PL EN DE FR ES IT PT RU JA ZH NL UK TR KO CS SV AR VI FA ID HU RO NO FI

Species Survival Plan

Program American Species Survival Plan atau SSP pertama kali dikembangkan pada tahun 1981 oleh Association of Zoos and Aquariums (AZA) yang ada di Amerika untuk membantu memastikan kelangsungan hidup dari spesies hewan tertentu yang ada di kebun binatang dan akuarium[1] serta sebagian besar terancam atau hampir punah di alam liar.

Program SSP

Program SSP berfokus pada konservasi hewan yang hampir terancam punah, terancam, hampir punah, bahkan sedang dalam bahaya kepunahan di alam liar. Para konservasionis kebun binatang dan zoologi percaya bahwa program penangkaran akan membantu meningkatkan peluang keberlangsungan hidup bagi hewan-hewan tersebut.[2] Program-program ini membantu menjaga populasi hewan yang masih sehat dan hewan yang memiliki genetik yang beragam di dalam komunitas kebun binatang yang terakreditasi oleh Association of Zoos and Aquariums (AZA).[3] Kebun binatang yang terakreditasi AZA dan mitra konservasi AZA yang terlibat dalam program SSP akan melakukan upaya pengelolaan populasi dan konservasi secara kooperatif yang mencakup penelitian, konservasi genetika, pendidikan publik, reintroduksi dan proyek konservasi in situ atau lapangan.[1] Proses pemilihan spesies yang telah direkomendasikan dipandu oleh Kelompok Penasihat Takson, yang memiliki tujuan utama untuk menyusun rencana koleksi regional (Regional Collection Plans) untuk kebutuhan konservasi dari suatu spesies dan bagaimana lembaga-lembaga AZA juga akan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.[4] Saat ini, terdapat hampir 300 program SSP yang ada.[5] SSP telah meraih kesuksesan yang luas dalam memastikan bahwa jika suatu populasi spesies punah secara fungsional di habitat aslinya, maka populasi yang layak masih ada di lingkungan kebun binatang. Hal ini juga telah menyebabkan program reintroduksi spesies AZA, contohnya termasuk musang berkaki hitam, kondor California, kerang riffleshell utara, tamarin singa emas, kupu-kupu biru Karner, katak berbintik Oregon, burung pipit palila, serigala merah, dan kodok Wyoming.[6]

Rencana Strategis SSP

Rencana strategis SSP adalah dokumen yang dibuat oleh koordinator SSP (umumnya seorang profesional kebun binatang di bawah bimbingan komite manajemen terpilih)[1] untuk spesies tertentu. Dokumen ini menetapkan tujuan populasi ex situ dan rekomendasi manajemen lainnya untuk mencapai keanekaragaman genetik dan stabilitas demografis maksimum untuk suatu spesies, dengan mempertimbangkan kendala transfer dan ruang.[2]

Referensi

  1. ^ a b c "Species Survival Plan Programs | AZA". www.aza.org. Diakses tanggal 2026-02-19.
  2. ^ a b "Species Survival Plan". www.centralfloridazoo.org. Diakses tanggal 2026-02-19.
  3. ^ "NOVA Online | Animal Hospital | Species Survival Plan". www.pbs.org. Diakses tanggal 2026-02-19.
  4. ^ "Taxon Advisory Groups". www.aza.org. Diakses tanggal 2026-02-19.
  5. ^ "Species Survival Plan Programs | AZA". www.aza.org. Diakses tanggal 2026-02-19.
  6. ^ "Reintroduction Programs". www.aza.org. Diakses tanggal 2026-02-19.