses tanggal 14 September 2020.
- ^ Lucas, Dax (8 Juni 2012). "Aquino attributes growth to good governance". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Juni 2012. Diakses tanggal 14 September 2020.
- ^ Buendia, Rizal G. (Januari 2015). The Politics of the Bangsamoro Basic Law. Manila, Filipina: Yuchengco Center, Universitas De La Salle. hlm. 3–5. doi:10.13140/RG.2.1.3954.9205/1. Diakses tanggal 10 Mei 2024 – via ResearchGate.
- ^ Clapano, Jose Rodel (3 Februari 2016). "Congress buries Bangsamoro bill". The Philippine Star. Diarsipkan dari asli tanggal 20 September 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2022.
- ^ Alberto-Masakayan, Thea (27 Mei 2016). "Duterte, Robredo win 2016 polls". ABS-CBN News. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Mei 2016. Diakses tanggal 27 Mei 2016.
- ^ Horner, Lindsey K. (14 Maret 2024). "Oscillating between populism and liberalism in the Philippines: participatory education's role in addressing stubborn inequalities". Globalisation, Societies and Education. 22 (2). Routledge: 337–339. doi:10.1080/14767724.2022.2048799. hdl:20.500.11820/6014417b-a302-4966-ab51-5410e818c8e9. Diakses tanggal 19 Oktober 2024.
- ^ Nicolas, Fiona (4 November 2016). "Big projects underway in 'golden age' of infrastructure". CNN Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal 7 November 2016. Diakses tanggal 13 September 2020.
- ^ Maitem, Jeoffrey (25 Januari 2019). "It's Official: Majority in So. Philippines Backs Muslim Autonomy Law". BenarNews (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 26 Januari 2019. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ Nepomuceno, Priam (7 Juli 2022). "Duterte admin made significant gains vs. NPA: AFP". Philippine News Agency (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 7 Juli 2022.
- ^ Caliwan, Christopher Lloyd (30 Maret 2022). "Over 24K villages 'drug-cleared' as of February: PDEA". Philippine News Agency (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 31 Maret 2022.
- ^ Romero, Alexis (26 Desember 2017). "Duterte gov't probing over 16,000 drug war-linked deaths as homicide, not EJK". The Philippine Star. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Desember 2017. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "Philippines confirms first case of new coronavirus". ABS-CBN News. 30 Januari 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 30 Januari 2020. Diakses tanggal 30 Januari 2020.
- ^ Venzon, Cliff (28 Januari 2021). "Philippines GDP shrinks 9.5% in 2020, worst since 1947". Nikkei Asia. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Januari 2021. Diakses tanggal 31 Januari 2021.
- ^ "Ferdinand "Bongbong" Marcos wins the Philippine presidency in a landslide". The Economist. 10 Mei 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Mei 2022. Diakses tanggal 21 Juni 2022.
- ^ Storey, Henry (5 Agustus 2024). "Marcos vs Duterte: Domestic politics meets grand strategy". Lowy Institute (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 14 September 2024. Diakses tanggal 19 Oktober 2024.
- ^ "More islands, more fun in PH". cnn. CNN Philippines. 20 Februari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juni 2018. Diakses tanggal 5 Juli 2020.
- ^ a b c d e f g h Boquet, Yves (2017). The Philippine Archipelago. Springer Geography. Cham, Swiss: Springer. ISBN 978-3-319-51926-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 25 April 2023.
- ^ Achieving Sustainable Urban Development Project; Philippines; Summary Report (PDF) (Report). Program Pemukiman Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. 2016. hlm. 1. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 26 Agustus 2018. Diakses tanggal 22 Maret 2023.
- ^ "Philippines – A country profile". Eye on Asia (dalam bahasa Inggris). Pemerintah Singapura. Diarsipkan dari asli tanggal 26 September 2020. Diakses tanggal 26 Februari 2023.
- ^ Chaffee, Frederic H.; Aurell, George E.; Barth, Helen A.; Betters, Elinor C.; Cort, Ann S.; Dombrowski, John H.; Fasano, Vincent J.; Weaver, John O. (Februari 1969). Area Handbook for the Philippines (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C.: Kantor Percetakan Pemerintah AS. hlm. 6. OCLC 19734. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2023. Diakses tanggal 9 Maret 2023. Templat:No ISBN
- ^ "Field Listing – Coastline". CIA World Factbook. Washington, D.C.: Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Juni 2007. Diakses tanggal 5 Februari 2023.
- ^ "Fisheries, Ecosystems and Biodiversity; Catches by Taxon in the waters of Philippines". Sea Around Us. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Februari 2023. Diakses tanggal 5 Februari 2023.
- ^ College of Forestry and Natural Resources, Universitas Filipina Los Baños. Climate-Responsive Integrated Master Plan for Cagayan River Basin; Volume I – Executive Summary (PDF). River Basin Control Office (Report). Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam. hlm. 5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 Juli 2020. Diakses tanggal 30 Juli 2020.
- ^ "Laguna de Bay". Otoritas Pengembangan Danau Laguna. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Juni 2020. Diakses tanggal 18 Agustus 2007.
- ^ Murphy, Denis; Anana, Ted (2004). "Pasig River Rehabilitation Program". Habitat International Coalition. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Oktober 2007.
- ^ Wolanski, Eric, ed. (2006). "Chapter 19: Manila Bay: Environmental Challenges and Opportunities". The Environment in Asia Pacific Harbours. Dordrecht, Netherlands: Springer. hlm. 309–328. ISBN 978-1-4020-3654-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2023. Diakses tanggal 21 Maret 2023.
- ^ "Mayon Volcano". Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Desember 2008. Diakses tanggal 14 Desember 2009.
- ^ a b c Rodell, Paul A. (2002). Culture and Customs of the Philippines. Culture and Customs of Asia. Westport, Conn.: Greenwood Press. ISBN 978-0-313-30415-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 22 Agustus 2020.
- ^ Frohlich, Cliff (4 Mei 2006). Deep Earthquakes. Cambridge, Inggris: Cambridge University Press. hlm. 421. ISBN 978-0-521-82869-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2023. Diakses tanggal 11 Maret 2022.
- ^ Rantucci, Giovanni; Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (1994). "Chapter 2: Overview of Past and Recent Disasters in the Philippines". Geological Disasters in the Philippines; The July 1990 Earthquake and the June 1991 Eruption of Mount Pinatubo; Description, Effects, and Lessons Learned (PDF). Rome, Italia: Presidenza del Consiglio dei Ministri, Dipt. per l'Informazione e l'Editoria. hlm. 24. ISBN 978-1-4752-3936-2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 Mei 2012. Diakses tanggal 25 Februari 2022 – via Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana.
- ^ Rinard Hinga, Bethany D. (17 Maret 2015). "Philippines". Ring of Fire: An Encyclopedia of the Pacific Rim's Earthquakes, Tsunamis, and Volcanoes. Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 249. ISBN 978-1-61069-297-7.
- ^ "Volcanoes of the Philippines". Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Agustus 2017. Diakses tanggal 24 Juli 2020.
- ^ a b Berba, Carmela Maria P.; Matias, Ambrocio Melvin A. (21 Maret 2022). "State of biodiversity documentation in the Philippines: Metadata gaps, taxonomic biases, and spatial biases in the DNA barcode data of animal and plant taxa in the context of species occurrence data". PeerJ. 10 e13146. Introduction. doi:10.7717/peerj.13146. PMC 8944339. PMID 35341040.
- ^ Williams, Jann; Read, Cassia; Norton, Tony; Dovers, Steve; Burgman, Mark; Proctor, Wendy & Anderson, Heather (2001). Biodiversity Theme Report: The Meaning, Significance and Implications of Biodiversity (continued) (Report). Collingwood, Victoria, Australia: CSIRO atas nama Departemen Lingkungan dan Warisan Pemerintah Australia. ISBN 978-0-643-06749-3. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Mei 2007. Diakses tanggal 6 November 2009.
- ^ OECD Food and Agricultural Reviews Agricultural Policies in the Philippines (dalam bahasa Inggris). Paris, Prancis: OECD Publishing. 7 April 2017. hlm. 78. doi:10.1787/9789264269088-en. ISBN 978-92-64-26908-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2023. Diakses tanggal 9 Maret 2023.
- ^ Clemen-Pascual, Lydia M.; Macahig, Rene Angelo S.; Rojas, Nina Rosario L. (2022). "Comparative toxicity, phytochemistry, and use of 53 Philippine medicinal plants". Toxicology Reports. 9. Elsevier Scientific Publishers Ireland: 22–35. Bibcode:2022ToxR....9...22C. doi:10.1016/j.toxrep.2021.12.002. ISSN 2214-7500. PMC 8685920. PMID 34976744.
- ^ a b Sajise, Percy E.; Ticsay, Mariliza V.; Saguiguit, Gil Jr. C., ed. (10 Februari 2010). Moving Forward: Southeast Asian Perspectives on Climate Change and Biodiversity (dalam bahasa Inggris). Singapura: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 147. ISBN 978-981-230-978-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.
- ^ Nishizaki, Shin-ya; Numao, Masayuki; Caro, Jaime; Suarez, Merlin Teodosia, ed. (2019). Theory and Practice of Computation: Proceedings of the Workshop on Computation: Theory and Practice (WCTP 2018), September 17–18, 2018, Manila, The Philippines (Conference proceeding) (dalam bahasa Inggris). Milton Park, Abingdon, Oxon, England: CRC Press. hlm. 94. ISBN 978-0-429-53694-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2023. Diakses tanggal 9 Maret 2023.
- ^ Green, Alison L.; Mous, Peter J. (September 2008). Delineating the Coral Triangle, its Ecoregions and Functional Seascapes: Version 5.0 (PDF). Conservation Gateway (Report). TNC Coral Triangle Program. The Nature Conservancy. hlm. vii–viii, 1, 4, 6–7. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 Mei 2019. Diakses tanggal 28 Mei 2023.
- ^ Bowling, Haley (17 Juli 2015). "Over 100 New Marine Species Discovered in the Philippines". Akademi Sains California (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2015. Diakses tanggal 2 April 2023.
- ^ Carpenter, Kent E. & Springer, Victor G. (April 2005). "The center of the center of marine shore fish biodiversity: the Philippine Islands". Environmental Biology of Fishes. 74 (2). Springer Netherlands: 467–480. Bibcode:2005EnvBF..72..467C. doi:10.1007/s10641-004-3154-4. S2CID 8280012.
- ^ Ani, Princess Alma B.; Castillo, Monica B. (18 Maret 2020). "Revisiting the State of Philippine Biodiversity And The Legislation on Access and Benefit Sharing". FFTC Agricultural Policy Platform (FFTC-AP) (dalam bahasa Inggris). Taipei: Food and Fertilizer Technology Center for the Asian and Pacific Region. The Philippine Biodiversity. Diarsipkan dari asli tanggal 14 November 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2023.
- ^ "National Aquaculture Sector Overview: Philippines". Organisasi Pangan dan Pertanian. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Oktober 2008. Diakses tanggal 17 Agustus 2020.
- ^ Wikramanayake, Eric D.; Dinerstein, Eric; Loucks, Colby J. (2002). Terrestrial Ecoregions of the Indo-Pacific: A Conservation Assessment. Washington, D.C.: Island Press. hlm. 480. ISBN 978-1-55963-923-1.
- ^ Domingo, Katrina (27 Juni 2023). "DENR targets to reforest 1 to 2 million hectares in PH". ABS-CBN News. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juni 2023. Diakses tanggal 30 Agustus 2023.
- ^ Dauvergne, Peter (1997). Shadows in the Forest: Japan and the Politics of Timber in Southeast Asia (dalam bahasa Inggris). Cambridge, Mass.: MIT Press. hlm. 157. ISBN 978-0-262-54087-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Agustus 2023. Diakses tanggal 30 Agustus 2023.
- ^ Kahl, Colin H. (2006). States, Scarcity, and Civil Strife in the Developing World (dalam bahasa Inggris). Princeton, N.J.: Princeton University Press. hlm. 85–86. ISBN 978-0-691-12406-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Agustus 2023. Diakses tanggal 22 Januari 2021.
- ^ Peralta, Eleno O. (2005). "Chapter 21: Forests for poverty alleviation: the response of academic institutions in the Philippines". Dalam Sim, H. C.; Appanah, S.; Hooda, N. (ed.). Proceedings of the workshop: Forests for Poverty Reduction: Changing Role for Research, Development and Training Institutions, 17–18 June 2003, Dehradun, India (Conference proceeding). RAP Publication. Bangkok, Thailand: Organisasi Pangan dan Pertanian, Kantor Regional Asia Pasifik. ISBN 978-974-7946-76-5. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Oktober 2007. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ National Greening Program (PAO-2019-01); Reforestation Remains an Urgent Concern but Fast-Tracking its Process Without Adequate Preparation and Support by and Among Stakeholders Led to Waste of Resources (PDF) (Report). Komisi Audit Filipina. Desember 2019. hlm. 26. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 Mei 2021. Diakses tanggal 22 Februari 2023.
- ^ "Establishment and Management of National Integrated Protected Areas System (NIPAS) (as of October 31, 2011)". Biro Kawasan Lindung dan Alam Liar. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Desember 2011. Diakses tanggal 22 Februari 2023.
- ^ "List of Protected Areas". Biro Manajemen Keanekaragaman Hayati. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Februari 2023. Diakses tanggal 22 Februari 2023.
- ^ "Tubbataha Reefs Natural Park". Pusat Warisan Dunia UNESCO. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Februari 2006. Diakses tanggal 17 Agustus 2020.
- ^ "Puerto-Princesa Subterranean River National Park". Pusat Warisan Dunia UNESCO. Diarsipkan dari asli tanggal 19 November 2005. Diakses tanggal 18 Juli 2020.
- ^ "Philippines – UNESCO World Heritage Convention" (dalam bahasa Inggris). Pusat Warisan Dunia UNESCO. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Februari 2023. Diakses tanggal 3 Maret 2023.
- ^ Mersereau, Dennis. "At 200 MPH, Hurricane Patricia Is Now the Strongest Tropical Cyclone Ever Recorded". The Vane. Diarsipkan dari yassss efwfjewiufjuhuefhiweg 4h fewwuffw-is-now-the-strongest-tro-1738224692 asli tanggal 23 Oktober 2015. Diakses tanggal 29 Mei 2016.
- ^ a b c "Country Profile: Philippines" (PDF). Washington, D.C.: Perpustakaan Kongres Amerika Serikat – Divisi Penelitian Federal. Maret 2005. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 Juli 2005. Diakses tanggal 4 Februari 2023.
- ^ a b Carating, Rodelio B.; Galanta, Raymundo G.; Bacatio, Clarita D. (23 April 2014). The Soils of the Philippines. World Soils Book Series (dalam bahasa Inggris). Dordrecht, Belanda: Springer Science+Business Media. ISBN 978-94-017-8682-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Maret 2023. Diakses tanggal 20 Maret 2023.
- ^ "Climate of the Philippines". Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina. Diarsipkan dari asli tanggal 18 April 2018. Diakses tanggal 24 Juli 2020.
- ^ Chong, Kee-Chai; Smith, Ian R. & Lizarondo, Maura S. (Februari 1982). "Chapter III: The transformation sub-system: cultivation to market size in fishponds". Economics of the Philippine Milkfish Resource System. Tokyo, Jepang: United Nations University Press. ISBN 978-92-808-0346-4. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Juli 2011. Diakses tanggal 4 Juli 2020.
- ^ Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (Januari 2009). Member Report to the ESCAP/WMO Typhoon Committee, 41st Session (PDF) (Report). ESCAP/WMO Typhoon Committee. hlm. 4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Maret 2009. Diakses tanggal 17 Desember 2009. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Manual on Estimation of Probable Maximum Precipitation (PMP) (PDF). Jenewa, Swiss: Organisasi Meteorologi Dunia. 2009. hlm. 223. ISBN 978-92-63-11045-9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 Agustus 2016.
- ^ Kapucu, Naim; Liou, Kuotsai Tom, ed. (11 April 2014). Disaster and Development: Examining Global Issues and Cases. Environmental Hazards (dalam bahasa Inggris). New York: Springer Science+Business Media. hlm. 292. ISBN 978-3-319-04468-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 22 Februari 2023.
- ^ a b c Rose-Ackerman, Susan; Desierto, Diane A.; Volosin, Natalia (2011). "Hyper-Presidentialism: Separation of Powers without Checks and Balances in Argentina and Philippines" (PDF). Berkeley Journal of International Law. 29. UC Berkeley School of Law: 246–333. OCLC 8092527577. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 26 Januari 2022.
- ^ a b c d e Banlaoi, Rommel (2009). Philippine Security in the Age of Terror: National, Regional, and Global Challenges in the Post-9/11 World. Boca Raton, Fla.: CRC Press. hlm. 31–32. ISBN 978-1-4398-1551-9.
- ^ Teehankee, Julio C.; Thompson, Mark R. (October 2016). "The Vote in the Philippines: Electing A Strongman". Jurnal Demokrasi. 27 (4). Johns Hopkins University Press: 124–134. doi:10.1353/jod.2016.0068. ISSN 1086-3214. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Januari 2021. Diakses tanggal 30 Desember 2020.
- ^ a b Lazo, Ricardo S. Jr. (2009). Philippine Governance and the 1987 Constitution (Edisi 2006). Manila, Filipina: REX Book Store, Inc. ISBN 978-971-23-4546-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 30 Desember 2020.
- ^ Lazo, Ricardo S. (2009). Philippine Governance and the 1987 Constitution (Edisi 2006). Rex Bookstore, Inc. ISBN 978-971-23-4546-3.
- ^ a b Carter Center Limited Mission to the May 2010 Elections in the Philippines Final Report (PDF) (Report). Atlanta, Ga.: The Carter Center. OCLC 733049273. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 23 Maret 2012.
- ^ Pangalangan, Raul C., ed. (Maret 2001). The Philippine Judicial System (PDF). Asian Law Series. Chiba, Jepang: Institute of Developing Economies. hlm. 6, 39. OCLC 862953657. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 5 Maret 2021.
- ^ He, Baogang; Galligan, Brian; Inoguchi, Takashi, ed. (Januari 2009). Federalism in Asia. Cheltenham, Inggris: Edward Elgar Publishing. hlm. 176. ISBN 978-1-84720-702-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2023. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ David, Clarissa C.; Atun, Jenna Mae L. (Desember 2015). "Celebrity Politics: Correlates of Voting for Celebrities in Philippine Presidential Elections". Social Science Diliman (dalam bahasa Inggris). 11 (2). Universitas Filipina: 1–2, 16–17. ISSN 1655-1524. OCLC 8539228072. Diarsipkan dari asli tanggal 25 September 2017. Diakses tanggal 10 Mei 2023.
- ^ David, Clarissa C.; San Pascual, Ma. Rosel S. (21 Desember 2016). "Predicting vote choice for celebrity and political dynasty candidates in Philippine national elections". Philippine Political Science Journal. 37 (2). Philippine Political Science Association: 82–93. doi:10.1080/01154451.2016.1198076. S2CID 156251503. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 April 2021. Diakses tanggal 1 Januari 2021.
- ^ Hicken, Allen; Kuhonta, Erik Martinez, ed. (2015). Party System Institutionalization in Asia: Democracies, Autocracies, and the Shadows of the Past (dalam bahasa Inggris). New York: Cambridge University Press. hlm. 316. ISBN 978-1-107-04157-8. Diakses tanggal 15 Agustus, 2024.
- ^ The Philippines Corruption Report. GAN Integrity (Report). May 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Agustus 2022. Diakses tanggal 7 Agustus, 2020.
- ^ Batalla, Eric V. C. (10 Juni 2020). "Grand corruption scandals in the Philippines". Public Administration and Policy. 23 (1). Emerald Publishing Limited: 73–86. doi:10.1108/PAP-11-2019-0036. ISSN 2517-679X.
- ^ Quah, Jon S. T. (2011). Curbing Corruption in Asian Countries: An Impossible Dream?. Research in Public Policy Analysis and Management. Vol. 20. Bingley, West Yorkshire, Inggris: Emerald Group Publishing. hlm. 115–117. ISBN 978-0-85724-820-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2024. Diakses tanggal 28 September 2020.
- ^ Strother, Jason (6 Maret 2013). "Power of the Catholic Church slipping in Philippines". The Christian Science Monitor. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Maret 2013. Diakses tanggal 25 Juli 2023.
- ^ Batalla, Eric; Baring, Rito (15 Maret 2019). "Church-State Separation and Challenging Issues Concerning Religion". Religions (dalam bahasa Inggris). 10 (3). MDPI. Chapter 3: The Secular State and Church-State Separation, Chapter 4: Changing Church-State Relations. doi:10.3390/rel10030197. ISSN 2077-1444.
- ^ "The Philippines and the UN Security Council". Perwakilan Tetap Republik Filipina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Diarsipkan dari asli tanggal 23 April 2003. Diakses tanggal 3 Februari 2023.
- ^ Morada, Noel (Desember 2013). "Contributor Profile: The Philippines" (PDF). International Peace Institute. hlm. 1–4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 Maret 2022. Diakses tanggal 12 Mei 2023.
- ^ "ASEAN Structure". 3rd ASEAN Informal Summit. Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina. 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2003. Diakses tanggal 19 Maret 2023.
- ^ "East Asia Summit (EAS)". Departemen Luar Negeri dan Perdagangan. Pemerintah Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Juli 2020. Diakses tanggal 26 Juli 2020.
- ^ "International Economic Cooperation: Intergovernmental Group of Twenty-Four (on International Monetary Affairs and Development (G-24)". Bangko Sentral ng Pilipinas. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2022. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
- ^ "About NAM". Non-Aligned Movement (NAM) Disarmament Database. James Martin Center for Nonproliferation Studies, Institut Studi Internasional Middlebury di Monterey. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2020. Diakses tanggal 21 April 2023.
- ^ Sevilla, Henelito A. Jr. (20 Mei 2013). "The Philippines' Elusive Quest for Organization of the Islamic Conference (OIC) Observer Status" (dalam bahasa Inggris). Institut Timur Tengah. Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2018. Diakses tanggal 22 Maret 2023.
- ^ Tucker, Spencer C., ed. (May 20, 2011). "Philippines". The Encyclopedia of the Vietnam War: A Political, Social, and Military History (dalam bahasa Inggris). Vol. I: A–G (Edisi Second). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 907. ISBN 978-1-85109-961-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Juli 2023. Diakses tanggal 19 Maret 2023.
- ^ Stock Estimate of Filipinos Overseas As of December 2013 (PDF) (Report). Administrasi Ketenagakerjaan Luar Negeri Filipina. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 7 Februari 2017. Diakses tanggal 6 Juli 2020.
- ^ a b c d e The Impact of Trade on Employment in the Philippines: Country Report (PDF) (Report). Makati, Filipina: Organisasi Ketenagakerjaan Sedunia. April 2019. ISBN 978-92-2-133021-9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Januari 2022. Diakses tanggal 28 Maret 2023.
- ^ Venzon, Cliff (17 Januari 2022). "Philippines eases Asia's toughest FDI rules with new retail entry law". Nikkei Asia. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Januari 2022. Diakses tanggal 2 April 2023.
- ^ "Philippines". Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Juli 2022. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
- ^ "Chapter 2: Background and Objectives". Impact of the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) on Intra-ASEAN Trade (PDF). Jakarta, Indonesia: Lembaga Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur. Agustus 2021. ISBN 978-602-5460-19-7. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Agustus 2021. Diakses tanggal 19 Juni 2023.
- ^ "Philippines Ratifies RCEP Agreement: Opportunities for Businesses". ASEAN Briefing (dalam bahasa Inggris). Dezan Shira & Associates. 22 Maret 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Maret 2023. Diakses tanggal 28 Maret 2023.
- ^ Mangaluz, Jean (7 September 2023). "PH signs free trade agreement with South Korea". Philippine Daily Inquirer (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 7 September 2023. Diakses tanggal 20 September 2023.
- ^ "U.S. Relations With the Philippines". Departemen Luar Negeri AS. Badan Urusan Asia Timur dan Pasifik. 15 Desember 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Januari 2017. Diakses tanggal July 6, 2020.
- ^ Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (1976). Foreign Relations of the United States: 1950 (dalam bahasa Inggris). Vol. VI: East Asia and the Pacific. Washington, D.C.: U.S. Government Printing Office. hlm. 1516. OCLC 7165200. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Mei 2023. Diakses tanggal 14 April 2023.
- ^ Cronin, Patrick M. (September 1993). "Rethinking Asian Alliances" (PDF). Joint Force Quarterly (dalam bahasa Inggris) (2). Institute for National Strategic Studies, Universitas Pertahanan Nasional: 121. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 April 2014. Diakses tanggal 14 April 2023.
- ^ Advincula-Lopez, Leslie V. (13 Juni 2022). "Challenges and Gains in Military Relations between the Philippines and the United States" (PDF). Asia Pacific Bulletin (586). East–West Center. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 April 2023.
- ^ Ismael, Javier Joe; Baroña, Franco Jose C.; Mendoza, Red (1 Oktober 2023). "US to 'invoke' defense pact in attack on PH". The Manila Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 1 Oktober 2023. Diakses tanggal 24 Oktober 2023.
- ^ Moriyasu, Ken (29 Januari 2021). "US vows to defend Philippines, including in South China Sea". Nikkei Asia. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Januari 2021. Diakses tanggal 2 Februari 2021.
- ^ Jagel, Matthew (11 Juli 2013). ""Showing Its Flag": The United States, The Philippines, and the Vietnam War" (PDF). Past Tense: Graduate Review of History (dalam bahasa Canadian English). 1 (2). Universitas Toronto: 18, 28–38. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Juli 2020. Diakses tanggal 9 Mei 2023.
- ^ Sanders, Vivienne (2015). The Cold War in Asia 1945–93. Access to History (Edisi Second). London: Hodder Education. ISBN 978-1-4718-3880-4.
- ^ Garamone, Jim (19 Mei 2003). "Philippines to Become Major non-NATO Ally, Bush Says". Layanan Pers Angkatan Bersenjata Amerika. Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Agustus 2020. Diakses tanggal 7 Agustus 2020.
- ^ a b De Castro, Renato Cruz (Agustus 2022). "Caught Between Appeasement and Limited Hard Balancing: The Philippines' Changing Relations With the Eagle and the Dragon". Journal of Current Southeast Asian Affairs. 41 (2): 262–272. doi:10.1177/18681034221081143. ISSN 1868-1034.
- ^ Heydarian, Richard Javad (17 Oktober 2019). "Duterte's Pivot to Russia". Asia Maritime Transparency Initiative. Center for Strategic and International Studies. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Oktober 2019. Diakses tanggal 30 April 2023.
- ^ Banlaoi, Rommel C. (2007). Security Aspects of Philippines-China Relations: Bilateral Issues and Concerns in the Age of Global Terrorism (dalam bahasa Inggris). Manila, Filipina: REX Book Store, Inc. hlm. 53–55. ISBN 978-971-23-4929-4.
- ^ Cacho, Katlene O. (2 Oktober 2023). "China leads PH export, import market; envoy vows to deepen ties with Cebu". SunStar (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2 November 2023. Diakses tanggal 2 November 2023.
- ^ Brutas, Ma Karen (18 November 2016). "Top development aid donors to the Philippines 2015". Devex. Diarsipkan dari asli tanggal 19 November 2016. Diakses tanggal 30 Juli 2020.
- ^ Sigit; Lo, Shyntia; Setiawan, Theofilus Jose (30 Juni 2022). "Japanese Official Development Assistance as International Bribery for the Comfort Woman Issue in the Philippines". Thai Journal of East Asian Studies. 26 (1). Institut Kajian Asia Timur, Universitas Thammasat: 89–95. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Desember 2022. Diakses tanggal May 16, 2023.
- ^ Santos, Matikas (15 September 2014). "PH-Spain bilateral relations in a nutshell". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal 17 September 2014. Diakses tanggal 7 Juli 2020.
- ^ Berlinger, Joshua; Sharma, Akanksha (7 Januari 2020). "The Philippines is particularly vulnerable to any Middle Eastern conflict. Here's why". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Januari 2020. Diakses tanggal 7 Agustus 2020.
- ^ Sevilla, Henelito A. Jr. (Juni 2011). "Middle East Security Issues and Implications for the Philippines". Indian Journal of Asian Affairs. 24 (1/2): 49–61. ISSN 0970-6402. JSTOR 41950511.
- ^ Jabar, Melvin; Jesperson, Sasha (Maret 2024). Analysis of labour migrants' vulnerabilities to trafficking in persons and labour exploitation in the Philippines (PDF) (Report). Trafficking in persons and labour exploitation: A political economy analysis. London: ODI. hlm. 37–38, 46, 51. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 Maret 2024. Diakses tanggal 14 Agustus 2024.
- ^ Tarrazona, Noel T. (17 Oktober 2018). "For skilled Filipinos, Middle East remains a career destination". Al Arabiya. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Oktober 2020. Diakses tanggal 7 Agustus 2020.
- ^ Joyner, Christopher C. (1999). "The Spratly Islands Dispute in the South China Sea: Problems, Policies, and Prospects for Diplomatic Accommodation". Dalam Singh, Ranjeet K. (ed.). Investigating Confidence-Building Measures in the Asia-Pacific Region (Report). Stimson Center. hlm. 56. JSTOR resrep10935.8.
- ^ Pitlo, Lucio Blanco III (27 Mei 2020). "Philippines bolsters posture in South China Sea after navy ship docks at new Spratly Islands port". South China Morning Post. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Mei 2020. Diakses tanggal 7 Agustus 2020.
- ^ De Castro, Renato Cruz (Desember 2020). "The Limits of Intergovernmentalism: The Philippines' Changing Strategy in the South China Sea Dispute and Its Impact on the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)". Journal of Current Southeast Asian Affairs. 39 (3). SAGE Publishing: 338–346. doi:10.1177/1868103420935562.
- ^ "PH wins maritime arbitration case vs. China". CNN Philippines. 12 Juli 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 13 July 2016. Diakses tanggal 11 November 2022.
- ^ Phillips, Tom; Holmes, Oliver; Bowcott, Owen (12 Juli 2016). "Beijing rejects tribunal's ruling in South China Sea case". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 12 July 2016. Diakses tanggal 11 November 2022.
- ^ Carpio, Antonio T. (23 Juli 2020). "Scarborough Shoal – a redline". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Juli 2020. Diakses tanggal 7 Agustus 2020.
- ^ "AFP Organization". Armed Forces of the Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal March 7, 2005. Diakses tanggal July 6, 2020.
- ^ Casey-Maslen, Stuart, ed. (2014). The War Report: Armed Conflict in 2013. Oxford, England: Oxford University Press. hlm. 180. ISBN 978-0-19-103764-1.
- ^ Republic Act No. 6975 (13 Desember 1990), Department of the Interior and Local Government Act of 1990 Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Baclig, Cristina Eloisa (January 20, 2022). "PH 51st on list of world's most powerful militaries". Philippine Daily Inquirer (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal January 20, 2022. Diakses tanggal February 20, 2023.
- ^ Guild, James (May 17, 2024). "The Philippines' $35 Billion Military Modernization Plan, Explained". The Diplomat. Diarsipkan dari asli tanggal May 17, 2024. Diakses tanggal October 21, 2024.
- ^ "How does the Philippines compare in the region in terms of military expenditure as share of GDP?". BusinessWorld. August 20, 2024. Diarsipkan dari asli tanggal August 20, 2024. Diakses tanggal October 21, 2024.
- ^ Till, Geoffrey; Chan, Jane, ed. (August 15, 2013). Naval Modernisation in South-East Asia: Nature, Causes and Consequences. Cass Series: Naval Policy and History (dalam bahasa Inggris). Oxfordshire, England: Routledge. hlm. 150. ISBN 978-1-135-95394-2.
- ^ Wu, Shicun; Zou, Keyuan, ed. (November 21, 2013). Securing the Safety of Navigation in East Asia: Legal and Political Dimensions. Chandos Asian Studies Series (dalam bahasa Inggris). Oxford, England: Elsevier. hlm. 35. ISBN 978-1-78242-160-3.
- ^ "Aquino signs revised AFP Modernization Act". The Philippine Star. December 11, 2012. Diarsipkan dari asli tanggal April 21, 2022. Diakses tanggal March 1, 2023.
- ^ Arnold, Guy (2016). Wars in the Third World Since 1945. History and Politics in the 20th Century: Conflict: Bloomsbury Academic Collections (dalam bahasa Inggris). London: Bloomsbury Publishing. hlm. 497. ISBN 978-1-4742-9101-9.
- ^ a b Croissant, Aurel; Lorenz, Philip (2017). Comparative Politics of Southeast Asia: An Introduction to Governments and Political Regimes. Cham, Switzerland: Springer. hlm. 243. ISBN 978-3-319-68182-5.
- ^ "GTD Search Results; Philippines". Global Terrorism Database. University of Maryland. Diarsipkan dari asli tanggal March 15, 2023. Diakses tanggal March 15, 2023.
- ^ "MMP: Moro National Liberation Front". Center for International Security and Cooperation (dalam bahasa Inggris). Stanford University. Diarsipkan dari asli tanggal November 1, 2022. Diakses tanggal February 14, 2023.
- ^ Esguerra, Christian V.; Burgonio, TJ (March 28, 2014). "Philippines, MILF sign peace agreement". Philippine Daily Inquirer (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal March 28, 2014. Diakses tanggal February 14, 2023.
- ^ a b Chalk, Peter (November 2013). "The Bangsamoro Islamic Freedom Fighters: The Newest Obstacles to Peace in the Southern Philippines?" (PDF). CTC Sentinel. 6 (11–12). Combating Terrorism Center at West Point: 15–17. OCLC 872740536. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal June 19, 2023. Diakses tanggal June 18, 2023 – via Defense Technical Information Center.
- ^ International Institute for Strategic Studies (September 20, 2021). Armed Conflict Survey 2021 (dalam bahasa Inggris). Abingdon, Oxon, England: Routledge. ISBN 978-1-000-54558-6.
- ^ Ciment, James, ed. (March 27, 2015). "Philippines: War on Islamic Militants Since 1990". Encyclopedia of Conflicts Since World War II. Vol. One–Four (Edisi 2nd). Abingdon, Oxon, England: Routledge. hlm. 662. ISBN 978-1-317-47186-8.
- ^ Schiavo-Campo, Salvatore; Judd, Mary (February 2005). The Mindanao Conflict in the Philippines: Roots, Costs, and Potential Peace Dividend (PDF). Working Papers Series. Washington, D.C.: The World Bank. OCLC 992235323. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal October 7, 2009. Diakses tanggal February 3, 2023. Templat:No ISBN
- ^ Nepomuceno, Priam (October 10, 2020). "PH Army keen to end terror threat with arrest of 3 terrorists". Philippine News Agency. Diarsipkan dari asli tanggal October 30, 2020. Diakses tanggal December 4, 2020.
- ^ Central Intelligence Agency (June 21, 2022). CIA World Factbook 2022–2023 (dalam bahasa Inggris). New York: Skyhorse Publishing. ISBN 978-1-5107-7119-2.
- ^ White, Jonathan R. (2011). Terrorism and Homeland Security (Edisi Seventh). Belmont, Calif.: Wadsworth Cengage Learning. hlm. 363. ISBN 978-0-495-91336-8.
- ^ Gibert, Stephen P. (2019). Security In Northeast Asia: Approaching The Pacific Century (dalam bahasa Inggris). New York: Routledge. The Nature of the Internal Crisis. ISBN 978-1-000-31112-9. Diakses tanggal August 11, 2024.
- ^ Global Peace Index 2024: Measuring Peace in a Complex World (PDF) (Report). Sydney, Australia: Institute for Economics & Peace. June 2024. hlm. 9. ISBN 978-0-646-87920-8. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal June 11, 2024. Diakses tanggal August 19, 2024.
- ^ "Provincial Summary: Number of Provinces, Cities, Municipalities and Barangays, by Region as of September 30, 2016" (PDF). Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal January 10, 2017. Diakses tanggal January 5, 2017.
- ^ Tusalem, Rollin F (April 9, 2019). "Imperial Manila: How institutions and political geography disadvantage Philippine provinces". Asian Journal of Comparative Politics. 5 (3). SAGE Publications Ltd: 8–9, 11–12. doi:10.1177/2057891119841441. S2CID 159099808.
- ^ Mapa, Dennis S. (July 23, 2021). Highlights of the Population Density of the Philippines 2020 Census of Population and Housing (2020 CPH) (Report). Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari asli tanggal July 26, 2021. Diakses tanggal February 12, 2023.
- ^ de Villiers, Bertus (2015). "Special regional autonomy in a unitary system – preliminary observations on the case of the Bangsomoro homeland in the Philippines". Verfassung und Recht in Übersee / Law and Politics in Africa, Asia and Latin America. 48 (2). Nomos-Verlagsgesellschaft: 205–226. doi:10.5771/0506-7286-2015-2-205. ISSN 0506-7286. JSTOR 26160114.
- ^ Buendia, Rizal G. (April 1989). "The Prospects of Federalism in the Philippines: A Challenge to Political Decentralization of the Unitary State" (PDF). Philippine Journal of Public Administration. 33 (2). University of the Philippines: 121–122. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal September 17, 2021. Diakses tanggal April 2, 2023.
- ^ Tigno, Jorge V. (2017). "Beg Your Pardon? The Philippines is Already Federalized in All but Name" (PDF). Philippine Journal of Public Policy: Interdisciplinary Development Perspectives. 16 and 17. University of the Philippines Center for Integrative and Development Studies: 1–14. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal January 16, 2021. Diakses tanggal August 8, 2020.
- ^ Atienza, Maria Ela L.; Arugay, Aries A.; Dee, Francis Joseph A.; Encinas-Franco, Jean; Go, Jan Robert R.; Panao, Rogelio Alicor L.; Jimenez, Alinia Jesam D. (2020). Atienza, Maria Ela L.; Cats-Baril, Amanda (ed.). Constitutional Performance Assessment of the 1987 Philippine Constitution: Summary of Findings (PDF) (Report). Stockholm, Sweden and Quezon City, Philippines: International Institute for Democracy and Electoral Assistance; University of the Philippines Center for Integrative and Development Studies. hlm. 37. doi:10.31752/idea.2020.2. ISBN 978-91-7671-299-3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal March 28, 2021. Diakses tanggal December 1, 2020.
- ^ "World Economic Outlook Database, April 2024 Edition. (Philippines)". International Monetary Fund. April 16, 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 16, 2024. Diakses tanggal April 17, 2024.
- ^ a b "Commercial Setting: The Philippines". Federal Register. 78 (51). Office of the Federal Register, National Archives and Records Service, General Services Administration: 16468. March 15, 2013.
- ^ Yu Chang, Albert Vincent Y.; Thorson, Andrew, ed. (2010). A Legal Guide to Doing Business in the Asia-Pacific. Chicago, Ill.: American Bar Association. hlm. 288. ISBN 978-1-60442-843-8.
- ^ "GDP Expands by 7.2 Percent in the Fourth Quarter of 2022, and by 7.6 Percent in Full-year 2022" (Press release). Philippine Statistics Authority. January 26, 2023. Diarsipkan dari asli tanggal January 30, 2023. Diakses tanggal March 13, 2023.
- ^ Mapa, Dennis S. "Unemployment Rate in December 2023 was Estimated at 3.1 Percent" (Press release). Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 7, 2024.
- ^ "Gross International Reserves". Bangko Sentral ng Pilipinas. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 15, 2024.
- ^ Gonzalez, Anna Leah. "PH debt-to-GDP improves in 2023". Philippine News Agency. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 31, 2024.
- ^ International Monetary Fund. Monetary and Capital Markets Department (September 17, 1999). Annual Report on Exchange Arrangements and Exchange Restrictions 1999 (PDF) (Report). Washington, D.C.: International Monetary Fund. hlm. 683. ISBN 978-1-4519-4280-4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal April 9, 2023. Diakses tanggal April 17, 2023.
- ^ "Executive Order No. 66". Executive Orders and Proclamations Issued by the Governor-General [1903]. Bureau of Public Prints. August 3, 1903. hlm. 89. Diarsipkan dari asli tanggal August 17, 2020. Diakses tanggal August 17, 2020.
- ^ "List one: Currency, fund and precious metal codes". ISO 4217 Maintenance Agency. August 29, 2018. Diarsipkan dari asli (XLS) tanggal May 11, 2020. Diakses tanggal August 17, 2020.
- ^ Gadon, Bernadette Therese M. (April 21, 2022). "2021 trade deficit widest in 3 years". BusinessWorld. Diarsipkan dari asli tanggal April 21, 2022. Diakses tanggal April 22, 2023.
- ^ "Philippines Net International Investment Position". CEIC. 2022. Diarsipkan dari asli tanggal March 11, 2023. Diakses tanggal May 2, 2023.
- ^ a b c d "Philippines (PHL) Exports, Imports, and Trade Partners" (dalam bahasa Inggris). Observatory of Economic Complexity. Diarsipkan dari asli tanggal December 5, 2022. Diakses tanggal February 26, 2023.
- ^ Serapio, Manolo Jr.; Calonzo, Andreo (January 30, 2023). "Nickel Gets Fresh Supply Risk as Philippines Mulls Export Tax". Bloomberg (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal January 31, 2023. Diakses tanggal May 2, 2023.
- ^ Biswas, Rajiv (March 10, 2023). "Philippines amongst world's fastest growing emerging markets". IHS Markit. Diarsipkan dari asli tanggal March 11, 2023. Diakses tanggal April 2, 2023.
- ^ a b "The Philippines" (PDF). SME Policy Index: ASEAN 2018: Boosting Competitiveness and Inclusive Growth (dalam bahasa Inggris). Paris, France; Jakarta, Indonesia: OECD Publishing; Economic Research Institute for ASEAN and East Asia. September 21, 2018. hlm. 371–373. doi:10.1787/9789264305328-22-en. ISBN 978-92-64-30531-1. Diakses tanggal May 12, 2023.
- ^ "Critical Perspectives on Federalism for Regional Development (Proceedings of the Third Annual Public Policy Conference 2017)" (PDF). Appc 2017 (Conference proceeding). Quezon City, Philippines: Philippine Institute for Development Studies: xvii. 2018. ISSN 2546-1761. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 8, 2023. Diakses tanggal February 8, 2023.
- ^ Fajardo, Fernando (March 5, 2014). "Poverty and regional development imbalance". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal February 22, 2015. Diakses tanggal July 19, 2020.
- ^ Seriño, Moises Neil V. (2012). "Effects of International Remittances on the Philippine Economy: A Cointegration Analysis" (PDF). DLSU Business & Economics Review. 21 (2). De La Salle University: 47–48. OCLC 855102346. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal April 30, 2023. Diakses tanggal April 30, 2023.
- ^ Gonzalez, Anna Leah. "OFW remittances hit all-time high in 2023". Philippine News Agency. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 15, 2024.
- ^ "Phl overtakes India as world's BPO leader". The Philippine Star. December 2, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal September 1, 2020. Diakses tanggal September 1, 2020.
- ^ Stevens, Andrew J. R. (2014). Call Centers and the Global Division of Labor: A Political Economy of Post-Industrial Employment and Union Organizing. Routledge Advances in Sociology. New York: Routledge. hlm. 1. ISBN 978-1-135-11868-6.
- ^ Arenas, Guillermo; Coulibaly, Souleymane, ed. (2022). A New Dawn for Global Value Chain Participation in the Philippines. International Development in Focus (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C.: World Bank Publications. hlm. 28–29. ISBN 978-1-4648-1848-6.
- ^ Baconguis, Rowena T. (February 14, 2022). "Agricultural Technology: Why Does the Level of Agricultural Production Remain Low Despite Increased Investments in Research and Extension?" (PDF). PIDS Discussion Paper Series. Quezon City, Philippines: Philippine Institute for Development Studies: 6. OCLC 1302730898. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 24, 2023. Diakses tanggal February 24, 2023 – via Think Asia.
- ^ Stads, Gert-Jan; Faylon, Patricio S.; Buendia, Leah J. (March 2007). Key trends in agricultural R&D investments in the Philippines (Report). International Food Policy Research Institute, Philippine Council for Agriculture, Forestry and Natural Resources Research and Development. Diarsipkan dari asli tanggal February 24, 2023. Diakses tanggal February 24, 2023.
- ^ Virmani, S. S.; Siddiq, E. A.; Muralidharan, K., ed. (1998). Advances in Hybrid Rice Technology: Proceedings of the 3rd International Symposium on Hybrid Rice, 14–16 November 1996, Hyderabad, India (Conference proceeding) (dalam bahasa Inggris). Los Baños, Laguna, Philippines: International Rice Research Institute. hlm. 341. ISBN 978-971-22-0115-8.
- ^ Ricroch, Agnès; Chopra, Surinder; Fleischer, Shelby J., ed. (July 11, 2014). Plant Biotechnology: Experience and Future Prospects (dalam bahasa Inggris). Cham, Switzerland: Springer. hlm. 256. ISBN 978-3-319-06892-3.
- ^ Cumo, Christopher, ed. (April 25, 2013). "Coconut". Encyclopedia of Cultivated Plants: From Acacia to Zinnia (dalam bahasa Inggris). Vol. I: A–F. Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 298. ISBN 978-1-59884-775-8.
- ^ Molina, A. B.; Roa, V. N.; Maghuyop, M. A. G., ed. (2001). Advancing banana and plantain R & D in Asia and the Pacific Vol. 10: Proceedings of the 10th INIBAP-ASPNET Regional Advisory Committee meeting held at Bangkok, Thailand, 10–11 November 2000 (Conference proceeding) (dalam bahasa Inggris). Los Baños, Laguna, Philippines: International Network for the Improvement of Banana and Plantain. hlm. 53. ISBN 978-971-91751-5-5.
- ^ "Philippine Rice Research and Technological Advancements". BusinessMirror. June 1, 2022. Diarsipkan dari asli tanggal June 1, 2022. Diakses tanggal February 19, 2023.
- ^ "Philippines" (dalam bahasa Inggris). International Rice Research Institute. Diarsipkan dari asli tanggal July 14, 2019. Diakses tanggal February 9, 2023.
- ^ Verspieren, Quentin; Berthet, Maximilien; Coral, Giulio; Nakasuka, Shinichi; Shiroyama, Hideaki, ed. (January 12, 2022). ASEAN Space Programs: History and Way Forward (dalam bahasa Inggris). Singapore: Springer Nature. hlm. 57–58. ISBN 978-981-16-7326-9.
- ^ Kim, Doo Hwan (2021). Global Issues Surrounding Outer Space Law and Policy. Advances in Public Policy and Administration (APPA) Book Series (dalam bahasa Inggris). Hershey, Pa.: IGI Global. hlm. 69. ISBN 978-1-7998-7409-6.
- ^ "Mabuhay acquires Indon satellite; sets new orbit". Manila Standard. July 25, 1996. hlm. 9. Diarsipkan dari asli tanggal July 28, 2020. Diakses tanggal July 6, 2020 – via Google News.
- ^ Ronda, Rainier Allan (March 24, 2016). "US aircraft with Philippines's first microsatellite launched into space". The Philippine Star. Diarsipkan dari asli tanggal March 27, 2016. Diakses tanggal March 24, 2016.
- ^ Pertierra, Raul (June 2013). "We Reveal Ourselves to Ourselves: The New Communication Media in the Philippines". Social Science Diliman. 9 (1). University of the Philippines: 25. ISSN 1655-1524. Diarsipkan dari asli tanggal February 25, 2017. Diakses tanggal July 1, 2023.
- ^ Teves, Oliver (September 29, 2007). "Cell phones double as electronic wallets in Philippines". USA Today. Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal October 25, 2007. Diakses tanggal February 9, 2023.
- ^ Francisco, Rosemarie (March 4, 2008). "Filipinos sent 1 billion text messages daily in 2007". Philippine Daily Inquirer (dalam bahasa Inggris). Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal March 8, 2008. Diakses tanggal February 9, 2023.
- ^ Elliott, Vittoria; Deck, Andrew (November 2, 2020). "Duterte, Dito, and the Duopoly". Rest of World. Diarsipkan dari asli tanggal November 2, 2020. Diakses tanggal February 23, 2023.
- ^ Cuyco, Jan (July 1, 2022). "No longer a duopoly, Philippines' mobile market sees improved 4G, 5G availability – Ookla". The Philippine Star. Diarsipkan dari asli tanggal July 1, 2022. Diakses tanggal February 23, 2023.
- ^ Frost, Charles (May 31, 2015). "Best Place to Retire". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari asli tanggal June 1, 2015. Diakses tanggal July 6, 2020.
- ^ Zafra, Maria Angela G. (December 2021). "Developing the Philippine Blue Economy: Opportunities and Challenges in the Ocean Tourism Sector" (PDF). ADBI Working Paper Series (1291). Tokyo, Japan: Asian Development Bank Institute: 8–9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal January 4, 2022. Diakses tanggal May 14, 2024.
- ^ Nordquist, Myron H.; Moore, John Norton; Long, Ronán, ed. (November 11, 2019). Cooperation and Engagement in the Asia-Pacific Region (dalam bahasa Inggris). Leiden, Netherlands: Brill. hlm. 72. ISBN 978-90-04-41202-6.
- ^ Rocamora, Joyce Ann L. (December 16, 2021). "PH still world's leading dive destination in 2021: WTA". Philippine News Agency (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal December 16, 2021. Diakses tanggal February 19, 2023.
- ^ Malig, Jojo (July 9, 2012). "Boracay named 2012 world's best island". ABS-CBN News. Diarsipkan dari asli tanggal February 18, 2016. Diakses tanggal February 9, 2023.
- ^ Zubiri, Stephanie (November 18, 2022). "Beyond the beaches: five adventure experiences in the Philippines". National Geographic (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal November 28, 2022. Diakses tanggal February 20, 2023.
- ^ Ochave, Revin Mikhael D. (June 21, 2022). "Philippine tourism industry seen to reach pre-pandemic levels by 2024". BusinessWorld. Diarsipkan dari asli tanggal June 21, 2022. Diakses tanggal November 11, 2022.
- ^ "Inbound int'l tourism may pick up starting late 2021". BusinessWorld. October 21, 2020. Diarsipkan dari asli tanggal November 11, 2022. Diakses tanggal November 11, 2022.
- ^ Arnaldo, Ma. Stella F. (January 3, 2024). "International tourists spent $8.69 billion in PHL in 2023–DOT". BusinessMirror. Diarsipkan dari asli tanggal January 2, 2024. Diakses tanggal January 3, 2024.
- ^ Malasique, Arion Mari P.; Rubio, Windsor Redz C.; Rosete, Marie Antoinette L. (February 4, 2022). "Analyzing the Implementation of the Public Utility Vehicle Modernization Program (PUVMP) to the Employment of PUV Drivers in the Philippines". Journal of Industrial Engineering & Management Research. 3 (1): 45, 48. ISSN 2722-8878. Diarsipkan dari asli tanggal April 30, 2023. Diakses tanggal April 30, 2023.
- ^ Philippines: Transport Sector Assessment, Strategy, and Road Map (PDF) (Report). Mandaluyong, Philippines: Asian Development Bank. 2012. hlm. 1–2. ISBN 978-92-9092-855-3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 3, 2016. Diakses tanggal August 9, 2020.
- ^ Department of Public Works and Highways; Strategic Infrastructure Programs and Policies (PDF). Investor Relations Office (Report). Department of Public Works and Highways. February 22, 2019. hlm. 2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 27, 2020. Diakses tanggal September 2, 2020.
- ^ The Report: Philippines 2015 (Report). London: Oxford Business Group. 2015. hlm. 152. ISBN 978-1-910068-26-7.
- ^ Odchimar, Anita II; Hanaoka, Shinya (2015). "Intermodal Road-RoRo Transport in the Philippines, its Development and Position in the Domestic Shipping". Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies. 11. Eastern Asia Society for Transportation Studies: 741–746. doi:10.11175/easts.11.739. ISSN 1881-1124. Diarsipkan dari asli tanggal May 10, 2023. Diakses tanggal May 10, 2023 – via J-STAGE.
- ^ Bridges across Oceans: Initial Impact Assessment of the Philippines Nautical Highway System and Lessons for Southeast Asia (Report). Metro Manila, Philippines: Asian Development Bank. April 2010. hlm. 11–17. ISBN 978-971-561-896-0. Diarsipkan dari asli tanggal February 25, 2023. Diakses tanggal February 25, 2023.
- ^ Preparing the Metro Manila Transport Project, Phase 1: Project Preparatory Technical Assistance Report (PDF) (Report). Asian Development Bank. December 2017. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal July 7, 2022. Diakses tanggal February 10, 2023.
- ^ Santos, Luis Pocholo A. (December 2020). "Influence of Traffic Congestion in Business Development: A Literature Review" (PDF). International Journal of Engineering Science and Computing. 10 (12): 27497–27498. ISSN 2321-3361. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 10, 2023. Diakses tanggal February 10, 2023.
- ^ Department of Transportation; Department of the Interior and Local Government; Land Transportation Franchising and Regulatory Board (October 2017). Local Public Transport Route Plan Manual (PDF) (Report). Vol. 1. hlm. 7, 16. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 1, 2020. Diakses tanggal August 1, 2020.
- ^ Hansen, Arve; Nielsen, Kenneth Bo, ed. (2016). Cars, Automobility and Development in Asia: Wheels of change. Routledge Studies in Transport, Environment and Development. London: Routledge. hlm. 125. ISBN 978-1-317-39672-7.
- ^ "The Railway Age". Railroad Gazette (dalam bahasa Inggris). XLV (5): 148. 1908. ISSN 0149-4430. OCLC 675807010.
- ^ Cinco, Maricar (September 20, 2019). "PNR extends train trips to Los Baños". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal September 20, 2019. Diakses tanggal August 1, 2020.
- ^ Barroga, Gienel (June 26, 2022). "PNR San Pablo-Lucena line reopens". CNN Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal June 26, 2022. Diakses tanggal August 19, 2022.
- ^ a b Galang, Vincent Mariel P. (June 20, 2019). "JICA still has 900B yen to fund rail expansion in Philippines". BusinessWorld. Diarsipkan dari asli tanggal June 21, 2019. Diakses tanggal June 21, 2019.
- ^ Yee, Jovic (March 12, 2018). "PNR to offer freight service soon". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal March 12, 2018. Diakses tanggal August 7, 2020.
- ^ Amojelar, Darwin G. (October 4, 2018). "DOTr to revive Manila-Laguna cargo rail project". Manila Standard. Diarsipkan dari asli tanggal November 9, 2020. Diakses tanggal August 7, 2020.
- ^ a b Francisco, Kris A.; Lim, Valerie L. (December 2022). "Philippine Air Transport Infrastructure: State, Issues, Government Strategies" (PDF). PIDS Discussion Paper Series. Quezon City, Philippines: Philippine Institute for Development Studies: 3–5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal January 3, 2023. Diakses tanggal February 21, 2023.
- ^ Park, Seung Ho; Ungson, Gerardo Rivera; Francisco, Jamil Paolo S. (2017). ASEAN Champions: Emerging Stalwarts in Regional Integration (dalam bahasa Inggris). Cambridge, England: Cambridge University Press. hlm. 80. ISBN 978-1-107-12900-9.
- ^ "About PAL". Philippine Airlines. Diarsipkan dari asli tanggal February 7, 2009. Diakses tanggal May 4, 2013..
- ^ The Report: Philippines 2009 (Report). London: Oxford Business Group. 2009. hlm. 97. ISBN 978-1-902339-12-2.
- ^ Doria, Sheena DC.; De Vera, Leo P. Jr.; Parel, Danice Angelee C. (2017). "Business Models and Selected Performance Metrics of Philippine Airlines and Cebu Pacific: An Exploratory Comparative Analysis". Southeast Asian Journal of Science and Technology. 2 (1). Pangasinan State University-Lingayen Campus: 148–149. ISSN 2672-2992. Diarsipkan dari asli tanggal April 7, 2023. Diakses tanggal April 7, 2023.
- ^ a b Aguilar, Glenn D. (2004). "Philippine Fishing Boats" (PDF). Dalam Silvestre, Geronimo; Green, Stuart J.; White, Alan T.; Armada, Nygiel; Luna, Cesar; Cruz-Trinidad, Annabelle; Carreon, Marciano F. III (ed.). In Turbulent Seas: The Status of Philippine Marine Fisheries. Cebu City, Philippines: Department of Agriculture-Bureau of Fisheries and Aquatic Resources. hlm. 118–121. ISBN 978-971-92753-4-3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal April 29, 2017. Diakses tanggal April 2, 2023 – via United States Agency for International Development.
- ^ a b Funtecha, Henry F. (2000). "The history and culture of boats and boat-building in the Western Visayas". Philippine Quarterly of Culture and Society. 28 (2). University of San Carlos: 111–132. ISSN 0115-0243. JSTOR 29792457.
- ^ Roxas-Lim, Aurora. "Traditional Boatbuilding and Philippine Maritime Culture" (PDF). Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region, United Nations. hlm. 219–222. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal December 12, 2019. Diakses tanggal August 27, 2021.
- ^ San Juan, Andrea E. (November 3, 2022). "Expert presents options to resolve Philippine seaports' 'inadequacy'". BusinessMirror. Diarsipkan dari asli tanggal November 2, 2022. Diakses tanggal February 27, 2023.
- ^ Ali, Mubarik; Porciuncula, Fe (December 1, 2001). Urban and Peri-urban Agriculture in Metro Manila: Resources and Opportunities for Food Production (Technical report) (dalam bahasa Inggris). AVRDC – The World Vegetable Center. hlm. 12. ISBN 978-92-9058-121-5.
- ^ Regional and subregional program links: Mapping the links between ASEAN and the GMS, BIMP-EAGA, and IMT-GT (PDF) (Report). Mandaluyong, Philippines: Asian Development Bank. September 2013. hlm. 27. ISBN 978-92-9254-203-0. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 1, 2020. Diakses tanggal August 1, 2020.
- ^ PDP Australia Pty Ltd/Meyrick and Associates (March 1, 2005). Promoting Efficient and Competitive Intra-ASEAN Shipping Services – The Philippines Country Report (PDF) (Report). Association of Southeast Asian Nations. hlm. 11. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 1, 2020. Diakses tanggal August 1, 2020.
- ^ 2021 Power Statistics (PDF) (Report). Department of Energy. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal December 21, 2022. Diakses tanggal May 20, 2023.
- ^ Renewables 2022: Global Update Report (PDF) (Report). Paris, France: REN21 Secretariat. 2022. hlm. 108. ISBN 978-3-948393-04-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal June 16, 2022.
- ^ GCC Annual Review 2021 (PDF) (Report). The Green Certificate Company Limited. hlm. 16. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 19, 2023. Diakses tanggal February 19, 2023.
- ^ The Report: Philippines 2016 (Report) (dalam bahasa Inggris). London: Oxford Business Group. 2016. hlm. 122. ISBN 978-1-910068-55-7.
- ^ a b Ma, Zheng; Jørgensen, Bo Nørregaard; Billanes, Joy Dalmacio (September 2016). "Smart Energy in the Philippines" (PDF). SDU's Research Portal. University of Southern Denmark. hlm. 14, 24. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 31, 2023. Diakses tanggal August 31, 2023.
- ^ Gatdula, Donnabelle L. (January 15, 2009). "National Grid takes over TransCo". The Philippine Star. Diarsipkan dari asli tanggal May 31, 2023. Diakses tanggal August 31, 2023.
- ^ 40th Electric Power Industry Reform Act (EPIRA) Implementation Status Report (For the Report Period April 2022) (PDF). Department of Energy (Report). hlm. 69. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal May 1, 2023. Diakses tanggal August 31, 2023.
- ^ a b "Nuclear Power in the Philippines". World Nuclear Association. February 2023. Diarsipkan dari asli tanggal February 19, 2023. Diakses tanggal February 19, 2023.
- ^ a b Pekkanen, Robert J.; Pekkanen, Saadia, ed. (October 25, 2021). The Oxford Handbook of Japanese Politics (dalam bahasa Inggris). New York: Oxford University Press. hlm. 311. ISBN 978-0-19-005099-3.
- ^ Mochizuki, Mike; Ollapally, Deepa M., ed. (2016). Nuclear Debates in Asia: The Role of Geopolitics and Domestic Processes (dalam bahasa Inggris). Lanham, Md.: Rowman & Littlefield. hlm. 194. ISBN 978-1-4422-4700-0.
- ^ Tan, Rebecca; Enano, Jhesset O. (January 25, 2023). "Clean-energy push puts abandoned Philippine nuclear plant back in spotlight". Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal January 26, 2023. Diakses tanggal February 19, 2023.
- ^ Franceys, Richard; Gerlach, Esther, ed. (May 4, 2012). Regulating Water and Sanitation for the Poor: Economic Regulation for Public and Private Partnerships (dalam bahasa Inggris). London: Earthscan. hlm. 146. ISBN 978-1-136-55889-4.
- ^ a b c Kohsaka, Akira, ed. (2007). Infrastructure Development in the Pacific Region (dalam bahasa Inggris). Abingdon, Oxon, England: Routledge. hlm. 227. ISBN 978-1-134-22761-7.
- ^ McDonald, David A., ed. (April 10, 2014). Rethinking Corporatization and Public Services in the Global South (dalam bahasa Inggris). London: Zed Books. ISBN 978-1-78360-020-5.
- ^ Del Prado, Divina Gracia L. (October 5, 2023). "Country's Overall Water Use Efficiency increased by 5.5 percent in 2022" (Press release). Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 5, 2023.
- ^ Progress on Sanitation and Drinking Water: 2015 Update and MDG Assessment (Report). Geneva, Switzerland: World Health Organization. 2015. hlm. 68. ISBN 978-92-4-150914-5.
- ^ a b c National Objectives for Health Philippines, 2017–2022 (PDF). National Objectives for Health (Report). Manila, Philippines: Health Policy Development and Planning Bureau, Department of Health. 2018. ISSN 1908-6768. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal September 13, 2020. Diakses tanggal September 13, 2020.
- ^ Department of Environment and Natural Resources; Bureau of Fisheries and Aquatic Resources of the Department of Agriculture; Department of the Interior and Local Government (2001). Coastal Management Orientation and Overview (PDF). Philippine Coastal Management Guidebook Series. Vol. 1. Cebu City, Philippines: Coastal Resource Management Project of the Department of Environment and Natural Resources. hlm. 4, 9. ISBN 978-971-92289-0-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal July 12, 2018. Diakses tanggal August 7, 2024 – via Foreign-Assisted and Special Projects Service (FASPS) eLibrary.
- ^ a b Mapa, Dennis S. (July 4, 2022). "Urban Population of the Philippines (2020 Census of Population and Housing)" (PDF) (Press release). Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari asli tanggal July 5, 2022. Diakses tanggal May 20, 2023.
- ^ "Chapter 3: Overlay of Economic Growth, Demographic Trends, and Physical Characteristics" (PDF). Philippine Development Plan, 2017–2022 (PDF) (Report). Pasig, Philippines: National Economic and Development Authority. 2017. hlm. 31, 34–35. ISSN 2243-7576. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 26, 2020. Diakses tanggal April 23, 2023.
- ^ Demographia World Urban Areas (PDF) (Report) (Edisi 18th Annual). Demographia. July 2022. hlm. 23. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 3, 2023. Diakses tanggal February 8, 2023.
- ^ "Population of the Philippines: Census Years 1799 to 2010". National Statistical Coordination Board. Diarsipkan dari asli tanggal July 4, 2012. Diakses tanggal July 24, 2023.
- ^ Mapa, Dennis S. (August 12, 2022). "Age and Sex Distribution in the Philippine Population (2020 Census of Population and Housing)" (PDF). Philippine Statistics Authority (Press release). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 12, 2022. Diakses tanggal May 19, 2023.
- ^ "2015 Census of Population" (PDF). Census Facts and Figures. Quezon City, Philippines: Philippine Statistics Authority: 11. June 2018. ISSN 0117-1453. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 14, 2022. Diakses tanggal July 25, 2020.
- ^ "Bishops threaten civil disobedience over RH bill". GMANews.TV. September 29, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal February 21, 2011. Diakses tanggal October 16, 2010.
- ^ a b Overcoming Poverty and Inequality in the Philippines; Past, Present, and Prospects for the Future (PDF) (Report). The World Bank. hlm. 3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal December 6, 2022. Diakses tanggal April 2, 2023.
- ^ Mapa, Claire Dennis S. (August 15, 2022). "Proportion of Poor Filipinos was Recorded at 18.1 Percent in 2021". Philippine Statistics Authority (Press release). Diarsipkan dari asli tanggal August 16, 2022. Diakses tanggal November 8, 2022.
- ^ Fast Facts: Indigenous Peoples in the Philippines (PDF) (Report). United Nations Development Programme. February 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 25, 2023. Diakses tanggal February 25, 2023.
- ^ Cariño, Jacqueline K. (November 2012). Country Technical Note on Indigenous Peoples' Issues; Republic of the Philippines (Technical report). International Fund for Agricultural Development. hlm. 3–5, 31–47. Diarsipkan dari asli tanggal August 9, 2021. Diakses tanggal November 11, 2022.
- ^ Flannery, Tim (2002). The Future Eaters: An Ecological History of the Australasian Lands and People. New York: Grove Press. hlm. 147. ISBN 978-0-8021-3943-6.
- ^ "Extinct humanoid species may have lived in PHL". GMA News Online (dalam bahasa Inggris). August 31, 2012. Diarsipkan dari asli tanggal December 27, 2018. Diakses tanggal February 8, 2023.
- ^ Reich, David; Patterson, Nick; Kircher, Martin; Delfin, Frederick; Nandineni, Madhusudan R.; Pugach, Irina; Ko, Albert Min-Shan; Ko, Ying-Chin; Jinam, Timothy A.; Phipps, Maude E.; Saitou, Naruya; Wollstein, Andreas; Kayser, Manfred; Pääbo, Svante; Stoneking, Mark (October 2011). "Denisova Admixture and the First Modern Human Dispersals into Southeast Asia and Oceania". American Journal of Human Genetics. 89 (4): 516–528. doi:10.1016/j.ajhg.2011.09.005. PMC 3188841. PMID 21944045.
- ^ a b c "Philippines". Ethnologue (dalam bahasa Inggris). Dallas, TX: SIL International. 2013. Diarsipkan dari asli tanggal March 9, 2013. Diakses tanggal February 8, 2023.
- ^ Capelli, Christian; Wilson, James F.; Richards, Martin; Stumpf, Michael P.H.; Gratrix, Fiona; Oppenheimer, Stephen; Underhill, Peter; Ko, Tsang-Ming (2001). "A Predominantly Indigenous Paternal Heritage for the Austronesian-Speaking Peoples of Insular South Asia and Oceania" (PDF). American Journal of Human Genetics. 68 (2): 432–443. doi:10.1086/318205. PMC 1235276. PMID 11170891. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal May 11, 2011. Diakses tanggal December 18, 2009.
- ^ Soares, Pedro A.; Trejaut, Jean A.; Rito, Teresa; Cavadas, Bruno; Hill, Catherine; Eng, Ken Khong; Mormina, Maru; Brandão, Andreia; Fraser, Ross M.; Wang, Tse-Yi; Loo, Jun-Hun; Snell, Christopher; Ko, Tsang-Ming; Amorim, António; Pala, Maria; Macaulay, Vincent; Bulbeck, David; Wilson, James F.; Gusmão, Leonor; Pereira, Luísa; Oppenheimer, Stephen; Lin, Marie; Richards, Martin B. (March 2016). "Resolving the ancestry of Austronesian-speaking populations". Human Genetics. 135 (3). Springer Science+Business Media: 309–326. doi:10.1007/s00439-015-1620-z. PMC 4757630. PMID 26781090.
- ^ Larena, Maximilian; Sanchez-Quinto, Federico; Sjödin, Per; McKenna, James; Ebeo, Carlo; Reyes, Rebecca; Casel, Ophelia; Huang, Jin-Yuan; Hagada, Kim Pullupul; Guilay, Dennis; Reyes, Jennelyn (March 30, 2021). "Multiple migrations to the Philippines during the last 50,000 years". Proceedings of the National Academy of Sciences. 118 (13) e2026132118. National Academy of Sciences. Bibcode:2021PNAS..11826132L. doi:10.1073/pnas.2026132118. ISSN 0027-8424. PMC 8020671. PMID 33753512.
- ^ Mawson, Stephanie J. (June 15, 2016). "Convicts or Conquistadores? Spanish Soldiers in the Seventeenth-Century Pacific". Past & Present (232). Oxford University Press: 87–125. doi:10.1093/pastj/gtw008. Diarsipkan dari asli tanggal June 3, 2018. Diakses tanggal July 28, 2020.
- ^ a b Mehl, Eva Maria (2016). Forced Migration in the Spanish Pacific World: From Mexico to the Philippines, 1765–1811. Cambridge, England: Cambridge University Press. doi:10.1017/CBO9781316480120. ISBN 978-1-316-48012-0.
- ^ a b Park, Paula C. (2022). "3: On the Globality of Mexico and the Manila Galleon". Intercolonial Intimacies: Relinking Latin/o America to the Philippines, 1898–1964 (dalam bahasa Inggris). Pittsburgh, Pa.: University of Pittsburgh Press. ISBN 978-0-8229-8873-1.
- ^ "Reference Populations – Geno 2.0 Next Generation". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal July 4, 2016.
- ^ McFerson, Hazel M., ed. (2002). Mixed Blessing: The Impact of the American Colonial Experience on Politics and Society in the Philippines. Contributions in Comparative Colonial Studies. Westport, Conn.: Greenwood Publishing Group. hlm. 23. ISBN 978-0-313-30791-1.
- ^ Villaraza, Lily Ann B. (January 1, 2017). Yesterday, Today, and Tomorrow: A Study of Aurelio Tolentino's Articulation of Nationalism and Identity through Theatre in the Philippines during the American Colonial Period. Huskie Commons (PhD thesis). Northern Illinois University. hlm. 52–54. OCLC 1257957511. Diarsipkan dari asli tanggal July 24, 2023. Diakses tanggal July 24, 2023.
- ^ "Sheer Realities: A Celebration of Philippine Culture". Grey Art Gallery. New York University. December 8, 2015. Diarsipkan dari asli tanggal January 17, 2017. Diakses tanggal March 4, 2023.
- ^ Chu, Richard T. (January 25, 2010). Chinese and Chinese Mestizos of Manila: Family, Identity, and Culture, 1860s–1930s (dalam bahasa Inggris). Leiden, Netherlands: Brill. hlm. 240. ISBN 978-90-474-2685-1.
- ^ de Zúñiga, Joaquín Martínez; Retana, Wenceslao Emilio (December 1893). Estadismo de las Islas Filipinas: Ó, Mis Viajes Por Este País; Tomo Primero (PDF) (dalam bahasa Spanyol) (Edisi Spanish). Madrid, Spain: Imp. de la Viuda de M. Minuesa de los Ríos. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal July 21, 2015.
- ^ de Zúñiga, Joaquín Martínez; Retana, Wenceslao Emilio (December 1893). Estadismo de las Islas Filipinas: Ó, Mis Viajes Por Este País; Tomo Segundo (dalam bahasa Spanyol) (Edisi Spanish). Madrid, Spain: Imp. de la Viuda de M. Minuesa de los Ríos.
- ^ Carter, Lauren Louise (April 1995). The ethnic Chinese variable in domestic and foreign policies in Malaysia and Indonesia (PDF). Summit Research Repository (M.A. thesis). Simon Fraser University. hlm. 5, 96. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal November 1, 2018. Diakses tanggal July 16, 2020.
- ^ Wong, Kwok-Chu (1999). The Chinese in the Philippine Economy, 1898–1941. Quezon City, Philippines: Ateneo de Manila University Press. hlm. 15–16. ISBN 978-971-550-323-5.
- ^ Guanqun, Wang (August 23, 2009). "Chinese lunar new year might become national holiday in Philippines too". Xinhua. Diarsipkan dari asli tanggal August 26, 2009. Diakses tanggal February 8, 2023.
- ^ Macrohon, Pilar (January 21, 2013). "Senate declares Chinese New Year as special working holiday" (Press release). PRIB, Office of the Senate Secretary, Senate of the Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal May 16, 2021.
- ^ "U.S. Relations With the Philippines". United States Department of State. March 3, 2022. Diarsipkan dari asli tanggal February 7, 2023. Diakses tanggal February 8, 2023.
- ^ a b US-PH alliance 'stronger than ever'—envoy By Raymund Antonio (Manila Bulletin)"Beyond the economic and defense partnership, the US and Philippines maintain "meaningful people-to-people ties," which Carlson described is "the foundation of everything we do together." Some four million Filipinos and Filipino-Americans call the United States their home, while more than 750,000 US citizens are currently living in the Philippines, she noted."
- ^ a b "200,000–250,000 or More Military Filipino Amerasians Alive Today in Republic of the Philippines according to USA-RP Joint Research Paper Finding" (PDF). Amerasian Research Network, Ltd. (Press release). November 5, 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal November 1, 2013. Diakses tanggal July 11, 2016.
- ^ Kutschera, P. C.; Caputi, Marie A. (October 2012). "The Case for Categorization of Military Filipino Amerasians as Diaspora" (PDF) (Academic paper presented at 9th International Conference on the Philippines (ICOPHIL-9)). E. Lansing, Mich.: Michigan State University. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal November 1, 2013. Diakses tanggal July 11, 2016 – via AmerasianResearch.org.
- ^ Daboo, Jerri; Sinthuphan, Jirayudh, ed. (October 1, 2018). Mapping Migration: Culture and Identity in the Indian Diasporas of Southeast Asia and the UK (dalam bahasa Inggris). Newcastle upon Tyne, England: Cambridge Scholars Publishing. hlm. 4. ISBN 978-1-5275-1775-2.
- ^ Sevilla, Henelito Jr. (2015). "West Asian Communities in the Philippines: An Exploratory Study of Migrant Iranians, Jews, Arabs, and Turkish" (PDF). Asian Studies: Journal of Critical Perspectives on Asia. 51 (1). Asian Center, University of the Philippines Diliman: 98, 100. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal September 11, 2015. Diakses tanggal April 18, 2023.
- ^ Terpstra, Nicholas, ed. (2019). Global Reformations: Transforming Early Modern Religions, Societies, and Cultures. London: Routledge. ISBN 978-0-429-67825-7.
- ^ Asher, R. E.; Moseley, Christopher, ed. (April 19, 2018). Atlas of the World's Languages (dalam bahasa Inggris) (Edisi Second). Florence, Ky.: Routledge. ISBN 978-1-317-85108-0.
- ^ Reid, Lawrence A. (June 1, 1994). "Possible Non-Austronesian Lexical Elements in Philippine Negrito Languages". Oceanic Linguistics. 33 (1). Honolulu, Hawaii: University of Hawaiʻi Press: 37–72. doi:10.2307/3623000. hdl:10125/32986. JSTOR 3623000. Diarsipkan dari asli tanggal July 11, 2022. Diakses tanggal February 18, 2023 – via ScholarSpace.
- ^ a b Artikel XIV Konstitusi Bagian 7, Konstitusi (1987)
- ^ Takacs, Sarolta (2015). The Modern World: Civilizations of Africa, Civilizations of Europe, Civilizations of the Americas, Civilizations of the Middle East and Southwest Asia, Civilizations of Asia and the Pacific. London: Routledge. hlm. 659. ISBN 978-1-317-45572-1.
- ^ Brown, Michael Edward; Ganguly, Sumit, ed. (2003). Fighting Words: Language Policy and Ethnic Relations in Asia. BCSIA Studies in International Security. Cambridge, Mass.: MIT Press. hlm. 323–325. ISBN 978-0-262-52333-2.
- ^ Bautista, Maria Lourdes S. (June 2004). "Tagalog-English Code Switching as a Mode of Discourse" (PDF). Asia Pacific Education Review. 5 (2). Education Research Institute, Seoul National University: 226–231. doi:10.1007/BF03024960. ISSN 1598-1037. OCLC 425894528. S2CID 145684166. Diakses tanggal July 3, 2023.
- ^ Stewart, Miranda (2012). The Spanish Language Today. London: Routledge. hlm. 9. ISBN 978-1-134-76548-5.
- ^ Weedon, Alan (August 10, 2019). "The Philippines is fronting up to its Spanish heritage, and for some it's paying off". ABC News. Australian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dari asli tanggal August 10, 2019. Diakses tanggal March 31, 2023.
- ^ Hymes, Dell, ed. (1971). Pidginization and Creolization of Languages; Proceedings of a Conference Held at the University of the West Indies, Mona, Jamaica, April 1968 (Conference proceeding). Cambridge, England: Cambridge University Press. hlm. 223. ISBN 978-0-521-09888-5.
- ^ a b Aspillera, Paraluman S.; Hernandez, Yolanda Canseco (July 1, 2014). Basic Tagalog for Foreigners and Non-Tagalogs (with Online Audio) (dalam bahasa Inggris) (Edisi Revised Third). North Clarendon, Vt.: Tuttle Publishing. hlm. 9. ISBN 978-1-4629-0166-1.
- ^ Allan, Keith, ed. (August 31, 2020). Dynamics of Language Changes: Looking Within and Across Languages (dalam bahasa Inggris). Singapore: Springer Nature. hlm. 204. ISBN 978-981-15-6430-7.
- ^ Samid, Amina (August 31, 2022). "Islamic Education and the Development of Madrasah Schools in the Philippines". International Journal of Political Studies. 8 (2): 37, 41–44. doi:10.25272/icps.1139650. ISSN 2528-9969. Diakses tanggal August 14, 2024 – via DergiPark Akademik.
- ^ Mapa, Dennis S. (March 7, 2023). "Tagalog is the Most Widely Spoken Language at Home (2020 Census of Population and Housing)". Philippine Statistics Authority (Press release). Diarsipkan dari asli tanggal January 8, 2024. Diakses tanggal January 8, 2024.
- ^ Kabiling, Genalyn (November 12, 2018). "Filipino Sign Language declared as nat'l sign language of Filipino deaf". Manila Bulletin. Diarsipkan dari asli tanggal November 12, 2018. Diakses tanggal November 12, 2018.
- ^ Tamir, Christine; Connaughton, Aidan; Salazar, Ariana Monique (July 20, 2020). The Global God Divide (Report). Pew Research Center. Diarsipkan dari asli tanggal July 22, 2020. Diakses tanggal February 18, 2023.
- ^ Bullivant, Stephen; Ruse, Michael, ed. (November 21, 2013). The Oxford Handbook of Atheism. Oxford, England: Oxford University Press. hlm. 563. ISBN 978-0-19-166739-8.
- ^ Martin, Michael, ed. (October 30, 2006). The Cambridge Companion to Atheism (dalam bahasa Inggris). Cambridge, England: Cambridge University Press. hlm. 61. ISBN 978-1-139-82739-3.
- ^ 2015 Census of Population, Report No. 2 – Demographic and Socioeconomic Characteristics Philippines (PDF) (Report). Philippine Statistics Authority. June 2017. Table 8: Total Population by Religious Affiliation and Sex: 2015. ISSN 0117-1453. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal October 9, 2022. Diakses tanggal August 6, 2020.
- ^ 2021 Report on International Religious Freedom: Philippines. United States Department of State (Report). Office of International Religious Freedom. June 2, 2022. Section I. Religious Demography. Diarsipkan dari asli tanggal December 9, 2022. Diakses tanggal February 7, 2023.
- ^ 2013 International Religious Freedom Report (Report). United States Department of State, Bureau of Democracy, Human Rights and Labor. July 28, 2014. Diarsipkan dari asli tanggal May 26, 2019. Diakses tanggal July 15, 2020.
- ^ a b Philippines 2015 International Religious Freedom Report (PDF) (Report). United States Department of State, Bureau of Democracy, Human Rights and Labor. 2014. hlm. 1–2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal January 21, 2017. Diakses tanggal April 11, 2023.
- ^ The Global Catholic Population (Report). Pew Research Center's Religion & Public Life Project. February 13, 2013. Which countries have the most Catholics now?. Diarsipkan dari asli tanggal September 28, 2013.
- ^ Republic of the Philippines (March 12, 2023). "Religious Affiliation in Bicol Region (2020 Census of Population and Housing)". rsso05.psa.gov.ph. Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 21, 2025. Diakses tanggal September 21, 2025.
- ^ a b c d Mapa, Dennis S. (February 22, 2023). "Religious Affiliation in the Philippines (2020 Census of Population and Housing)" (Press release). Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari asli tanggal March 10, 2023. Diakses tanggal March 12, 2023.
- ^ Jones, Arun W. (2016). "Local Agency and the Reception of Protestantism in the Philippines". Journal of Asian/North American Theological Educators. 2 (1): 61. Diarsipkan dari asli tanggal November 9, 2018. Diakses tanggal May 16, 2023.
- ^ "Protestant Christianity in the Philippines". Religious Literacy Project. Harvard Divinity School. Diarsipkan dari asli tanggal April 21, 2016. Diakses tanggal February 7, 2023.
- ^ "Religious and lay Filipino missionaries in the world are "Christ first witnesses". AsiaNews (dalam bahasa Inggris). July 16, 2015. Diarsipkan dari asli tanggal April 23, 2022. Diakses tanggal April 23, 2022.
- ^ Kim, Sebastian; Kim, Kirsteen (November 3, 2016). Christianity as a World Religion: An Introduction (dalam bahasa Inggris) (Edisi Second). London: Bloomsbury Publishing. hlm. 70. ISBN 978-1-4725-6936-3.
- ^ An-Na'im, Abdullahi, ed. (October 11, 2002). Islamic Family Law in a Changing World: A Global Resource Book. London: Zed Books. hlm. 5. ISBN 978-1-84277-093-1.
- ^ Min, Pyong Gap; Kim, Jung Ha, ed. (2001). Religions in Asian America: Building Faith Communities. Walnut Creek, Calif.: AltaMira Press. hlm. 144. ISBN 978-1-4616-4762-1.
- ^ Yu, Jose Vidamor B. (2000). Inculturation of Filipino-Chinese Culture Mentality. Interreligious and Intercultural Investigations. Vol. 3. Rome, Italy: Pontificia Università Gregoriana. hlm. 87–88. ISBN 978-88-7652-848-4.
- ^ Ordinario, Cai (October 26, 2018). "Out-of-pocket health expense of Pinoys rose in 2017–PSA". BusinessMirror. Diarsipkan dari asli tanggal July 28, 2020. Diakses tanggal April 4, 2020.
- ^ Mapa, Dennis. "Government Shares 44.7 Percent to the Country's Health Spending in 2024; Primary Health Care Expenditure Registered PhP 748.80 Billion" (Press release). Philippine Statistics Authority. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 25, 2025.
- ^ a b Flores, Helen (December 17, 2022). "Marcos Signs P5.268-Trillion National Budget For 2023". OneNews. Diarsipkan dari asli tanggal December 17, 2022. Diakses tanggal February 16, 2023.
- ^ de Vera, Ben O. (March 21, 2022). "Gov't subsidy to PhilHealth hits record-high in 2022". Philippine Daily Inquirer (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal March 21, 2022. Diakses tanggal November 11, 2022.
- ^ "UHC Act in the Philippines: a new dawn for health care". World Health Organization. March 14, 2019. Diarsipkan dari asli tanggal March 29, 2019. Diakses tanggal July 25, 2020.
- ^ Ismael, Javier Joe (March 4, 2022). "151st Malasakit Center inaugurated in Quirino". The Manila Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal March 5, 2022. Diakses tanggal May 26, 2022.
- ^ Mapa, Dennis S. (February 22, 2023). Registered Deaths in the Philippines, 2021 (PDF) (Report). Philippine Statistics Authority. hlm. 6. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal March 24, 2023. Diakses tanggal May 20, 2023.
- ^ Salazar, Miguel Antonio; Pesigan, Arturo; Law, Ronald; Winkler, Volker (December 1, 2016). "Post-disaster health impact of natural hazards in the Philippines in 2013". Global Health Action. 9 (1) 31320. Taylor & Francis. doi:10.3402/gha.v9.31320. PMC 4871893. PMID 27193265.
- ^ "The social determinants of tuberculosis in the Philippines". The Lancet. 10 (1). January 2022.
- ^ Orange Health Consultants (April 2021). Health Care in the Philippines (PDF) (Report). Rotterdam, Netherlands: Netherlands Enterprise Agency (RVO). Organization of the health care system. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal October 17, 2021. Diakses tanggal March 17, 2023.
- ^ Cachero, Paulina (May 30, 2021). "How Filipino Nurses Have Propped Up America's Medical System". Time (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal May 30, 2021. Diakses tanggal November 11, 2022.
- ^ Lorenzo, Fely Marilyn; Galvez-Tan, Jaime; Icamina, Kriselle; Javier, Lara (2007). "Nurse Migration from a Source Country Perspective: Philippine Country Case Study". Health Services Research. 42 (3 (pt 2)). Wiley-Blackwell Publishing: 1406–1418. doi:10.1111/j.1475-6773.2007.00716.x. PMC 1955369. PMID 17489922.
- ^ Kent, Allen, ed. (February 26, 1987). "Asia, Libraries in". Encyclopedia of Library and Information Science (dalam bahasa Inggris). Vol. 42 – Supplement 7: The Albert I Royal Library to The United Nations Bibliographic Information System (UNBIS) (Edisi 1st). New York: Marcel Dekker. hlm. 74. ISBN 978-0-8247-2042-1.
- ^ San Pedro, Dexter (May 15, 2013). "Aquino signs K–12 enhanced basic education law". InterAksyon. Diarsipkan dari asli tanggal June 14, 2013. Diakses tanggal September 23, 2014.
- ^ OECD; Scalabrini Migration Center (2017). Interrelations between Public Policies, Migration and Development in the Philippines. OECD Development Pathways (dalam bahasa Inggris). Paris, France: OECD Publishing. hlm. 138–139. ISBN 978-92-64-27228-6.
- ^ Corrales, Nestor (August 4, 2017). "Duterte signs into law bill granting free tuition in SUCs". Philippine Daily Inquirer (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal August 4, 2017. Diakses tanggal February 28, 2022.
- ^ Nagao, Masafumi; Rogan, John M.; Magno, Marcelita Coronel, ed. (2007). Mathematics and Science Education in Developing Countries: Issues, Experiences, and Cooperation Prospects (dalam bahasa Inggris). Quezon City, Philippines: University of the Philippines Press. hlm. 31. ISBN 978-971-542-533-9.
- ^ Wu, Qiuchen; Bai, Bin; Zhu, Xiaolin (April 2019). "Technical and Vocational Education and Training in the Philippines: Development and Status Quo". Dalam Bai, Bin; Paryono (ed.). Vocational Education and Training in ASEAN Member States. Perspectives on Rethinking and Reforming Education. Singapore: Springer Nature. hlm. 155, 158. doi:10.1007/978-981-13-6617-8_7. ISBN 978-981-13-6616-1. S2CID 159328746.
- ^ Mooney, Thomas Brian; Nowacki, Mark, ed. (2013). Aquinas, Education and the East. Sophia Studies in Cross-cultural Philosophy of Traditions and Cultures (dalam bahasa Inggris). Dordrecht, Netherlands: Springer Science+Business Media. hlm. 185. ISBN 978-94-007-5261-0.
- ^ "DepEd, UNICEF strengthen Alternative Learning System toward quality, relevant second chance basic education". UNICEF (Press release) (dalam bahasa Inggris). June 9, 2022. Diarsipkan dari asli tanggal February 22, 2023. Diakses tanggal February 22, 2023.
- ^ Esplanada, Jerry E. (July 20, 2009). "Mainstreaming Madrasa". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal July 24, 2014. Diakses tanggal September 23, 2014.
- ^ "About Us". Catholic Educational Association of the Philippines. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 3, 2023. Diakses tanggal March 24, 2024.
- ^ Aguas, Jove Jim S. (2019). "Catholic Education in the Philippines". Dalam Peters, Michael A. (ed.). Encyclopedia of Teacher Education (dalam bahasa Inggris). Singapore: Springer. hlm. 1–7. doi:10.1007/978-981-13-1179-6_147-1. ISBN 978-981-13-1179-6. Diakses tanggal March 24, 2024 – via Academia.edu.
- ^ Table 2. Distribution of Higher Education Institutions by Region and Sector: AY 2019–20 (PDF) (Report). Commission on Higher Education. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal July 28, 2021. Diakses tanggal January 12, 2022.
- ^ New measures support university and technical students in the Philippines – Asia 2019 (Report). Oxford Business Group. September 9, 2019. Sector Structure. Diarsipkan dari asli tanggal March 19, 2023. Diakses tanggal March 19, 2023.
- ^ Ness, Daniel; Lin, Chia-Ling, ed. (March 17, 2015). "Philippines". International Education: An Encyclopedia of Contemporary Issues and Systems (dalam bahasa Inggris). Vol. 1–2. Abingdon, Oxon, England: Routledge. hlm. 459. ISBN 978-1-317-46751-9.
- ^ Republic Act No. 9500 (19 April 2008), The University of the Philippines Charter of 2008 Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Krishna, V. V., ed. (2017). Universities in the National Innovation Systems: Experiences from the Asia-Pacific. London: Routledge. hlm. 328. ISBN 978-1-351-61900-4.
- ^ "QS Asia University Rankings 2023". QS World University Rankings. 2023. Diakses tanggal March 25, 2024.
- ^ "World University Rankings 2020". Times Higher Education World University Rankings. 2020.
- ^ Hernandez, Jobo E. (October 29, 2020). "Literacy rate estimated at 93.8% among 5 year olds or older — PSA". BusinessWorld. Diarsipkan dari asli tanggal November 11, 2022. Diakses tanggal November 11, 2022.
- ^ Talavera, Catherine (December 14, 2020). "Functional literacy rate improves in 2019 – PSA". The Philippine Star. Diarsipkan dari asli tanggal December 14, 2020. Diakses tanggal November 11, 2022.
- ^ "Statistical Number of Affiliated Public Libraries". National Library of the Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal July 25, 2023. Diakses tanggal July 25, 2023.
- ^ a b Bankoff, Greg; Weekley, Kathleen (2017). Post-Colonial National Identity in the Philippines: Celebrating the Centennial of Independence. Routledge Revivals. London: Routledge. ISBN 978-1-351-74209-2.
- ^ a b c Edelstein, Sari, ed. (2011). Food, Cuisine, and Cultural Competency for Culinary, Hospitality, and Nutrition Professionals. Sudbury, Mass.: Jones & Bartlett Learning. hlm. 515. ISBN 978-0-7637-5965-0.
- ^ Williams, Victoria R. (February 24, 2020). "Igorot". Indigenous Peoples: An Encyclopedia of Culture, History, and Threats to Survival (dalam bahasa Inggris) (Edisi Illustrated). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 473. ISBN 978-1-4408-6118-5.
- ^ Minahan, James B. (August 30, 2012). "Cordillerans". Ethnic Groups of South Asia and the Pacific: An Encyclopedia. Ethnic Groups of the World (dalam bahasa Inggris) (Edisi Illustrated). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. ISBN 978-1-59884-660-7.
- ^ "Chavacano". Ethnologue (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal November 16, 2018.
- ^ Quilis & Casado-Fresnillo 2008, hlm. 236.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:3 - ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:4 - ^ Constantino, Renato; Constantino, Letizia R (1975). "Chapter X - Revolution and Nationhood". A history of the Philippines: from the Spanish colonization to the Second World War (dalam bahasa English). Monthly Review Press. hlm. 146. ISBN 978-0-85345-394-9. OCLC 2401681.
Coming from families that had benefited from the economic development of the country, these young men were able to take advantage of the educational opportunities that a liberalized Spanish colonial policy offered at the time.
Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ^ PHILIPPINE "SEDITIOUS PLAYS" by Paul A. Rodell. https://www.asj.upd.edu.ph/mediabox/archive/ASJ-12-1-1974/rodell-philippine%20seditious%20plays.pdf
- ^ Alejandro, Reynaldo (1985). The Philippine cookbook. New York, New York: Penguin. hlm. 12–14. ISBN 978-0-399-51144-8. Diakses tanggal June 30, 2011.
Civitello, Linda (2011). Cuisine and Culture: A History of Food and People. John Wiley and Sons. hlm. 263. ISBN 978-1-118-09875-2. Diakses tanggal June 30, 2011.
Just as Filipino people are part Malay, Chinese and Spanish, so is the cuisine of their seven-thousand-island nation
Philippines Country Study Guide. Int'l Business Publications. 2007. hlm. 111. ISBN 978-1-4330-3970-6. Diakses tanggal June 30, 2011.Throughout the centuries, the islands have incorporated the cuisine of the early Malay settlers, Arab and Chinese traders, and Spanish and American colonizers along with other Oriental and Occidental accent and flavours.
[pranala nonaktif permanen] "Philippine Cuisine." Diarsipkan June 16, 2011, di Wayback Machine. Balitapinoy.net Diarsipkan July 23, 2011, di Wayback Machine.. Accessed July 2011. Morgolis, Jason (February 6, 2014). "Why is it so hard to find a good Filipino restaurant?". Public Radio International. Diakses tanggal December 17, 2014.Philippine food has Chinese, Malaysian, Spanish and American influences—all cultures that have shaped the Philippines.
- ^ Griffith, Charles E., Jr. (1924). "Folk Music in the Philippines". Music Educators Journal. 10 (4): 26–64. doi:10.2307/3383136. JSTOR 3383136 – via Sage Journals. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "Dances of the Philippine CountrysideDances that are best known". www.seasite.niu.edu. Diarsipkan dari asli tanggal March 28, 2019. Diakses tanggal March 29, 2019.
- ^ Coo, Stéphanie Marie R. (2014). Clothing and the Colonial Culture of Appearances in Nineteenth Century Spanish Philippines (1820–1896) (PhD thesis). Université Nice Sophia Antipolis.
- ^ Law, Gwillim (November 19, 2010). Administrative Subdivisions of Countries: A Comprehensive World Reference, 1900 through 1998 (dalam bahasa Inggris). Jefferson, N.C.: McFarland. hlm. 289. ISBN 978-0-7864-6097-7.
- ^ a b Nadal, Kevin L. (March 23, 2011). Filipino American Psychology: A Handbook of Theory, Research, and Clinical Practice (dalam bahasa Inggris). Hoboken, N.J.: John Wiley & Sons. ISBN 978-1-118-01977-1.
- ^ Executive Order No. 292 (25 Juli 1987), Regular Holidays and Nationwide Special Days Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Chan, Richel Royce T. (January 2020). "The Festival Extravaganza of Vigan City, Philippines". UNP Research Journal. XXIX. University of Northern Philippines: 64–66. ISSN 0119-3058. Diarsipkan dari asli tanggal April 30, 2023.
- ^ Wendt, Reinhard (1998). "Philippine Fiesta and Colonial Culture". Philippine Studies. 46 (1). Ateneo de Manila University: 4–5. ISSN 0031-7837. JSTOR 42633620.
- ^ Aguirre, Jun (March 4, 2018). "Legend of the Ati-atihan Fest in Aklan". BusinessMirror. Diarsipkan dari asli tanggal September 3, 2020. Diakses tanggal September 3, 2020.
- ^ Pison, Ruth Jordana (May 28, 2019). "The Dinagyang Festival: An Afterlife of the Ilonggos' Faith". Journal of English Studies and Comparative Literature (dalam bahasa Inggris). 16. University of the Philippines: 81, 85. ISSN 0119-1721. Diakses tanggal August 30, 2023.
- ^ Cinco, Maricar (March 26, 2018). "Moriones: solemn tradition, not festive occasion". Philippine Daily Inquirer. Diarsipkan dari asli tanggal March 26, 2018. Diakses tanggal September 3, 2020.
- ^ "Sinulog named as Asia's most popular festival". SunStar. February 27, 2018. Diarsipkan dari asli tanggal September 3, 2020. Diakses tanggal September 3, 2020.
- ^ Lopez, Patricia Marion Y. (February 22, 2016). "Mary as Mother in the Flores de Mayo in Poblacion, Oslob". Humanities Diliman: A Philippine Journal of Humanities (dalam bahasa Inggris). 13 (1). University of the Philippines: 101. ISSN 2012-0788. OCLC 7181411125. Diarsipkan dari asli tanggal June 23, 2016. Diakses tanggal August 30, 2023.
- ^ a b Rood, Steven (June 15, 2019). The Philippines: What Everyone Needs to Know® (dalam bahasa Inggris). New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-092060-9.
- ^ Sexton, Colleen A. (January 1, 2006). Philippines in Pictures. Visual Geography Series (dalam bahasa Inggris). Minneapolis, Minn.: Twenty-First Century Books. hlm. 46. ISBN 978-0-8225-2677-3.
- ^ a b Qiu, Renzong, ed. (2004). Bioethics: Asian Perspectives: A Quest for Moral Diversity. Philosophy and Medicine (dalam bahasa Inggris). Vol. 80. Dordrecht, Netherlands: Kluwer Academic Publishers. ISBN 978-1-4020-1795-7.
- ^ Hallig, Jason V. "Communicating Holiness to the Filipinos: Challenges and Needs the Path to a Filipino Theology of Holiness". Didache: Faithful Teaching. 2 (1): 2, 10. ISSN 1536-0156. Diarsipkan dari asli tanggal July 20, 2011. Diakses tanggal February 10, 2023 – via Nazarene Theological Seminary.
- ^ a b Warner, Malcolm, ed. (March 5, 2014). Culture and Management in Asia (dalam bahasa Inggris). London: Routledge. hlm. 157. ISBN 978-1-136-49760-5.
- ^ Alora, Angeles Tan; Lumitao, Josephine M., ed. (2001). Beyond a Western Bioethics: Voices from the Developing World (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C.: Georgetown University Press. hlm. 57. ISBN 978-1-58901-249-3.
- ^ Tabadda, Emil V. (2005). "Chapter II: A Phenomenology of the Tagalog Notions of Hiya [Shame] and Dangal [Dignity]". Dalam Gripaldo, Rolando M. (ed.). Filipino Cultural Traits: Claro R. Ceniza Lectures. Cultural Heritage and Contemporary Change Series IIID, Southeast Asia. Vol. 4. Washington, D.C.: Council for Research in Values and Philosophy. hlm. 35–39. ISBN 978-1-56518-225-7.
- ^ Smith, Bradford; Shue, Sylvia; Vest, Jennifer Lisa; Villarreal, Joseph (1999). Philanthropy in Communities of Color (dalam bahasa Inggris). Bloomington, Ind.: Indiana University Press. hlm. 89–90. ISBN 978-0-253-11293-4.
- ^ Naylor, Larry L., ed. (1997). Cultural Diversity in the United States (dalam bahasa Inggris). Westport, Conn.: Bergin & Garvey. hlm. 179. ISBN 978-0-89789-479-1.
- ^ Bonifacio, Glenda Tibe (November 15, 2013). Pinay on the Prairies: Filipino Women and Transnational Identities (dalam bahasa Inggris). Vancouver, Canada: UBC Press. hlm. 192. ISBN 978-0-7748-2582-5.
- ^ Nadal, Kevin Leo Yabut; Tintiangco-Cubales, Allyson; David, E. J. R., ed. (November 3, 2022). "Family Structure". The SAGE Encyclopedia of Filipina/x/o American Studies (dalam bahasa Inggris). Thousand Oaks, Calif.: SAGE Publications. Hierarchy. ISBN 978-1-0718-2901-1.
- ^ Talisayon, Serafin D. (1994). "Chapter 13: Teaching Values in the Natural and Physical Sciences in the Philippines" (PDF). Dalam Dy, Manuel B. (ed.). Values in Philippine Culture and Education. Cultural Heritage and Contemporary Change Series III. Asia; Philippine Philosophical Studies. Vol. 7. Washington, D.C.: Office of Research and Publications, Council for Research in Values and Philosophy. hlm. 155. ISBN 978-1-56518-040-6. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal August 4, 2022. Diakses tanggal September 3, 2020.
- ^ Akombo, David (3 Februari 2016). The Unity of Music and Dance in World Cultures (dalam bahasa Inggris). Jefferson, N.C.: McFarland. hlm. 172. ISBN 978-1-4766-2269-9.
- ^ Rodríguez, José Miguel Díaz (2018). The Appeal of the Philippines: Spain, Cultural Representation and Politics. Routledge Contemporary Southeast Asia Series (dalam bahasa Inggris). London: Routledge. ISBN 978-1-351-99811-6.
- ^ a b c d Villaruz, Basilio Esteban S. (2006). Treading Through: 45 Years of Philippine Dance. Quezon City, Philippines: University of the Philippines Press. ISBN 978-971-542-509-4.
- ^ Parfitt, Clare, ed. (2021). Cultural Memory and Popular Dance: Dancing to Remember, Dancing to Forget. Palgrave Macmillan Memory Studies (dalam bahasa Inggris). Cham, Switzerland: Springer Nature. hlm. 189. ISBN 978-3-030-71083-5.
- ^ Namiki, Kanami (2011). "Hybridity and National Identity: Different Perspectives of Two National Folk Dance Companies in the Philippines" (PDF). Asian Studies. 47 (Special Issue: Cultural Hybridities of the Philippines). University of the Philippines: 69, 84. ISSN 0004-4679. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal July 11, 2013. Diakses tanggal May 10, 2023.
- ^ Burridge, Stephanie, ed. (September 9, 2021). The Routledge Companion to Dance in Asia and the Pacific: Platforms for Change (dalam bahasa Inggris). London: Routledge. ISBN 978-1-000-44021-8.
- ^ Villacruz, Basilio Esteban S. (July 24, 2014). "Philippine Dance in the American Period". National Commission for Culture and the Arts. Diarsipkan dari asli tanggal July 24, 2014.
- ^ Gasgonia, Dennis (December 8, 2020). "Olympic OK music to Pinoy breakdancers' ears — 'Chance to put PH on the map'". ABS-CBN News. Diarsipkan dari asli tanggal December 8, 2020. Diakses tanggal February 9, 2023.
- ^ a b "This Master Rondalla Musician is Preserving the Sounds of Philippine Culture in L.A." KCET. May 24, 2022. Diarsipkan dari asli tanggal May 24, 2022. Diakses tanggal February 9, 2023.
- ^ Martin, Andrew R.; Mihalka, Matthew, ed. (September 8, 2020). "Philippines, Music of the". Music around the World: A Global Encyclopedia (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1st). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 665. ISBN 978-1-61069-499-5.
- ^ a b Ellingham, Mark (2000). The Rough Guide to World Music. Rough Guide Music Guides. Vol. 2: Latin and North America, Caribbean, India, Asia & Pacific. London: Rough Guides. hlm. 214. ISBN 978-1-85828-636-5.
- ^ a b Murray, Jeremy A.; Nadeau, Kathleen, ed. (August 15, 2016). Pop Culture in Asia and Oceania. Entertainment and Society around the World (dalam bahasa Inggris). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. ISBN 978-1-4408-3991-7.
- ^ Shunwei, Liu; Jia, Li (June 7, 2022). "Establishment of Philippine Popular Music Industry" (PDF). Multicultural Education. 8 (6). International Journal Documentation & Research Institute: 60, 66–67. doi:10.5281/zenodo.6618973. Diakses tanggal April 30, 2023.
- ^ Goldsmith, Melissa Ursula Dawn; Fonseca, Anthony J., ed. (December 2018). "The Philippines". Hip Hop around the World: An Encyclopedia. Vol. I and II: A–Z (Edisi Illustrated). Santa Barbara, Calif.: Greenwood. hlm. 552–553. ISBN 978-0-313-35759-6.
- ^ Klempe, Sven Hroar (2022). Sound and Reason: Synesthesia as Metacognition. Palgrave Studies in Sound (dalam bahasa Inggris). Singapore: Springer Nature. hlm. 83. ISBN 978-981-19-2340-1.
- ^ Newbould, Chris (October 24, 2022). "A brief history of P-pop, from anti-Marcos messages to the mainstream and back". The National (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal December 5, 2022. Diakses tanggal February 9, 2023.
- ^ a b c Liu, Siyuan, ed. (2016). Routledge Handbook of Asian Theatre. Routledge Handbooks. London: Routledge. hlm. 372–373. ISBN 978-1-317-27886-3.
Pranala luar
| Cari tahu mengenai Filipina pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: | |
| Definisi dan terjemahan dari Wiktionary | |
| Gambar dan media dari Commons | |
| Berita dari Wikinews | |
| Kutipan dari Wikiquote | |
| Teks sumber dari Wikisource | |
| Buku dari Wikibuku | |
| Panduan wisata di Filipina dari Wikivoyage | |
- Situs Web Resmi Pemerintah Filipina Diarsipkan 9 Juni 2007 di Wayback Machine.
- Situs Web Lembaran negara Resmi (Official Gazette) Diarsipkan 14 Januari 2022 di Wayback Machine.
- Profil "Filipina" di BBC News
- "Filipina" di Perpustakaan UCB (Diarsipkan 21 Mei 2011)
Data geografis Filipina di OpenStreetMap
Peta Philippines di Wikimedia Atlas- Filipiniana.net – Perpustakaan digital gratis dan portal penelitian (Diarsipkan 17 Desember 2008)

