Delft
Delft | |
|---|---|
Kota dan munisipalitas | |
Pemandangan kota Delft dengan Oude Kerk di tengahnya | |
| Julukan: Prinsenstad (Kota Pangeran) | |
Lokasi Delft di Holland Selatan | |
| Koordinat: 52°0′42″N 4°21′33″E / 52.01167°N 4.35917°E | |
| Negara | |
| Provinsi | |
| Luas | |
| • Total | 24,08 km2 (930 sq mi) |
| • Luas daratan | 23,21 km2 (896 sq mi) |
| • Luas perairan | 0,87 km2 (34 sq mi) |
| Populasi (Januari 2021) | |
| • Total | 103.581 |
| • Kepadatan | 43/km2 (110/sq mi) |
| Source: CBS, Statline. | |
| Zona waktu | UTC+1 (CET) |
| • Musim panas (DST) | UTC+2 (CEST) |
| Kode pos | 2600–2629 |
| Kode area telepon | 015 |
| Situs web | www.delft.nl |
Delft (ⓘ) adalah sebuah kota dan munisipalitas di provinsi Holland Selatan, Belanda. Kota ini terletak di antara Rotterdam di tenggara dan Den Haag di barat laut. Bersama kedua kota tersebut, Delft merupakan bagian dari wilayah metropolitan Rotterdam–Den Haag dan Randstad.
Delft merupakan destinasi wisata populer di Belanda, terkenal karena hubungan historisnya dengan Wangsa Oranye-Nassau yang berkuasa, tembikar birunya, tempat tinggal pelukis Jan Vermeer, dan tempat berdirinya Universitas Teknologi Delft (TU Delft) dan UNESCO-IHE yang banyak pelajar/mahasiswa Indonesia kuliah. Secara historis, Delft memainkan peran yang sangat berpengaruh di Masa Keemasan Belanda.[1][2][3][4] Dalam hal sains dan teknologi, berkat kontribusi perintis Antonie van Leeuwenhoek[5][6] dan Martinus Beijerinck,[7] Delft dapat dianggap sebagai tempat lahirnya mikrobiologi.
Sejarah
Sejarah awal

Kota Delft muncul di tepi sebuah kanal bernama "Delf", yang berasal dari kata delven yang berarti "menggali". Dari sinilah nama Delft berasal. Di daerah yang lebih tinggi, tempat kanal tersebut melintasi tanggul sungai Gantel yang telah tertimbun lumpur, seorang bangsawan membangun kediamannya sekitar tahun 1075. Keberadaan kediaman bangsawan ini menjadikan Delft tumbuh menjadi kota pasar penting, yang terlihat dari luasnya alun-alun pasar utama di pusat kota.
Awalnya merupakan desa pedesaan di Abad Pertengahan awal, Delft berkembang menjadi kota, dan pada 15 April 1246, Pangeran Willem II menganugerahkan piagam kota kepada Delft. Perdagangan dan industri berkembang pesat. Pada tahun 1389, kanal Delfshavensche Schie digali menuju sungai Maas, tempat pelabuhan Delfshaven dibangun, sehingga Delft terhubung langsung ke laut.
Hingga abad ke-17, Delft merupakan salah satu kota utama di Kepangeranan (kemudian Provinsi) Holland. Pada tahun 1400, Delft memiliki sekitar 6.500 penduduk, menjadikannya kota terbesar ketiga setelah Dordrecht (8.000) dan Haarlem (7.000). Pada tahun 1560, Amsterdam menjadi kota terbesar dengan 28.000 penduduk, diikuti oleh Delft, Leiden, dan Haarlem, masing-masing sekitar 14.000 jiwa.

Pada tahun 1536, terjadi kebakaran besar dan menghancurkan sebagian besar kota.
Hubungan Delft dengan Wangsa Oranye dimulai pada tahun 1572, ketika Willem Sang Pendiam menetap di bekas Biara Saint-Agatha, yang kemudian dikenal sebagai Prinsenhof. Pada saat itu, ia memimpin perlawanan Belanda terhadap pendudukan Spanyol, yang dikenal sebagai Perang Delapan Puluh Tahun. Delft, yang telah menjadi kota penting dengan tembok kota yang kuat, berfungsi sebagai markas pertahanan. Pada Oktober 1573, pasukan Spanyol menyerang Delft tetapi berhasil dipukul mundur dalam Pertempuran Delft.
Setelah Piagam Penolakan dideklarasikan pada tahun 1581, Delft menjadi ibu kota de facto Republik Belanda, karena menjadi tempat kedudukan Stadhouder, yaitu Pangeran dari Oranye.

Pada 10 Juli 1584, Willem Sang Pendiam ditembak mati oleh Balthazar Gerards di aula Prinsenhof (kini menjadi Museum Prinsenhof). Karena kota Breda, tempat makam keluarga Oranye, masih dikuasai Spanyol, ia dimakamkan di Nieuwe Kerk. Sejak saat itu, tradisi pemakaman keluarga kerajaan Belanda berlangsung di sana hingga kini.
Pada masa itu, Delft juga terkenal sebagai pusat percetakan dan kerajinan seni. Sejumlah perajin tembikar Italia menetap di Delft dan memperkenalkan gaya glasir baru, yang kemudian berkembang menjadi Delft Blue (keramik biru khas Delft). Industri permadani (tapestry) juga berkembang pesat, terutama setelah perajin terkenal François Spierincx pindah ke kota ini. Pada abad ke-17, Delft mengalami masa keemasan baru berkat kehadiran kantor Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) yang dibuka pada tahun 1602, serta industri keramiknya yang mendunia.
Ledakan Delft terjadi pada 12 Oktober 1654,[8] ketika sebuah gudang mesiu meledak dan menghancurkan sebagian besar kota. Lebih dari 100 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.[9]
Pada tahun 1848, jumlah penduduk Delft diperkirakan sekitar 15.000 jiwa.[10]
Banyak seniman ternama yang berkarya di Delft, seperti Leonard Bramer, Carel Fabritius, Pieter de Hooch, Gerard Houckgeest, Emanuel de Witte, Jan Steen, dan Johannes Vermeer. Selain itu, Reinier de Graaf dan Antonie van Leeuwenhoek juga memperoleh pengakuan internasional berkat penelitian ilmiah mereka.
Budaya

Delft terkenal dengan keramik Delft,[11] yaitu produk tembikar yang meniru porselen Tiongkok abad ke-17. Kota ini lebih dulu berkembang di bidang tersebut karena merupakan pelabuhan utama VOC. Hingga kini, tradisi ini masih dapat dilihat di pabrik De Koninklijke Porceleyne Fles (Royal Delft) dan De Delftse Pauw, sedangkan keramik modern dan seni tembikar kontemporer dapat ditemukan di Gallery Terra Delft.[12]
Pelukis terkenal Johannes Vermeer (1632–1675) lahir di Delft. Ia sering menjadikan jalan-jalan dan interior rumah di Delft sebagai latar lukisannya.[11] Beberapa pelukis lain juga berkarya di kota ini, seperti Pieter de Hooch, Carel Fabritius, Nicolaes Maes, Gerard Houckgeest, dan Hendrick Cornelisz. van Vliet, yang tergabung dalam aliran Sekolah Delft.
Delft juga mendukung industri seni kreatif. Sejak tahun 2001, gedung Bacinol[13] (yang tidak digunakan sejak 1951) menjadi tempat bagi berbagai perusahaan seni kreatif. Namun, pada Desember 2009, gedung tersebut dibongkar untuk pembangunan terowongan rel baru di Delft. Para penghuninya, bersama nama "Bacinol", kemudian pindah ke gedung lain di kota itu. Nama Bacinol sendiri berasal dari penelitian penicillin Belanda pada masa Perang Dunia II.
Pendidikan

Universitas Teknologi Delft (TU Delft) adalah salah satu dari empat universitas teknologi di Belanda.[14] Didirikan pada tahun 1842 oleh Raja Willem II sebagai akademi teknik sipil. Hingga tahun 2022, jumlah mahasiswanya telah mencapai lebih dari 27.000 orang.[15]
Institut UNESCO-IHE untuk Pendidikan Air, yang memberikan pendidikan pascasarjana bagi negara berkembang, memanfaatkan tradisi kuat TU Delft dalam manajemen air dan teknik hidrolik.
Universitas Ilmu Terapan Den Haag memiliki gedung di kampus TU Delft sejak 2009[16] dan menawarkan beberapa program sarjana di bidang Teknologi, Inovasi & Masyarakat.
Universitas Ilmu Terapan Inholland juga memiliki gedung di kampus TU Delft, dengan program sarjana untuk fakultas Agri, Pangan & Ilmu Hayati serta Rekayasa, Desain & Komputasi.
Pemandangan
-
Pemandangan kanal Vrouwjuttenland
-
Balai Kota Delft
-
Gerbang Timur (Oostpoort)
Alam dan rekreasi
-
Musim semi di Delft
-
Danau Delftse Hout
-
Pemandangan di taman kota Delft
-
"Nootdorpse Plassen", sebagian kawasan alam Delft
-
"Plantagegeer", salah satu dari beberapa taman kota kecil di Delft
Transportasi

Kereta yang berhenti di stasiun-stasiun ini menghubungkan Delft dengan kota-kota terdekat seperti Rotterdam dan Den Haag. Kereta berhenti setiap lima menit sekali, hampir sepanjang hari.
Terdapat beberapa rute bus dari Delft ke tujuan serupa. Trem sering beroperasi antara Delft, Den Haag, dan Leidschendam.
Orang terkenal
Lihat pula
Catatan
- ^ Huerta, Robert D.: Giants of Delft: Johannes Vermeer and the Natural Philosophers: The Parallel Search for Knowledge during the Age of Discovery. (Pennsylvania: Bucknell University Press, 2003)
- ^ Brook, Timothy: Vermeer's Hat: The Seventeenth Century and the Dawn of the Global World. (Bloomsbury Press, 2009, ISBN 978-1596915992)
- ^ Liedtke, Walter; Plomp, Michiel C.; Rüger, Axel; Baarsen, Reinier J.: Vermeer and the Delft School. (NYC: Metropolitan Museum of Art, 2013, ISBN 978-0300200294)
- ^ Snyder, Laura J.: Eye of the Beholder: Johannes Vermeer, Antoni van Leeuwenhoek, and the Reinvention of Seeing. (W. W. Norton & Company, 2015, ISBN 978-0393352887)
- ^ Ruestow, Edward G.: The Microscope in the Dutch Republic: The Shaping of Discovery. (New York: Cambridge University Press, 1996)
- ^ Fournier, Marian: The Fabric of Life: The Rise and Decline of Seventeenth-Century Microscopy. (Johns Hopkins University Press, 1996, ISBN 978-0801851384)
- ^ Artenstein, Andrew W.: The discovery of viruses: advancing science and medicine by challenging dogma. (International Journal of Infectious Diseases, Volume 16, Issue 7, July 2012, pages: e470-e473). DOI:10.1016/j.ijid.2012.03.005. Andrew W. Artenstein: "By 1895 Beijerinck had returned to academia after leaving the Agricultural School for a 10-year stint in industrial microbiology in Delft, the South Holland birthplace of van Leeuwenhoek, one of the founding fathers of microbiology. During his first years at the Technical University of Delft, Beijerinck resumed the research on tobacco mosaic disease that he had started while working with Mayer. Even then, he had appreciated that the affliction was microbial in nature, although he felt that the actual agents had yet to be discovered. Beijerinck's investigations at Delft proved fruitful; he not only confirmed the infectivity of the contagium vivum fluidum—soluble living germ—despite filtration, but he importantly demonstrated that unlike bacteria, the culprit of tobacco disease of plants was incapable of independent growth, requiring the presence of living, dividing host cells in order to replicate."
- ^ "The Day the World Came to an End: the Great Delft Thunderclap of 1654". Radio Netherlands. 14 October 2004.
- ^ Cumming, Laura (2023). Thunderclap: A Memoir of Art and Life and Sudden Death. New York: Scribner. ISBN 978-1-9821-8174-1.
- ^ The National Cyclopaedia of Useful Knowledge (Edisi First). London: Charles Knight. 1848. hlm. 295 Vol V.
- ^ a b Martin Dunford (2010). The Rough Guide to The Netherlands. Penguin. hlm. 169. ISBN 978-1-84836-882-8. Diakses tanggal 24 November 2011.
- ^ Kitty Kilian, "10 jaar galerie Terra; Keramisch gezicht op Delft." NRC Handelsblad, 23 May 1996.
- ^ "Art on the streets of Delft". Kunstwandeling Delft (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2023-02-05.
- ^ "4TU.Federation". 4tu.nl.
- ^ "Studentenaantallen TU Delft stabiel". Delft University of Technology. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 4, 2023.
- ^ "Vestiging Delft - De Haagse Hogeschool". www.dehaagsehogeschool.nl. Diakses tanggal 2022-07-03.
Pranala luar
- Municipal Website of Delft
- Radio Netherlands: The day the world came to an end Diarsipkan 2004-12-25 di Wayback Machine.
- National Gallery, London: A View of Delft after the Explosion of 1654
- Delft University of Technology